Pages

Rabu, 03 September 2014

Mengingat Kembali tentang Tengku Bantaqiah

BismiLlaahirrahmaanirrahiym
Assalaamu 'alaykum wa rahmatuLlaahi wa baarakatuh

Ketika saya menduduki bangku sekolah dasar, Bapak-Ibu guru seringkali mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri agraris-maritim. Berarti Indonesia sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. Tak ayal, karena didukung dengan alam Indonesia yang luar biasa kaya. Ada rasa bangga pastinya, karena pikiran saya dulu berarti untuk masalah pangan Indonesia bisa mandiri, dengan begitu masyarakat bisa makmur.

Namun, semakin hari semakin santer kabar kalau para petani mulai tergusur . Tergusur karena lahan pertanian yang menyempit, hasil panen tak sebanding dengan modal, kebijakan  pemerintah yang merugikan petani, dijualnya lahan pertanian kepada asing, dan lain-lain. Pun begitu dengan para nelayan. Sehingga membuat sebagian besar masyarakat hidup dalam ketidakpastian. Kelaparan sering diderita sebagian masyarakat di negeri kaya ini.

Salah satu kebijakan pemerintah yang dirasa merugikan petani dan nelayan adalah kebijakan impor. Hasil sayur dari luar negeri dengan mudahnya masuk ke pasar Indonesia dengan harga lebih murah daripada harga yang dipatok petani lokal demi mendapat laba. Hal itu membuat leher petani tercekik.

Kata Kakak kelas saya saat PKL di perusahaan teh, teh kualitas nomor satu hanya untuk pasar luar negeri. Sedangkan pasar lokal hanya 'kebagian' yang kelas rendah. Misalnya lagi, ikan dan sejenisnya yang ditangkap oleh para nelayan dijual ke luar negeri dengan harga yang murah. Kemudian diolah dan masuk Indonesia kembali dengan harga selangit.

Entah di bagian mananya yang salah.

Zaman saya kecil dulu, hampir semua tangga saya bekerja sebagai petani ataupun buruh tani. Sejak anaknya kecil sudah dilatih untuk sekadar tahu ataupun langsung praktik di sawah. Taman main kami juga dulu di sawah. Berbeda dengan sekarang. Permainan anak-anak mulai modern, semakin jarang Orangtua yang mengajak anaknya ke sawah (mungkin karena tidak mau atau bertani dianggap kuno), tidak ada penyuluhan dan semakin bertambahnya pabrik-pabrik membuat masyarakat di desa saya seperti menjauhi pertanian. Hanya sedikit saja yang masih tersisa, itu pun golongan sepuh.

Sejak sekitar tahun 2006, pabrik pembuatan rambut palsu mulai mengakar di kabupaten saya, Purbalingga. Semakin tahun semakin subur. Berarti pekerjanya semakin banyak dalam satu kabupaten itu. Kebanyakan pekerja berusia kuliah, berusia produktif dan tidak hanya wanita. Banyak laki-laki yang juga bekerja disana walau mayoritas memang wanita. Mungkin karena upah yang dirasa menjanjikan. Di satu sisi, dengan adanya pabrik pembuatan rambut palsu itu meminimalisasi pengangguran. Tapi di sisi lain, banyak petani yang menjual lahannya untuk difungsikan menjadi pabrik bulu mata, semakin sedikit yang bertani, masalah sosial timbul karena gaji wanita lebih banyak dari gaji laki-laki yang seringkali megakibatkan perceraian, dan untuk kaum Muslim sendiri mengubah ciptaan ALlah adalah haram. Memakai bulu mata berarti merubah ciptaan ALlah agar (katanya) terlihat cantik. Lalu bagaimana jika membuatnya ?

Banyak anak baru lulus SD-SMA memilih tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi demi bekerja di perusahaan pembuat bulu mata pasu, orang sini mnyebutnya idep. Bahkan, di suatu sekolah terdapat ekstrakuikuler ngidep, membuat idep. Hal itu membuat eksistensi pabrik pembuatan rambut palsu semakin meningkat. Semakin banyak Ibu yang kerja dari pagi sampai malam, Ayahnya ngurus anak dan masak di rumah. Semakin banyak godaan bagi para petani untuk menjual lahannya untuk dialih fungsikan menjadi pabrik pembuatan rambut palsu. Semakin banyak orang hedon. Padahal sebenarnya ada yang masih membutuhkan pekerjaan sebagai buruh tani..

Di daerah sekitar, daerah tempat dosen saya tinggal dulu, sudah tidak ada pekerja untuk menggarap sawah. Tidak ada yang mrnggarap sawah dan tidak ada pekerja untuk memanen hasil sawah, yang mengakibatkan telat panen sampai lima hari. Lebih cepat dari perkiraan. Perkiraannya hal tersebut akan terjadi untuk beberapa tahun ke depan. Mungkin karena semakin berkembangnya kemajuan zaman dan banyak yang belum mengetahui pentingnya sektor pertanian.

Dulu juga saya tak terpikir untuk kuliah di Fakultas Pertanian. Tapi setelah banyak terlibat diskusi dan bacaan, saya memilih Pertanian. Karena hari ini sudah memasuki akhir zaman. Bisa jadi negara adidaya mengalami kolaps ekonomi yang akan berdampak ke seluruh negeri. Ketika ekonomi dunia kolaps, harga-harga kebutuhan pokok akan naik tak terkendali, apalagi pangan. Karena harga yang selangit akan banyak masyarakat yang kesulitan membeli bahan pokok. Termasuk yang banyak uang, karena uang sejatinya hanyalah kertas bertuliskan nomor.

Mengingatkan kembali tentang Tengku Bantaqiah yang dulu menjadi pemimpin di sebuah desa di Aceh. Desa yang mandiri karena bertani dan beternak sendiri. Tidak terika, tidak bergantung dengan pemerintah. Sayangnya, al itu membuat pemimpin kala itu membantai mereka. Itu berarti pihak ngbberkuasa kala itu, yang dipengaruhi asing, tidak suka kalau kita mandiri.

Nah hatapan saya ke depan, semoga kita sadar bahwa kita adalah negeri yang kaya, sumber daya yang tak kalah dengan negara lain. Bukan dimana kita kuliah, entah di perguruan tinggi terbaok atau dimanapun, kita Muslimin harusnyabbersatu membangun pertanian Indonesia agar lebih Islami

Essay waktu Munas IMMPERTI dulu :D baru bikin pas di Bogor :v
dan baru disempatkan ngeblog :v

2 komentar:

  1. Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja, dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA, awalnya saya ragu dan tidak percaya, tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Ternyata benar benar terbukti dan 2Miliar yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda.” sy sangat berterimakasih banyak kepada AKI ZYEH MAULANA dan jika anda ingin seperti saya silahkan Telefon di 085298275599 Atau Lihat Di internet ««KLIK DISINI»» saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia.


    PESUGIHAN MENGUNAKAN MINYAK GHAIB

    PENARIKAN UANG MENGGUNAKAN MUSTIKA

    BUAYER ANTIQUE/MUSTIKA

    RITUAL TOGEL/LOTREY

    BalasHapus