Pages

Kamis, 07 Desember 2017

[Review Kuliner] Sop Kambing dan Sate Kambing Beberapa Bersaudara yang Mencekam

BismiLlahirrahmanirrahiym



Gaes, mau review makanan nih. Malam tadi aku berhasil diracuni oleh Qonita. Sudah sejak zaman dahulu dia berseloroh bahwa ada sop kambing yang enak dan harga terjangkau di Purwokerto. Padahal Gaes, aku telah berencana menghindari nasi malam hari demi program diet jadi-jadianku (jadi syukur, tidak juga tidak apa, wq). Aku ingin review ini informatif. Jika dirasa terlalu panjang, kamu bisa lihat di sub bab, ea.


Lokasi.
Lokasinya ada di deretan trotoar Lapangan Glempang, Jl. HR Boenyamin (Unsoed pusat ke selatan arah Aston, lampu bangjo sebelum perempatan Aston, kiri jalan). Namanya itu bla bla bla bersaudara. Lupa. Tidak terfoto dengan jelas dan ingatanku yang sudah berumur ini mulai melemah. Tapi seingatku di sebelah utara Lumpia Boom.



Menu.
Menunya ada sop kambing dan sate kambing. Isian sopnya kita memilih sendiri, mau tetulangan, tulang bersum-sum, kaki kambing, usus dan yang lain. Harganya 3k/pcs. Tersedia 3 panci besar untuk per kategori dan kita bebas memilih apa saja. Mangkuk yang disediakan pun mengagetkanku karena terlampau besar, menurutku.

Setelah memilih isian, kemudian serahkan mangkuk tersebut ke Abang-abangnya untuk ditambahkan kelengkapan berupa kuah, emping, tomat, dan bawang daun. Kuah sopnya memakai santan. Empingnya dicampur, jadi tidak kriuk. Dan, isian yang telah dipilih tadi dipotong sedemikian rupa. Kata Qonita, agar kita bisa makan cantik. Lol

Setelah menyerahkan mangkuk, pelanggan duduk ke bangku yang telah disediakan. Nasi datang duluan dan sopnya datang lebih lama. Mungkin sekitar 5 sampai 10 menit kami menunggu.

Di meja juga telah tersedia pelengkap sop seperti sambal, kecap, acar dan jeruk nipis. Tapi pelengkap itu sering bergeser karena pelanggan selalu ramai dan tempatnya relatif sempit.




Rasa.
Setelah menunggu beberapa lama, sop diantar oleh Mamang-mamangnya. Nasi datang duluan di piring terpisah.
"Gue ga bakal abis ini Qon.."
"Masa segitu ga abis. Cobain dulu. Soalnya kuahnya nagih banget."

Rasa kuah sopnya biasa saja di lidahku. Cenderung pedas dan ada rasa asam, mungkin dari tomat segar yang dipotong-potong. Kemudian aku tambahkan kecap sampai kuah berubah warna coklat, baru bisa aku nikmati.

Kemudian aku mencicipi dagingnya dan aku kaget. Bayanganku sebelumnya daging itu akan alot. Ternyata sangat lembut dan tidak membutuhkan effort untuk mengunyah ! Ditambah daging-daging itu sudah dipotong sekali lahap. Jika dipadukan dengan kuah memang akan terasa lebih nikmat.

Overall, menurutku rasanya biasa saja. Entah karena lidahku sedang error atau memang perbedaan selera. Aku lebih suka makanan yang manis-asin. Sedangka Qonita lebih suka yang pedas-asin. Kuah santan, sedikit pedas dan ada asam-asamnya. Selain lebih suka makanan yang cenderung manis, lidahku juga sensitif dengan rasa pedas. Bisa jadi rasa pedas yang aku rasakan pada kuah, tidak dirasakan oleh Qonita yang bisa dan suka makan pedas.

Sop kambing ini mengingatkanku pada rasa soto betawi. Bedanya di tingkat gurih dan rasa asam-pedas. Juga dagingnya. Soto betawi memakai daging ayam atau sapi.

Terima kasih, kecap.



Tempat.
Tempatnya di trotoar, menggunakan tenda dan meja panjang. Relatif sempit. Untuk menyiasatinya, disediakan terpal untuk pelanggan yang ingin duduk lesehan di lapangan. Parkiran pun menggunakan bahu jalan.

Menurutku tempat dengan spesifikasi tersebut kurang nyaman. Apalagi ramainya pengunjung membuat kesan crowded lebih. Herannya, memang pengunjungnya banyak sekali. Dari yang tua sampai anak-anak ada. Dari yang pedestrian sampai yang bermobil.



Harga.
Tadi aku mengambil dua potong daging, nasi dan es teh semuanya Rp11.000,-
Per pcs daging harganya Rp3.000,-
Parkir Rp1.000,- dan Bapaknya tanggungjawab dengan mengelap jok motorku juga menyeberangkan. Naisu !


Kondisi Lapang.
Aku baru pernah merasakan makan, tapi semacam terintimidasi dan serasa diusir untuk segera pergi karena ada yang akan menggunakan tempat duduk yang sedang aku duduki. Itu membuatku sangat tidak nyaman. Jika aku pergi, aku sendiri. Jika tetap duduk, merasa semakin diintimidasi dan takut membuat pelanggan lain tidak nyaman. Padahal pelanggan lain bisa memilih duduk di lapangan sebagai alternatif pilihan.



Penilaian.
Rasa : 6.5/10 (mungkin suatu saat akan ke situ lagi saat lapar)
Tempat : 5/10
Harga : 7/10
Apakah ini direkomendasikan ? Iya, silakan. Jika ingin makan daging dengan low budget (walau dengan harga segitu bisa beli dua porsi rames, wq) dan penyuka pedasy.

Sekian.

posted from Bloggeroid

0 komentar:

Posting Komentar