Pages

Selasa, 29 Agustus 2017

HASRAT



Mungkin ada benarnya kata guru sosiologi saya dulu, bahwa zaman sekarang ini tontonan menjadi tuntunan dan tuntunan menjadi tontonan. Miris, ketika mengetahui banyak hooman yang menonton sinetron, yang mana itu drama menye-menye banget. Pun, tidak edukatif #halah

Sampai akhirnya saya merasakan sendiri, bagaimana tontonan benar-benar bisa mempengaruhi saya. Contohnya ketika saya nonton Fairy Tail (anime), saya menyukai tokoh Erza Scarlet. Kemudian saya ingin mewarnai rambut saya seperti Erza. Atau ketika saya menonton anime lain seperti One Piece, saya ingin membuat semacam luka di bawah mata agar mirip dengan Luffy. Atau ketika saya menyukai para tokoh wanita yang cantik, kemudian saya ingin terlihat cantik.


Apakah itu saya realisasikan ? Tentu saja tidak. Karena saya punya kekuatan untuk sadar diri. Saya siapa, tidak penting mewarnai rambut seperti Erza. Tidak perlu juga membuat codet seperti Luffy. Tidak juga saya perlu memoles wajah agar Nampak cantik bak tokoh anime. Tapi, mungkin saya bisa sekeren Mikasa :D

Tapi, ada beberapa hasrat yang tersampaikan dan kemungkinan akan tersampaikan. Seperti makan ramen misalnya. Dulu saya nonton Naruto yang terlihat sangat lahap memakan ramen, kemudian saya ingin. Saya pergi keluar demi merasakan ramen, walau akhirnya menangis karena kepedasan. Ramen itu pedas, saya tidak bisa makan pedas (penting ?). Kemudian memakai baju dengan warna yang sama seperti tokoh anime, dan memakai syal berwarna merah seperti Naruto, Mikasa, Hiyori, Ed dan Miwa. Syal dipakai seperti apa juga saya belum terbayang. Belinya dimana juga belum terpikir. Haha

Efek tontonan.
Karena tontonan pula, ada rasa ingin pergi ke Jepang. Negara produksi tontonan-tontonan bermutu (anime). Dari tontonan dan bacaan, saya ketahui kalau masyarakat Jepang adalah masyarakat yang beradab. Saya penasaran. Pun bidang pertaniannya.
“Kenapa suka Jepang ?”
Ya, suka itu terkadang datang tanpa izin
“Kenapa ingin ke Jepang ?”
Ingin bertemu Luffy :v.
Jawaban yang mungkin terasa mengesalkan. Emang gue pikirin. Mungkin itu bisa jadi semangat gue kenapa masih mau niat hidup sampai detik ini. Lolsad
Kadang kita hanya membutuhkan alasan sederhana………
"makan makan makan" ato "ena ena ena", Taiyosaid. lol

Tanggal

Minggu, 27 Agustus 2017

Agrowisata Kebun Teh Kaligua : Wisata Hijau nan Kolosal di Jawa Tengah



Butuh ijo-ijo dan biru-biru yang menenangkan ? Mungkin kamu perlu bertamasya alam. Ijo daun yang nyegerin dan cerahnya langit biru itu kombinasi yang pas. Seolah batu-batu yang nemplok di pundak tuh berguguran menjadi debu.. #eaaa bhay
Itulah yang ane rasain waktu mampir ke Agrowisata Kaligua, Gan !
Lokasinya di Brebes, Jawa Tengah. Sekitar 2,5 jam perjalanan dari Purwokerto (kayaknya bisa kurang deh). Beberapa pekan yang lalu ane ke sana sama anak-anak (anaknya orang) naik motor. Kami lewat jalur normal, ngga nerobos-nerobos, yang mana di beberapa titik ada semacam kemacetan kecil. Jalanannya bagus sih, alus, tanpa kerusakan berarti. Tapi pas udah mendekati Agrowisatanya, kamu kudu sabar.
ijoooooooooo

Iya, kudu sabar dan kudu kuat. Karena jalanannya mulai menyempit, lubang ngga santé dimana-mana. Kek, kamu tuh bukan milih jalan yang mulus tapi kamu kudu milih lubang yang termulus untuk motor lalui. Lubang yang mulus, huh ? Belum lagi kalo ada mobil. Tapi tenang ae, ada juga yang jalanannya masih mulus, setelah kamu melewati para lubang itu.

Ngga cukup sampe situ, kesabaran dan kekuatan kamu harus tetep digenjot. Karena