Pages

Selasa, 05 Januari 2016

Jam Malam dalam Zona Peperangan

BismiLlaahirrahmaanirrahiym..
Assalaamu’alaykum wa rahmatuLlaahi wa baarakaatuhu..
Lama ngga jumpa, ya. Apa kabar ?
Aku harap kamu baik-baik aja, tetap menapaki jalanNya, mendapat ridloNya, berjuang untukNya, dan tidak mengalami apa yang aku alami (yang akan aku tuliskan di bawah ini). Tentang waktu.
Aku sudah menjalani lima semester kuliah di salah satu kampus negeri di Purwokerto. Selama lima semester ini, aku mendapat banyak hal. Salah satunya adalah tentang waktu, jam malam untuk akhowat. Aku tergabung dalam suatu Lembaga Da’wah Kampus, (LDK) sebutan untukku, dan yang sepertiku adalah Aktivis Da’wah Kampus (ADK). Yang mendapat jam malam adalah kami, para akhowat yang tergabung dalam LDK. Meski sampai sekarang aku tidak menemukan perihal jam malam di dalam peraturan LDK yang berlaku. Namun, katanya itu untuk menjaga izzah dan iffah kami.

Kami harus pulang, harus sudah di kosan sebelum pukul 9 malam.
Peraturan yang dulu aku dapat dari kosan. Aku ngekos di kos binaan, katanya. Untuk tinggal di kos binaan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah patuh akan jam malam. Aku sih, fine-fine aja. Lagian ngapain juga gue nglayap malem-malem. Kaya yang hafal jalan aja.
Tapi ternyata jam  malam itu bukan hanya dalam kondisi fisik, tapi dalam dunia maya juga. Berat ! Itu yang aku rasakan. Seolah aku  sedang dibunuh, dibinasakan perlahan, bukan dibina. Aku punya alasan.
Pengalaman Pertama