Pages

Sabtu, 05 Mei 2018

Niqabers Jangan Galak

RAMAH DIKIT, BISA ? (Da'wah dengan Hikmah)

Saya percaya bahwa sebagai Muslim, kita berperan sebagai agen. Agen untuk mengenalkan Islam, bagaimana Islam itu. Apalagi untuk yang telah berhijrah..

Maksudnya adalah, berbagi kebaikan dengan sesama Muslim. Misal ada sodara seiman yang butuh ditemenin, yang butuh tau sesuatu atau sebagainya, kita ada di sana. Bagaimana menjaga pergaulan dan bagaimana bersikap. Kita harus jaga, dengan sabar, tidak kaku dan tidak keras tapi tetap berprinsip. Maka dengan itu kita akan diterima.

Ada sesuatu yang membuat saya gemes, kesal dan sedih ketika teman saya pulang ke kosan kemudian bercerita tentang hal yang baru dilihatnya. Ada seorang perempuan berpakaian gelap-gelap, bercadar lengkap sampai sarung tangan, mengisi bensin di SPBU. Cadarnya bukan hanya cadar tali, tapi yang lebih tertutup dari itu (mungkin maksudnya cadar ritz). Dengan demikian auratnya boleh saya bilang sangat terlindungi. Dengan pakaian yang seperti itu, tentu orang-orang bahkan yang awwam kaya saya akan memiliki kesan kalo si pemakai adalah Muslimah banget, beda pemahamannya dari yang lain. WaLlahu a'lam,

sih.

Sayangnya, sandang yang dipakai dengan kesan yang tertempel itu, tidak disesuaikan dengan perilakunya kepada manusia.

"Uangnya, Bu ?" tanya Pak SPBU dengan ramah.
"Tuh !" sambil ngelempar uang ke jok motor, kemudian menunjuk si uang dengan tangannya. Saking ngga mau tersentuhnya mungkin..

Rona wajah Bapaknya langsung berubah ngga enak. Dan melakukan hal yang sama kaya Ibu-ibu yang tadi, ngelempar uang kembalian ke jok motor. Setelah Ibunya pergi, Bapaknya semacam ngedumel dalam bahasa Jawa yang teman saya ngga tau artinya. Kemudian teman saya mencoba mengembalikan mood baik si Bapak dengan berperilaku ramah sepatutnya kepada sesama manusia. Bayangin, pekerja SPBU kerjanya berdiri sambil megangin gagang bensin kemudian ada konsumen yang bertingkah ngga patut ~


Orang-orang bercadar, menurut orang-orang umum itu bisa jadi aneh. Dan mungkin dikesankan ekstrem. Apalagi ditambah sikap yang ngga ramah buat sesama manusia, nampaknya kesan-kesan tidak menyenangkan kepada Muslimah bercadar tidak akan berkurang..

Apa susahnya ngasih uang secara langsung ? Takut tersentuh ?
Bukankah bisa diakali dengan memegang ujung uangnya ? Pun bersarung tangan jua..

Apa susahnya juga berkata lembut ? Suara itu aurat ? Kenapa ga minta suami ato mahromnya aja yang beli bensin sekalian ?
Kzl.

Memang, don't judge the book by it's cover. Ga boleh menghakimi seseorang berdasar sandang yang ia pakai. Tapi, setidaknya ada suatu rasa sadar diri akan apa yang dikenakan dan imbasnya kepada orang lain.
Bisa jadi karena kesalahan satu orang, orang-orang dengan pakaian yang sama menjadi ikut dijustifikasi.
Bisa jadi karena kesalahan satu orang, seseorang yang tadinya terpanggil menjadi memberhentikan diri.
Bisa jadi karena kesalahan satu orang, kebaikan-kebaikan yang sudah dibangun menjadi hilang seketika.


Adab sebelum 'ilmu. Ngaji, harusnya membuat orang bertambah kesantunannya.

Ini sebuah peringatan dan pengingat khususnya untuk diri sendiri.

posted from Bloggeroid

5 komentar: