Pages

Rabu, 03 Januari 2018

KAMU HARUS LIHAT INDAHNYA PANTAI MENGANTI

BismiLlaahirrahmaanirrahiym

Pantai adalah salah satu tujuan untuk tamasya alam. Dibandingkan gunung, mungkin lebih banyak orang yang memilih pantai. Karena tidak perlu capek dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk peralatannya. Termasuk aku, (bukan) anak pantai.

Awal 2018 ini aku awali dengan (mencoba) menyegarkan diri ke pantai Menganti. Pantai yang terkenal akan keindahan alamnya. Yang sayangnya, pertama kali ke sini aku mendapat kesan buruk dengan jatuh duduk. Sudah begitu, tidak mendapat pemandangan yang indah juga. Tapi berbeda setelah kunjungan kedua ini. Aku 7 melihat indah birunya laut dan langit, ditambah hehijauan yang menyegarkan nan menenteramkan.

Aku bersama tiga temanku (Revi, Mega dan Alin) berangkat dari Purwokerto sekitar pukul 12.30 siang, melewati Gunung Tugel dan jalan terobosan Purwokerto-Banjarnegara dengan dua motor. Sampai sana pukul 3 kurang. Karena lewat jalan terobosan, makanya bisa (terhitung) cepat walau sedang hari libur yang mana kendaraan memenuhi jalan.


Aku bahas pakai sub bab, ya..

1. Jalan
Kondisi jalan yang kami lalui terbilang cukup bagus. Minim sekali jalan yang bolong atau bergelombang. Hanya saja, jalan ketika sudah mendekati pantai lebih sempit dan tanjakan-turunannya cukup tajam. Tidak hanya itu, jalanan juga berkelok-kelok. Belum lagi kalau ada pengendara yang semaunya sendiri. Waktu ke sana aku menemukan satu pengendara motor yang teramat menyebalkan.

Jalanan ketika mendekati pantai (kurang lebih 2km) akan ada turunan dan belokan yang tajam. Sebaiknya hati-hati dan jaga jarak. Untungnya ada tanah datar di beberapa titik turunan curam. Jadi kalau sekiranya macet dan tidak bisa menahan rem, bisa menepi dulu mengistirahatkan tangan dan motor. Apalagi pengguna motor matic yang remnya hanya di tangan. Kemarin aku menepikan motor dua kali demi menghindari macet di turunan.

Jalanan di sekitar pantai ada dua macam yang aku lihat. Pantai yang berada di bawah atau halte angkut jalannya tidak halus. Kemudian ada jalan ke perbukitan, menanjak dan sepertinya baru sehingga masih bagus.












2. Tiket Masuk

Dengar dari Revi dan Alin sebelumnya biaya masuk Rp10.000 per orang. Kini naik menjadi Rp12.500 per orang. Entah memang naik, atau karena hari libur. Harga tersebut terbilang wajar, karena kita tidak dikenai lagi biaya parkir. Pengalamanku ke pantai lain di Kebumen, harga tiket masuk belum dengan parkir. Padahal harganya sama seperti ke Menganti.
Selain parkir gratis, wisatawan juga mendapat layanan free suttle. Semacam angkutan dunia atas ke dunia bawah dan sebaliknya. Seperti mobil bak tapi berkursi.



3. Fasilitas yang Tersedia

Layaknya tempat wisata yang sudah terkenal, Menganti juga memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjang wisatawan. Seperti toilet, mushola, banyak warung makan tersedia, plang penunjuk lokasi, penginapan, bangunan-bangunan penunjang untuk duduk maupun fotografi, dan juga gubuk-gubuk kecil di sekitar laut. Iya, di sekitar laut.



Fasilitas-fasilitasnya terbilang baik. Nampak benar-benar dijaga. Sampah memang banyak berserakan, tapi katanya itu karena efek liburan. Hari biasa tak sebanyak itu.

Harga makanan di warung-warung dekat pantai sepertinya terhitung standard tempat wisata. Mungkin kalau di kota lain bisa lebih mahal. Kebumen bukanlah kota besar yang makanannya mahal-mahal.




4. Pemandangan di Lokasi
Pertama kali ke Menganti, aku sampai lokasi sekitar pukul 5 sore. Dulu modal nekat dan penasaran dengan Menganti maka rela berangkat siang terik. Kami tidak tahu spot mana yang bagus untuk dikunjungi, jadi kami ke tempat yang paling mrncolok mata, yaitu tempat yang banyak kapalnya. Yang ternyata itu bukanlah spot wisata. Kemudian aku terpeleset, jatuh duduk dan semacam cedera sampai sekitar dua bulan. Tapi hari itu aku harus kuat melajukan motor ke Purwokerto lagi. Itulah mengapa kesan pertamaku tidak baik akan Menganti.






Kesan buruk itu hilang kemarin setelah aku melihat spot-spot yang bagus nan indah. Jadi, di Menganti memang ada beberapa titik wisata. Ada yang pantai dengan pasir, pantai yang harus melewati perbukitan dan bukit-bukit itu sendiri. Aku hanya ke dua titik, karena terbatasnya waktu. Ingin menyambangi semua, tapi takut gumoh melihat lautan manusia. Pantai yang melewati bukit bukanlah pantai pasir, tapi bebatuan dan tidak begitu luas.





Kemarin aku terpisah dengan motor satunya. Karena terlalu macet, turunan curam, perut lapar karena belum makan dari sore, boncengin anak orang, akhirnya aku memilih menepikan motor beberapa lama sampai dirasa cukup sepi. Dan motor satunya, semua personel tidak memiliki sinyal. Mereka ke pantai pasir, dan kami ke perbukitan. Baru bertemu setelah hampir maghrib. Kocak emang. Saling menunggu dan berharap bertemu, tapi tidak berusaha mencari.





Jika ingin kecebuk-kecebuk di air, bisa menuju halte angkut. Karena di sana berpasir dan lebih luas. Tapi kalau ingin pemandangan dengan perbukitan, bisa naik ke lokasi dekat penginapan. Pemandangannya ma sya ALlah menenteramkan banget. Walau sebenarnya kalau berjalan di pinggiran takut ndelosor kemudian jatuh ke laut. Wkwk.


Pemandangan indahnya alam juga bisa didapat ketika kita belum mencapai titik wisata. Di jalan berkelok, di tanah datar yang disediakan, kita bisa melihat luasnya laut dari ketinggian.



Sepertinya harus ke sana lagi untuk menjamah semua tempat. Coba kita atur waktu begini, berangkat pagi dari Purwokerto pukul 7 pagi, sampai pukul 9. Langsung main di pantai sampai zuhur atau sebelumnya, beberes dan mandi, kemudian lanjut menelusur spot-spot indah di atas. Sore bisa pulang dan sampai Purwokerto tidak terlalu malam.

5. Biaya Transportasi dan Cem-ceman
Purwokerto-Kebumen dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dalam waktu 2 jam kurang lebih. Tergantung berapa kecepatan kita melaju, kepadatan lalu lintas. Aku menggunakan motor matic Yamaha Xeon, untuk pulang-pergi habis bensin sekitar Rp30.000. Untuk motor gigi atau motor merk lain bisa jadi lebih hemat, karena motorku terhitung cukup boros. Sudah cukup banyak Pertamini di sepanjang jalan.

Aku kemarin makan mie instan di sana dengan harga Rp5.000, es teh Rp3.000 juga kopi Rp4.000. Menu seperti baso, mie ayam, kupat tahu sekitar Rp8.000-10.000. Menu seafood yang Revi beli kemarin sekitar Rp35.000, nasi Rp5.000 per piring. Mendoan Rp4.000/pcs, es kelapa muda Rp8.000/pcs.

6. Lain-lain
Pertama ke Menganti jatuh duduk, kedua kali ternyata motornya ngajak bercanda. Lampu utama motor mati. Padahal kami pulang ke Purwokerto sekitar pukul 7 malam. Sebenarnya agak panik, apalagi waktu di jalanan tanpa lampu penerangan dan motor Revi tidak kuat nanjak beberapa saat. Mungkin Mega (yang bonceng) panik juga. Apalagi aku bawa motornya begitu, iya begitu. Makanya sepanjang jalan aku bersenandung, biar ngga spaneng.

Bener-bener 'bergantung' dari lampu motor Revi sama lampu penerangan jalan. Tapi alhamduliLlah nyampe Purwokerto juga ngga malem-malem amat. Pukul 9 kurang, setengah 9 lebih berapa menit gitu. Soalnya yang bawa motor pada ngebut semua. Ditambah, hanya dua motor. Kalo rombongan lebih rame mungkin akan lebih lama. Apalagi kalo bawa cewe. Wkwkwk

Pelajaran bagi gue, kemana-mana harus prepare. Karena lampu motor mati selain membahayakan diri, juga orang lain. Perut kosong juga ngga baik jalan jauh sok kuat. Tapi demi jalan sama trio alay itu (wkwkwk), ALlah menguatkanku.

Ohiya. Kalau mau makan hati-hati ya. Soalnya kemarin ada sedotan yang sepertinya kotor, tapi tetap disajikan untuk pelanggan. Dan waktu gue endus, baunya aneh.



Kesimpulan
Menganti ini rekomendid banget. Di jalan saja kita sudah disuguhi pemandangan indah. Kemudian jika sudah sampai, kita juga akan disuguhi dengan keindahan-keindahan. Tiket cukup terjangkau dan affordable. Sesekali memanjakan otak dan mata tak apa..

















Jadi, kapan kita kemana ? :3



posted from Bloggeroid

3 komentar:

  1. Dpet endorse dr eiger ya wi :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaga Non 😆
      Ane hanyalah konsumen setianya haha

      Hapus
  2. Salut sama artikelnya sangat menarik dan menginspirasi
    Terima kasih untuk artikelnya gan, ditunggu untuk artikel berikutnya

    BandarQ
    Bandar QQ
    BandarQ Online
    Poker Online
    Domino QQ
    AduQ

    BalasHapus