Pages

Selasa, 02 Januari 2018

[Review Kuliner] AYAM GEBYUR : NASI AYAM DENGAN LIMPAHAN SAMBAL DAN BEBAS PILIH MINUM

BismiLlaahirrahmaanirrahiym

Ada tempat makan yang terbilang baru di daerah GOR Satria, Purwokerto. Ialah Ayam Gebyur.



Tempatnya cukup luas dan cukup nyaman. Hanya saja di tempat lesehan, cat pada meja sedikit lengket. Dan alas nampak dan terasa sedikit kotor. Mungkin sehabis digunakan makan anak kecil atau bagaimana. Tapi dua kali saya ke sini, yang terakhir terasa lebih. Mungkin karena sudah malam.


Hanya ada menu paket dan tambahan protein (tahu dan tempe). Harga sepaketnya Rp16.500,-. Awal saya ke sini Rp16.000,-. Dengan harga itu kita mendapat paket makan berupa nasi, ayam, kubis goreng, sambal sepuasnya dan minuman yang bebas pilih.


Ada beberapa minuman yang bisa dipilih, yaitu es teh, es gebyur, es sari jeruk, es jeruk peras, es sari tomat. Saya baru pernah minum es gebyur dan es sari jeruk. Es gebyur itu minuman berasa gula merah dan diberi isian semacam kopyor buatan (mungkin terbuat dari agar-agar). Rasanya lumayan, tidak membuat seret tenggorokan. Kemudian es sari jeruk, yang ternyata rasa minuman rasa-rasa dan membuat sakit tenggorokan. Menurut saya hal tersebut disayangkan.

Rasa
1. Ayam
Pertama kali ke sini, saya memilih ayam bagian dada. Tapi kata Mbaknya harus menunggu dan saya mengiyakan. Pas sampai, ternyata ayamnya tidak panas seperti habis digoreng. Sepertinya ayam itu ayam berbumbu yang direbus, kemudian hanya digoreng sebentar saja. Untuk rasa lumayan enak. Ukurannya juga besar.


Gambar terakhir penampakan es gebyur di belakang

2. Sambal
Saya mencicipi 3 macam sambalnya. Kata Mbaknya ada yang pedas dan tidak pedas. Dua macam sambal warna merah ; sambal bawang dan sambal tomat. Dua macam sambal warna hijau ; sambal bawang dan sambal yang tidak terlalu pedas. Saya mencoba sambal hijau yang paling tidak pedas, di lidah saya terasa pedas. Karena saya memang tidak kuat makan pedas. Kemudian dua sambal merah. Rasanya hanya pedas, kurang terasa gurih. Tidak ada rasa bawangnya. Tapi jika dibandingkan dengan yang hijau, saya lebih suka yang hijau.



3. Kol Goreng
Lebih menyerupai kol direbus daripada kol goreng. Tidak krispi.

4. Tempe
Rasanya seperti tempe goreng pada umumnya. Hanya kurang asin sedikit.

Pelayanan
Pertama kali ke sini cukup sepi, jadi tidak begitu terasa. Kedua ke sini cuku ramai, dan terasa kalau pekerja yang mengambilkan makan (karena memang diambilkan) kurang cepat. Selain itu juga tidak tersedia tissue di meja. Padahal harga tissue sepertinya tidak semahal itu. Mungkin ke depan akan lebih bagus.

Nilai
Rasa : 7
Tempat : 7
Harga : 8 (kalau ayam kampung), 6 (kalau ayam broiler)

posted from Bloggeroid

1 komentar:

  1. Baru diposting tadi pagi jam 10. Kyknya aku jd pembaca pertama nih.... Hehe

    BalasHapus