Pages

Minggu, 09 Juni 2013

Cuma Miras ??? Buat Gue, itu Ngga Cukup !!!!

BismiLlaahirrahmaanirrahiym.. Salaamu 'alaykum warahmatuLlaahi wabarakaatuh :)

Mantemankuhh, tanpa panjang lebar langsung aja aku ceritain (tulisin) apa yang ada di unek-unek ya, sebelum sirna diterjang usia.. #eaaaaaaa :D
Sebenarnya dah agak lama pen nyeritain, tapi karena ke(sok)sibukan, jadi baru bisa sekarang. As usual :)

Ini tentang kegalauanku. Ya, kalo aku ngga 'galau' atas ini itu, mungkin aku ngga akan nulisin beginian. Jadi, beberapa minggu lalu ketika aku pulang ke rumah, aku liat ada minuman kalengan tapi aneh. Ngga seperti minuman biasanya dari warna kalengnya. Hehe. Aku lihat merknya, aku cari label halalnya dan ngga ada. Aku cari-cari tau, ternyata itu bir 0% alkohol. Itu walo 0%, halal apa haram eaaaaaaa.. Aku pun rungsing siapa yang bawa ini ke rumah, siapa yang beli dan siapa yang minum. Aku tanya ke Mamaku sambil manyun-manyun, ternyata Bapakku. Lho, kok Bapak beli begituan ??? Hatiku remuk-jujuk.. :'(

Pikiranku ngga karuan.. Tapi harus tetap berprasangka baik..

Ternyata Bapakku ngga tau kalo itu bir. Taunya minuman kalengan biasa yang keliatannya enak. Pas dirasa katanya ngga enak, tertipu. Aku tanya deh, beli dimana kaya begituan. Dijawablah di warung dekat rumah yang sedang diperbaiki. Heran banget !!!!! Kenapa bisa bir, minuman keras bisa diperjual-belikan bebas seperti itu. Padahal semua penduduk desa sini (mengaku) Muslim.

Islam melarang dengan tegas meminum minuman yang memabukkan. Fyi (for your information), desaku termasuk desa kecil. Walau tidak di pedalaman. Tertulis bir itu 0% alkohol (yang mungkin diklaim tidak memabukkan). Tapi aku sangsi.. Sangsinya sih beneran nggak ngandung alkohol apa ngandung, heuheu. Kemudian aku gugling dan tanya-tanya lagi. Aku dapati, walau 0% alkohol, bir itu tetaplah haram dalam Islam. Haram karena menyerupai minuman haram. Dan katanya jika dirasa-rasa sama dengan yang beralkohol. Bisa saja kan, kalau itu strategi dagang ? Awalnya 0% alkohol, coba-coba. Setelah konsumen menikmati, ingin mencoba rasa yang beralkohol. Dan minuman beralkohol itu kan bikin nagih (karena mengandung zat aditif). Jadi nanti konsumen bisa beli-beli terus. Yang untung produsennya. Bisa saja, dilihat dari kacamata ekonomi yess :v

Apa pemilik warung nggak tau kalo itu bir ? Apa ngga tau kalo bir haram ? Apa gimana ? Yang aku khawatirkan adalah, ada orang yang tidak tau kalo itu bir, anak-anak maupun dewasa, kemudian beli karena penasaran (semakin kesini kan macam-macam minuman kemasan banyaaaak geelaakk) dan meminumnya dan beli-beli lagi. Meminum minuman haram tanpa sadar. Kejahatan tanpa sadar !!! Aaaaarrghhhhhh
AlhamduliLlaah Bapakku walau awalnya terjebak tapi nggak mau lagi. Semoga Allah mengampuni karena ketidaktahuan..

Aku juga dulunya pas ke minimarket terdekat ngga tau kalo minuman berwadah aneh itu adalah bir dan adalah haram. Dulu, sekarang sih udah tau. Ternyata banyak juga di minimarket, dicampur tempatnya ama minuman kemasan biasa. Jadi seolah bir itu minuman kemasan biasa. Sedih.. :(


“Itu kenapa sih jualin bir ? Kan haraaam. Penjual ikut kena dosanya.. Apa ngga tau apa gimana..”
“Lha, yang jual aja suka minum-minum sampe mabok.”

Terdengar kabar kalau ternyata si penjual juga sering 'minum'. Aaaarghhhhh !!!! *ngacak-acak rambutnya siapa*
Lalu, kalau si penjual juga 'minum' dan menjual bebas, jadi boleh aja gitu ??? Errrrrrrrrrrrr :|
Dan, apakah hanya di warung itu dijualnya ?? Atau ada warung-warung lain ?? Entahlah, aku jarang banget ke warung-warung yang jaraknya lebih dari dua rumah dari rumahnya Orangtuaku, haha :v

Penjualan bir itu mengingatkanku pada ulah nakal remaja-remaja di desa. Mereka berusia belasan dan diketahui pernah, bahkan sering ‘minum’. ‘Minum’ maksudnya minum minuman keras. Mereka minum di pinggir jalan yang sepi, malam-malam biar ngga kelihatan. Orangtuanya ? Pasti tau soalnya warga sekitar aja tau, tapi ngga mau tau. Jika ngomongin pendidikan, mereka dan kebanyakan warga desaku hanya lulusan SMP. Dan pendidikan  Orangtua kebanyakan sampai SD, bahkan banyak juga yang ngga tamat. Sesudahnya jadi pengangguran, atau langsung coba-coba kerja. Nah, di masa pengangguran itu yang berbahaya. Soalnya mereka benar-benar bebas, anggapannya tanpa kewajiban. Kewajiban sekolah kek, kewajiban menafkahi kek. Duh, dasar anak-anak.. Ah, tapi yang coba-coba kerja juga ngga kalah bahaya sih. Soalnya mereka kan coba-coba, dan biasanya tuh nyoba hijrah ke kota besar. Pergaulannya jauh lebih luar biasaaa.. Dan bukan pula karena rendahnya pendidikan.. Lalu apa dong ?????

Saking penasaran yang ngga ilang-ilang, aku dapat info kalo kopi botolan yang aku suka ada di warung yang jual bir. Aha !! Ngga perlu ke minimarket jadinya ! Dan ada kesempatan buat nanya-nanya dan liat langsung. Aku beli satu botol kopi buat bekal belajar besok, dan di pinggir kopi itu terjejer rapi botol-botol bir yang lebih banyak dari botol minuman lain. Terlihat dengan jelas bahkan dari jalan. Warungnya ngga besar, kecil aja. Aku risih. Aku buka percakapan..


"Mba, ko' jualan kaya gitu (bir) sih ?"
"Kan 0% alkohol, Wi."
"Tapi tetep haaraaam. Aku udah cari-cari, MUI mengharamkan karena walopun 0% tapi tetep memabukkan."
"Tapi banyak yang nyari. Kemarin aja ngga ada pada nyari-nyari. Malah minta yang beralkohol, hehe."
Terus ditimpali sama temennya pemilik warung, "yang beralkohol Rp 50.000."
Ko' tau ya ?? Tapi aku cuma jawab ke pemilik warungnya.
"Waduh. Haram engganya kan bukan karena alkoholnya. Tapi khamr. Contohnya narkoba, kan ngga ngandung alkohol kan ? Tapi tetep haram, karena memabukkan (menghilangkan akal)."
"Wah gimana ya Wi, wong banyak yang nyariin."
"Ya suruh beli di tempat lain aja Mba. Jangan jual kaya gitu lagi."
"Kenapa si ? Aku ngga minum inih."
"Dosa Mba, jualan hal haram ikut kena dosanya."
"Wah gimana ya, hidup apa apa dosa, hehe."
"Emang siapa sih yang beli ?"
"Itu, si **** sama temen-temennya."

Nah, ternyata bener. Orang itu dan anak-anak kasihan itu. Ada niatan pengin aku laporin ke ketua RT biar dikasih wanti-wanti, eh ternyata ketua RT adalah pemilik warung. Mapah.. :|
Lihat kan, betapa halusnya bir 0% alkohol itu.. 

*tiduran di atas genteng*

*mencoba bernafas*

Ada lagi tetanggaku yang gagal mabok, kayanya sih begitu :D Soalnya dia pusing, ngga bisa tidur ampe bikin geger warga sekitar rumahnya. Kalo bahasa jawanya disebut wuru :D Tetanggaku itu, sebut saja A, wuru setelah diberi obat anti mabok (perjalanan) sama tetanggaku yang satu, sebut saja B. Emang mau kemana sih, pake makan obat anti mabok ?? Ehhh dengar-dengar lagi, obat anti mabok itu dipakainya untuk mabok bukan mabok perjalanan, tapi mabok betulan ! :K Argggggghhhhhhhhhhhh

*tiduran di rel*

B, tetanggaku adalah siswa SMK kelas X. Kabarnya ia beli obat anti mabok, atau yang lain, sedari SMP dan hampir tiap hari. Aku juga ngga tau obat-obatan kaya gitu bisa bikin mabok apa engga. Dulu sih pas aku masih kecil pernah santer kabar ada obat dicampur ini itu. Dan ngga akan aku kasih tau karena berbahaya, takut nanti kamuh praktekin. Bahaya dunia-akhirah !!!!!!! :’)

Jika dilihat dari segi ekonomi keluarga, anak ini harusnya pandai-pandai bersyukur karena masih bisa sekolah. Warga sini biasanya menyayangkan uang mereka untuk menyekolahkan anak, terutama anak sulung dan wanita. Karena anak sulung harus membantu Orangtuanya mencari nafkah untuk adik-adiknya, dan wanita cukup lulus SD atau SMP kemudian diperistri sehingga nggak jadi tanggungan Orangtua lagi. Membeli motor, makan enak, punya rumah bagus dan bersandang waw lebih dipilih daripada menyekolahkan, ataupun memasukkan anak ke pesantren (yang disini biayanya lebih murah dari sekolah). Dan B, Orangtuanya buruh tani. Belum punya motor, rumah pun masih beralas tanah. Tapi kenapa mau beli pil ?!

Aku coba terka uang saku si B ya. Berkisar antara Rp 5000 - Rp 10000 per hari. Kalau Rp 5000, Rp 2000 adalah untuk biaya angkot berangkat-pulang. Sisanya Rp 3000 untuk jajan. Uang Rp 3000 di sekolah-sekolah sini sudah bisa mengenyangkan perut lho. Anggaplah ketupat satu seharga Rp 1000, gorengan untuk lauk Rp 1000 dapet dua. Sisanya bisa buat beli minum, atau ditabung. Tapi kenapa malah buat beli pil ?????????!!!!!!!!!!!!!!!! *kalem*

Kalau misalnya Rp 10000 kayanya terlalu besar ya. Soalnya pas aku sekolah dulu juga Rp 10000 per hari. Kalau naik bus Rp 4000 per hari untuk transport, kalau pake motor Rp 5000 untuk sekitar tiga kali jalan. Itu juga karena beda kabupaten, nah kalo yang sekolahnya masih di kecamatan tentu ngga segitu ya. Jadi, mungkin uang sakunya dibawah Rp 10000. Kalo Rp 10000 juga beli pilnya nanti banyak amat dong ?? #eh. Pait pait pait pait :v
Mungkin dengan pil karena murah, mudah didapat dan tidak mengundang curiga orang lain ya ? Kalo udah kecanduan, nanti bisa-bisa pengin ‘mabok yang sesungguhnya’ yaitu minuman keras ??? Semoga aja engga ya.. Ya ya yaaaaaaa


Masih melongo tentang dua kejadian diatas, aku teringat lagi percakapanku dengan teman-teman SMP dulu. Karena lama ngga saling temu, aku menanyakan keadaan teman-teman, dimana A, B, C, blah blah blah sekolah, kerja ato blah blah blah. Dan betapa kagetnya aku pas dikasih tau tentang temen sekelas kelas 8 SMP dulu, seorang perempuan..

“Wah, si ‘itu’ udah suka mabok sama cowok-cowok. Kalo mabok bagus banget. Hahaha.”

*degggg*

“serius ??!!?!” *sambil melotot

“iyaa”

"bagus banget tuh maksudnya apa ?"

"yaa gitu deeh"

Sulit dipercaya.. Dulunya anak ini kaleeeeeemmmm banget. Dan tingkahnya ngga macem-macem kea akuhh. Kenapa bisa ????

*pura-pura pengsaaaaaaaaaaaaan*

Ternyata ancaman minuman haram, minuman beralkohol, minuman keras atau apapun itu, sudah benar-benar masuk ke masyarakat dengan berbagai lapisan. Ngga pandang usia, ngga pandang status, ngga pandang jenis kelamin, ngga pandang pendapatan, ngga mandang ! Sebelumnya aku kira ancaman seperti itu hanya terjadi pada orang dewasa, yang sudah pernah merasai hidup di kota besar. Karena aku ingat kejadian sewaktu kecil, ada tetangga desa yang mabuk, kemudian digerebek oleh warga desaku. Orangnya udah berusia kerja dan pernah tinggal di ibukota. Lol :D

Tapi semakin bertambahnya tahun, minuman keras sudah seperti barang halal saja. Sudah banyak orang-orang yang memaklumi kalo ada yang ‘minum’. Maklum, anak nakal. Lho ??????
Atau seperti pemilik warung diatas, yang hanya mencari keuntungan tanpa peduli akibat yang tertimbul nanti.
Aku benar-benar syok !!!!! *gaya  ngomong lebay*
Kalau di desa kecil di kota kecil aja ampe segininya, bagaimana yang di kota-kota besar ?!?!??!!!!


Apa sih ‘minuman keras’ atau ‘minuman beralkohol’ itu ???



Miras (minuman keras) atau minol (minuman beralkohol) adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Dan alkohol merupakan zat psikoaktif yang bersifat adiksi atau adiktif.  Zat psikoaktif adalah golongan zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif dan kesadaran orang. Adiksi atau adiktif adalah suatu zat yang apabila digunakan dapat menimbulkan kecanduan atau ketergantungan.

Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol yang bila dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus dapat merugikan dan membahayakan jasmani, rohani maupun bagi kepentingan perilaku dan cara berpikir kejiwaan sehingga akibat lebih lanjut akan mempengaruhi kehidupan keluarga dan hubungan dengan masyarakat sekitar. (Wresniwiro, 1996)

Dalam Islam, miras termasuk dalam khamr. Khamr menurut bahasa berarti penutup, berasal dari kata Khamara yang berarti menutupi. Dimaksudkan bahwa khamr bisa menutupi akal fikiran dari mengetahui keadaan yang benar. Sedangkan dalam istilah fiqh yaitu segala macam yang memabukkan.
Dengan pengertian khamr tersebut, aku jadi tau kalo ngga semua yang mengandung alkohol itu haram. Eitt !! Jangan seneng dulu !!! Dan yang ngga mengandung alkohol bisa menjadi haram. Contohnya tape, walau mengandung alkohol tetapi tidak memabukkan, maka dihukumi halal. Sedangkan ganja, tidak mengandung alkohol, tapi haram karena memabukkan atau menghilangkan akal.

RasuluLlah shallaLlahu’alayhiwassalaam bersabda, “Setiap barang yang memabukkan dinamakan khamr, dan setiap khamr itu haram hukumnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Lalu, hukum bir 0% alkohol kenapa haram ?!
Beberapa pihak melaporkan bahwa ketika mengonsumsi bir 0% alkohol tetap merasa mabuk. Dan segala sesuatu yang menyerupai barang haram maka dihukumi haram.

Itu pengertian-pengertian yang aku rangkum dari berbagai blog. Seperti pengertian kita kebanyakan kan ? Yaitu minuman yang mengandung alkohol, memabukkan, bikin kecanduan dan berbahaya. Orang yang akalnya hilang kan berbahaya. Manusia udah dikasih akal  yang ngga dimiliki makhluk lain #eh malah sengaja diilangin. Aneh :P
Oleh karenanya, aku saranin untuk kamuhh semua, hindari, jauhi, tinggalkan, kacangin tuh yang namanya khamr ! Bakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar, bakaaaaaaaaaarrr !! ;D



Terutama buat kamu, Pemuda ! :')
Aku menaruh harap padamu, demi keberlangsungan hidup yang lebih baik untuk masa depan.
Duhai Pemuda, bacalah postingan ini dengan senyum dari hati yang tulus sampai selesai.. :D


KENAPA ITU TERJADI ??

Itu pertanyaan yang hinggap terus disini *nunjuk ke otak dan hati*, dan belum mau pergi. Karenanya aku sibuk gugling dan tanya ke Mantemankuh. Internet dan gadget adalah pasangan yang tepat untuk introvert sepertiku, *grin
Ternyata untuk memperoleh jawaban yang lengkap, yang aku inginkan, itu ngga mudah. Ada yang ngga punya pulsa berjamaah, ada yang sinyalnya dimakan kuman dan banyak yang ngga berpengalaman untuk masalah ini. Alhamdulillaah untuk yang terakhir :')

Kebanyakan dari kita, sejak kecil pasti sudah diberitahu kalo miras itu haram oleh Orangtua, guru ngaji ataupun guru. Kalo aku kecil dulu, aku ngebayangin miras itu minuman berisi racun. Dosanya gede juga, hihi. Tapi setelah aku beranjak remaja, kenapa banyak anak seusiaku yang kemudian menghalalkannya ? Menghalalkan yang sudah jelas dilarang. Ini gimanaa gitu.. Ya, yang menjadi perhatianku untuk masalah ini adalah remajanya. Remaja usia sekolah, usia kuliah, usia labil, yang harusnya masih polos sepertiku :J *lap ingus*

Berikut aku paparkan analisaku, dari bacaan maupun dari teman.
  1. Lingkungan bergawl (baca : bergaul)
Lingkungan kita bergawl, dengan siapa kita bergawl, itu sangat berpengaruh buat kita. Beruntung kalo lingkungan kita bener, nah kalo ngga bener ?? Aku ambil contoh, temanku. Dulunya dia bilang dengan jelas kalo dia ngga akan pacaran lagi, ketika dia bergawl dengan anak yang anti pacaran. Karena, kamu tau lah gaya pacaran anak zaman sekarang, ngerikkk pake k dan pake bangetttt !! Tapi pas dia gawl di lingkungan anak-anak yang pacaran, dia melupakan kata-katanya dan balik berpacaran. Ato temenku yang lain, yang gaulnya dengan anak badung yang suka minum khamr, dia pun ikut. Katanya cuma nyicip. Tapi ingat ya, sesuatu yang besar berawal dari hal kecil. Kita jatuh terpeleset yang mungkin ngga bisa bangun lagi karena terpeleset kerikil, bukan batu besar. Heuheu. Jangan coba-coba, sekali lagi, jangan coba-coba !!!
Uh, luar biasa ya pengaruh lingkungan ini >,<

  1. Gaya hidup
Untuk anak-anak yang sudah terbiasa merokok, tentulah sulit untuk menghentikan kebiasaan itu. Berawal dari coba-coba yang kemudian ketagihan. Bukannya berhenti, tapi ingin tambah. Katanya sih, pecandu miras, pecandu narkoba, biasanya diawali dari rokok. Miras dan narkoba sudah jelas haramnya, karena itu termasuk khamr. Tapi kalo rokok ?! Ngga jelas halal ato haramnya. Padahal bahaya yang terkandung tak kalah luar biasa dari khamr. Sayangnya, anak usia sekolah bahkan SD sudah mulai terbiasa dengan rokok L Adalah ketika aku mampir makan di sebuah rumah makan yang kebetulan ada rombongan anak sekolah yang berpariwisata. Kebulan dan bau asap rokok ada dimana-mana. Mereka anak sekolah yang ngga malu kempas-kempos sana-sini. Dimana gurunya ?!
Ada lagi pas aku disuruh motokopi sama Mamaku di terminal kota kecamatan, banyak banget anak SMP-SMA yang nongkrong sambil jajan dan ngerokok. Tanpa malu-malu beli dan buang asap beracun sana-sini. Ada yang ngutang sama temennya malahan. Masih make seragam juga.. Aaaaaaaaakkkk

*duduk di bawah pohon pisang*

Dulu temen kelasku tiap aku deket dia pasti bau rokok. Aku bilangin buat coba berhenti. Katanya susah banget. Begitu pun kata mantan pecandu rokok, untuk bisa lepas memang ssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuussssssssssssaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh. Maka hey Pemuda, jangan coba-coba ya !

  1. Pendidikan di rumah.
Ini nih, yang anak zaman sekarang sering jadi korban, walaupun mereka kadang dianggap menjadi ‘tersangka’. Korban tanpa sadar. Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua akan membuat anak merasa kesepian. Kemudian ia akan mencari perhatian dari orang lain. Kalo anak sekolahan ya biasanya sama temennya aja. Dan yang waktunya biasanya luang buat main-main kan anak-anak yang dalam tanda kutip tuh. Soalnya kalo ngga dalam tanda kutip, anak-anaknya pasti sibuk belajar, bantu orangtua ato kegiatan lain yang bukan main-main. Tapi anak kurang perhatian kan maunya main-main, nah loh. Anak yang bertanda kutip biasanya sama di rumahnya.
Oleh karena itu peran Orangtua sangaaaaaaaaaaaaaaaaat penting disini. Karena anak belajar pertama kali dari Orangtua. Apalagi kalo masih kecil, masih remaja, masih labil banget kan ya, jangan pernah disia-siain. Awasin tapi jangan dikekang.
Selain kurang perhatian, ada juga anak yang terlalu dimanja. Tiap kesalahan yang dilakuin anak pasti dibenerin. Kalo ngga ditutup-tutupin walo dunia tau, heyyyy !

Ada juga anak yang polos, malah dikasih rokok sama orangtuanya. Alasannya kasihan, karena teman-temannya udah pada ngerokok. Hah ?! Mungkin ini kasusnya sama kaya miras. Pas kecil katanya ngga boleh, pas gede terserah deh. *jedotin pala ke bantal*

Jadi kalo remaja buat kenakalan, coba liat dulu kondisinya di rumah kaya apa. Sekali lagi, bisa aja mereka adalah korban. Dan karena remaja cemungutnya #eh semangatnya lagi berkobar-kobarnya, jangan kemudian menyalahkan yang udah salah. Tapi liat dari semua sisi. Katakana dari hati ke hati dengan perasaan lembut, jangan pake emosi. Buat anak jangan coba-coba yaa :D

Karena aku lihat dari kondisi keluarga anak yang suka beli bir 0% itu, terbilang mapan kalo buat warga kampung sini. Tapi orangtuanya emang ngga peduli sih, jadinya ya gitu. Harusnya sih mampu buat nyekolahin, tapi engga. Padahal anak bungsu.

  1. Mudahnya mendapatkan khamr.
Faktor ini sangat didukung oleh ketiga factor sebelumnya. Rokok, hampir di semua warung menjual dengan berbagai merk. Minuman keras atau minuman beralkohol pun bebas dijual di supermarket. Biir 0% alkohol aja udah bebas di warung kampung. Pil ? Pun demikian -_- Kecuali narkoba. Narkoba harganya mahal, dan transaksinya cenderung tertutup, setauku. Dan harganya pun selangit..

  1. Hukum yang tidak jelas dan tidak tegas.
Di luar negeri, penjualan rokok dan minuman beralkohol dibatasi hanya untuk anak berusia 18 tahun keatas. Penjualnya pun dilarang menjual ke anak yang belum cukup umur. Jika dilanggar, hukuman siap dijatuhkan. Kalo narkoba, sepertinya di semua negara menjadi barang haram ya x) Dan pengedar pun dihukum berat. Itu semua berbeda dengan Indonesia. Rokok dan khamr dijual bebas sebebas-bebasnya. Tidak ada pengawasan. Hukum tumpul. Seperti kasus gembong narkoba asal Australia dahulu, yang malah diberi grasi. Sungguh aneh, bukan ? :’)
Dari berbagai artikel dan berita di media, aku berpikir, jika saja hukum tegas tanpa kompromi pasti para ‘penjahat kepemudaan’ itu akan berpikir terus tanpa eksyen untuk bisnis barang haram itu, ehehhe.
Andai, oh andai saja.. Lalalaaa

Aku heran dan tanya ke Om @irhamsastro, lulusan Hukum. Ada UU apa ngga tentang miras ni. Katanya ngga ada, adanya RUU. Dan tentang miras biasanya tuh Perda (peraturan daerah) yang mengatur, ngga boleh anak dibawah 18 tahun beli.

Tapi sepertinya ngga banyak yang mengiyakan..

  1. Sikap tidak pedulinya masyarakat.
Yap. Masyarakat sekarang cenderung acuh jika ada anak kecil merokok, remaja mabuk atau pemakai narkoba. Hidup-hidup mereka, biarin lah.. Ngapain sih ngurusin orang lain, urusan sendiri aja banyak. Heh -,-“
Bisa juga karena masyarakat tidak cukup berani untuk melaporkan, atau mungkin bosan untuk melapor. Kenapa ?? Karena kebanyakan temen yang aku tanyai menjawab penjual dibeking oleh oknum aparat, asal mereka membayar upeti.. #eaaaa
Tapi ane yakin ngga semua kea gitu..
Aku ambil kesimpulan, bahwasanya masyarakat sekarang kurang peka dan kurang menyadari akan bahayanya khamr. Dan sikap mereka yang seperti itu, tanpa sadar telah membantu memperluas penyebaran dan memperbanyak konsumen barang haram tersebut. Sangat disayangkan :’( Ngga percaya ?? Makanya baca postingan ini keseluruhan :’(





Keenam faktor diatas saling berhubungan menjadi suatu harmoni #hah. Maka jagalah lingkungan kita. Aku tau, ngga semua dari kita berada di lingkunagan yang baik. Jika kamu berada di lingkungan yang kurang baik, jangan terwarnai, tapi warnailah. Maksudnya jangan kebawa, kalo bisa bawa mereka sedikit demi sedikit untuk menjauhi yang kurang baik. Kalo kamu ada di lingkungan yang baik, jangan terus kamu ngerasa lebih.



Lah, aku jadi ngelantur gini.. :D maapp


*memandangi langit dengan mata terpejam*


Ini sekadar mengingatkan akan bahayanya khamr untuk kita semua. Mohon untuk Agan dan Aganwati membacanya dengan tersenyum, bukan manyun ^^
Terutama buat kamu, Pemuda !
Aku menaruh harap padamu, demi keberlangsungan hidup yang lebih baik untuk masa depan.
Duhai Pemuda, bacalah postingan ini dengan senyum dari hati yang tulus sampai selesai.. :D


Dampak yang langsung diterima sesaat kalo Agans minum:
  • Badan terasa santai
  • Pengendalian diri ilang
  • Pergerakan badan yang nggak terkendali
  • Pandangan kabur
  • Bicara ngga jelas
  • Mual dan muntah-muntah
  • Hilang kesadaran
  • Kematian dengan berbagai cara. Bisa bunuh diri, kecelakaan gara mengemudi dengan pengaruh alkohol atau lainnya.

Terus, ini dampak yang dahsyat, Gan ! >.<
  • Perut serasa kebakar
  • Hatinya rusak.. kandungan alkohol diatas 40 gram untuk pria setiap hari atau diatas 30 gram untuk wanita setiap hari dapat berakibat kerusakan pada organ peminumnya. Organ yang paling rawan akibat miras adalah hati. Orang yang udah biasa minum minuman beralkohol atau bahkan dengan takaran melebihi batas, setahap demi setahap kadar lemak di hatinya akan meningkat. Hal itu menyebabkan hati harus bekerja lebih dari semestinya untuk mengatasi kelebihan lemak yang tidak larut dalam darah. Dampak lebih lanjut kalo kelebihan timbunan lemak di hati adalah akan memakan hati sehingga selnya akan mati. Kalo ngga cepet diobati fungsi hati bakal berkurang, bahkan bisa nyebabin kanker hati. Satu organ tubuh manusia yang jika ianya baik maka pemiliknya pun baik adalah hati. Manusia berhati baik, maka jagalah hatimu. Untukku.. #eh
  • Tekanan darah tinggi. Seteguk khamr akan menyebabkan bertambahnya tekanan darah. Dan kalo kadar khamr yang diminum semakin banyak, maka bisa nimbulin gejolak yang ningkatin tekanan darah. Tekanan darah ini bisa mecahin syaraf-syaraf yang ada di dalam otak, yang bisa menyebabkan lumpuh. Bahaya banget kan ?? Apalagi yang punya penyakit darah tinggi, tiati ya.
  • Kerusakan otak. Mungkin karena akalnya lama diilangin ya Gan ? lol
  • Kehilangan daya ingat
  • Kebingungan
  • Ketidakstabilan darah
  • Kerusakan jantung
  • Kanker saluran pencernaan
  • Risiko kanker payudara meningkat
  • Gangguan pencernaan
  • Susah tidur
  • Susah nginget dan konsentrasi
  • Depresi
  • Kecanduan
  • Masalah sosial. Misalnya nyuri demi punya uang buat beli khamr. Misalnya lagi berantem sama keluarga gara-gara keluarga pengin kamu berhenti jadi pecandu. Bukan cuma keluargamu yang pengin kamu berhenti jadi pecandu, aku juga.. Sungguh L(


“Sesungguhnya khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaithon. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS al-Maa’idah ayat 90)



Dan jawaban yang hampir sama disampaikan oleh temanku, yang dulunya pernah terperosok ke kubangan ini. AlhamduliLlah sekarang udah engga. Ane tulisin lagi untuk lebih meyakinkan Agans yang belum yakin, dan untuk memberitau Agans yang awwam banget kaya ane.


“Ya ada perasaan hepi gitu.. Banyak orang mabuk otaknya gak beres.. Jika orangnya pendiem, ketika mabuk yang keluar dari dirinya yaitu:
- Berani
- Gak tahu malu
- Nyablak
- Banyak tingkah..
- Sensitif
- rese
- cari masalah
Beda dengan yang tiap harinya atau waktu normalnya aktif pas mabuknya hanya diem, enjoy, menikmati, kalo pun nyablak itu hanya bercanda ma temen-temennya doang yang waktu itu bareng mabuk”
“Miras ada berbagai kategori.. Dibawah 10% dan diatas 10% kadar alkoholnya.. Untuk dibawah 10% di toko waralaba (mart) banyak terpajang (bir, mix max -merk dagang-, dll).. Itu dijual bebas.. Ada jg yg menyembunyikan, tapi jika diminta pasti akan dilayani..
Miras diatas 10% biasanya ada di toko-toko khusus.. Di toko-toko kelontongan juga.. Di kios-kios warung pinggir jalan juga.. Di kedai-kedai jamu juga.. Yang diatas 10% itu bukan bir.. Banyak jenisnya, ada anggur merah, vodka, anggur kolesom, tuak, arak.. Ini yg berbahaya, karena bisa saja minuman-minuman itu palsu.. Kalo ditoko-toko khusus itu menjual juga miras merk luar negeri..
Aparat, tidak bisa berbuat banyak baik aparat tingkat rt/rw.. Desa.. Polisi sekalipun.. Entah apa? Disuap? Gak mau tahu? Yang jelas jarang ada tindakan.. Nah kecuali ada razia gabungan.. Itupun hanya menyita miras saja.. Yang menjual cuma diberi penyuluhan saja..
Dampak bagi kesehatan jelas merugikan.. Sebagian besar peminum miras tahu bahwa miras itu bahaya.. Tapi tetep saja diminum..
Dulu pas generasi ane, iya banyak peminum.. Tidak tiap hari, pas weekend dan pas malam-malam liburan saja.. Ditunjang dengan dekatnya ke tempat hiburan malam.. Nah untuk para pemabuk dengan adanya tempat hiburan seperti jadi merasa difasilitasi.. Tempat hiburan itu juga menyediakan miras ya minimal bir..”

Minuman keras terbagi jadi 3 golongan
  • Golongan A berkadar alkohol 01%-05%
  • Golongan B berkadar alkohol 05%-20%
  • Golongan C berkadar alkohol 20%-50%


“Harga bir kisaran Rp 14000 – Rp 20000.. Harga minuman yang kadar alkoholnya lebih dari 10% itu dari Rp 25000 – Rp 50000 (merk lokal).. Untuk merk luar negeri dari Rp 150000 - keatas..”

Itu kata temanku. Yukk kita lihat lagi paragraf ke 7, yang mabok pake obat anti mabok. Dan paragraf dibawahnya tentang uang saku. Harga termurah, yaitu Rp 14000, masih dirasa mahal lho ! Tapi kalo uang saku seminggu dikumpulin sih udah dapet. Duh, pikiran ane kenapa ini.. *puyeng*

Heh, eloh bocah ! Sok tau banget ya lo. Lo jangan cuma liat bahayanya khamr, liat manfaatnya juga dong !

Dulu aku baca di timeline twitter seseorang yang nggak setuju adanya Perda tentang miras, dengan mengatakan berbagai manfaat miras (bir, wine, anggur dan semacamnya). Salah satunya untuk kesehatan jantung. Kemudian aku gugling, aku dapati kalau seseorang memperbanyak minum khamr malah bakal kena penyakit jantung yang membahayakan.

Kata Dr. Musthafa al-Haffar, guru besar pada fakultas kedokteran di Perancis yang khusus membidangi penyakit dalam, “Seluruh bentuk minuman keras mengandung alkohol. Pengaruh alkohol ini sangat membahayakan bagian tubuh peminum. Dengan melewati usus, alkohol ini akan terus berjalan menuju alat pencernaan. Dari alat pencernaan ini alkohol akan disebarkan ke seluruh tubuh.

Selamanya, khamar bukanlah obat penyakit dalam. Sekalipun di masa sekarang dan masa yang lalu sebagian dokter cenderung mengatakan bahwa khamar sebagai obat mengingat pengaruhnya terhadap peredaran darah yang bisa melancarkan. Tetapi, sekarang telah terbukti bahwa pengaruh khamar terhadap pembuluh-pembuluh darah hanya bersifat sementara. Setelah itu justru akan timbul pembekuan yang lebih parah bagi penderita. Hal ini dapat dibuktikan dari penggemar minuman keras yang banyak terdapat bercak-bercak merah sebagai tanda pembekuan darah. Dan berdasarkan penyelidikan ilmiah, khamar akan menyebabkan pembekuan pada pembuluh darah sehingga akan menimbulkan pembengkakan. Kemudian, mengenai para doker ahli ilmu jiwa yang membuat terapi bagi para penderita, mereka ini cenderung menggunakan obat minuman keras bagi penderita lemah syaraf. Padahal, obat tersebut bukanlah obat yang sebenarnya. Sebab, reaksi khamar ini hanya bersifat sementara, dan setelah reaksi hilang, maka penderita akan mengalami penyakit yang lebih berat. Sebenarnya maksud para ahli memberikan minuman keras kepada penderita adalah semata-mata, agar kesusahan yang menimpa penderita dapat diperingan. Tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Sebab, cara penyegaran syarap adalah cara buatan dan bukan cara yang sebenarnya. Dan akibat semakin banyaknya kesusahan yang menimpa penderita, maka ia akan semakin membutuhkan minuman keras yang lebih banyak. Maka, jadilah ia pecandu khamar. Patut untuk disampaikan di sini bahwa para ahli kedokteran di Amerika dan Prancis sangat membela keistimewaan-keistimewaan kasiat khamar. Tetapi setelah diadakan penyelidikan, ternyata mereka juga mempunyai pabrik-pabrik dan ladang-ladang yang memproduksi minuman keras.”

Ada faktor ekonomi juga ternyata, Gan :v
*kibas kerudung*



Kemudian, kata temanku,

“Efek dari semua ini ya ane menjadi penderita Anxietas n Panic Disorder.. Kecemasan dan serangan panik.. :) Tidak ada pemicunya, tiba2 aja cemas n panik.. Beda dengan kita menghadapi sesuatu didepan kita, cemas dan panik itu wajar.. Karena ada sesuatu yang dihadapi..

Nah orang-orang Anxietas itu tanpa ada objek yang dihadapi tiba-tiba cemas, tiba-tiba panik.. What the?!! Alkohol adalah salah satu pembuka.. Jadi gini, diotak itu ada zat kimiawi pembawa kebahagian dan kesedihan.. Zat ini ditutup oleh pintu yang bisa mengontrol zat itu keluar dan masuk.. Nah orang-orang anxietas itu pintu zat pembawa kesedihannya terbuka lebar.. Malah ada yang rusak juga.. Sehingga zat pembawa kesedihan ini melebar kemana-mana lalu timbulah kecemasan dan panik berlebih.. Apa yang merusak itu? Ya alkohol salah satunya.. Ya cemas berlebihan lah Dew.. Panik juga.. Serangan fisik juga.. Jadi anxie itu disamping nyerang psikis, fisik juga diserang..”

Tertegun. Kita aja kalo lagi ada masalah kemudian cemas berlebih rasanya ngga enak kan ya ? pengin cepet-cepet berenti. Sekali lagi, jangan coba-coba !! :)


Islam memandang khamr adalah ummul khabaa-its yang berarti sumber segala perbuatan keji dan miftahu kulli syarrin yang berarti kunci segala kemaksiatan. Ada suatu hikayat yang bisa menjadi pelajaran untuk kita semua,
“Dahulu ada seorang raja Bani Isra’il menangkap seseorang. Lalu orang itu disuruh memilih; minum khamr, membunuh anak, berzina, makan daging babi atau dibunuh. Maka dia memilih meminum khamr, kemudian setelah ia mabuk maka semua perbuatan ia lakukan”

Dalem… Seringkali kita tertipu yang kelihatan lebih baik, padahal bisa sebaliknya.. 

Jangan sampe ya Allaah.. jangan sampe kita menenggaknyaaa T^T


Oke, sekarang kita udah tau ya bahayanya miras. Kecuali yang belum tau :|
Kesimpulan yang ogud ambil adalah, semakin dikata modern zaman ini, semakin miras merajalele. Udah mulai ngga asing lagi di masyarakat. Ketika dikatakan haram, “ah halal-haram mulu dari dulu. Normatif, dogmatis banget sih”.
Aku juga ngga tau kenapa jawabnya bisa begitu, padahal Kitab Suci adalah untuk panutan kita sampai akhir zaman. Oh.. Adalah banyak orang yang tidak tau ajaran agamanya sendiri. Dan mungkin juga kurangnya sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya miras. Dan juga faktor-faktor yang ogud sebutin di bagian analisa, sila scroll-up, jangan males :D
Dan ngga semua orang tuh bisa lama-lama di depan layar kea kita, ada yang ngga bisa blas juga. Maka sosalisasi nyata sepertinya oke ? :') Atau mungkin, print out ?? Kira-kira apa eaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh

Indonesia adalah negeri berpenduduk Muslim terbanyak, sungguhhhh sayang banget kalo miras dan temen-temennya bebas gentayangan di hati para pemudanya. Mari Kawans, kita dukung RUU Anti Miras untuk disahkan menjadi UU ! :)
Kalo aku sih penginnya ngga cuma miras, tapi rokok juga. Walau belum jelas halal-haramnya, harusnya ada peraturan yang memberlakukan minimal usia untuk membeli dan mengonsumsinya. Rokok itu dimakan ngga sih ?? Oh, engga ya ?? Oke, gue ralat.
Harrusnya ada peraturan yang memberlakukan minimal usia untuk membeli dan membakar uang (rokok) :D
Ahahaha

Nah untuk kita, perorangan, kalo belum bisa langsung membahana ke semua orang ya minimal dari diri kita dulu. Kemudian ke keluarga, saudara, teman, tetangga dan seterusnya. Hal besar diawali dari hal kecil :)

Hey Pemuda, jangan ancurin idup lo cuma karena rasa penasaran lo sama khamr. Soalnya itu bikin lo ngga keren. Karena sesungguhnya lo tanpa sadar ngancurin idup lo sendiri, yang pasti jika lo ancur ortu lo bakal sedih, gue juga :( Mending rasa penasaran lo tuh jadiin ke yang berguna. Kaya misal penasaran gimana cara bikin brownies enak dan sehat buat dijual :D hihihi

Terus buat kamu daripada ngumpulin duit buat beli khamr mending ditabung ajah. Kalo buat beli khamr udah dosa, ngga adauntungnya sama sekali ! :)

salute !


Dan buat yang udah terlanjur tapi pengin Taubat, itu KEREN BANGET !!!!! *jempol*
Aku dapat kisah dari Mba Dyah dan Om Zie, mantan pecandu yang dulunya waw gituhh, setelah taubat jadi rajin banget beribadah. Maa Shaa Allaah.. :')

Jaga anak, adik, kakak, sodara kita lah pokoknya. Terutama yang kaya gue, labil. Lihat aja dari atas ke bawah dari aku, ane, ogud, gue blah blah blah -_-

Oke, sekian. Mohon koreksi jika khilaf

(Dewi, masih 18 tahun, anti khamr)







Sumber:
http://islamiwiki.blogspot.com/ 2012/03/minuman-keras-dan-bahaya-kesehatan.html?m=1 
http://m.facebook.com/note.php?note_id= 107949473651 
http://kabarislam.wordpress.com/ 2012/04/23/proses-pengharaman-khamarminuman-keras/ 
http://zulv1ck4r.wordpress.com/ 2008/12/30 /minum-minuman-keras/ 
http://islamwiki.blogspot.com/ 2009/05 /khamr.html?m=1 
www.sehatpangkalkaya.com/makanan-minuman/36-dampak-dan-bahaya-minuman-keras-bagi-kesehatan
www.makalahmajannaii.blogspot.com/ 2012/07 /bahaya-narkoba-bagi-remaja.html?m=1 
www.caraobat.blogspot.com/ 2013/04/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan-tubuh-dan-pelajar.html?m=1 
www.socialstudiestask.blogspot.com/ 2013/02 /minuman-keras-dan-remaja.html?m=1 
www.abul-jauzaa.blogspot.com/ 2011/02/minuman-yang-mengandung-alkohol-khamr.html?m=1 
www.islamiwiki.blogspot.com/ 2012/03/hukum-tentang-haramnya-semua-jenis.html?m=1 
www.yafi20.blogspot.com/ 2012/05 /minuman-keras-menurut-semua-agama.html?m=1 
www.m.detik.com/news/read/ 2013/03/27/080100/2204706/10/alasan-jual-miras-ke-orang-belum-18-tahun-dibui-1-tahun 
www.desxripsi.blogspot.com/ 2011/06/sisi-positif-dan-manfaat-minuman-keras.html?m=1 
www.cindy-ulziana.blogspot.com/ 2013/02/makalah-pandangan-agama-hindu-tentang_5.html?m=1 
www.stevendarmawan.blogspot.com/ 2010/01/pengertian-minuman-keras-dan-dampaknya.html?m=1 
www.satrioarissetiawan.blogspot.com/ 2012/01/yang-haram-itu-khamr-bukan-alkohol.html?m=1 
www.mey20.wordpress.com/kesehatan/bahaya-minuman-keras-bagi-kesehatan/ 

Terima kasih Mba Dyah, Ka Fandy, Ayomi, Om Ipur, Om Yuda, Agung, Om Tika, A ikmal