Pages

Selasa, 26 Juni 2012

Kisah Bocah yang Terjungkal-jungkal

tetap berjalan



akan ku ketikkan untukmu tentang kisah seorang bocah :)

#FYI, bocah ini adalah sahabat baik saya, saya anonimkan bocah ini karena dia yang meminta. Saya kasih dia nama Oren dan saya mempostingnya dengan pelaku utama :)

selamat membaca !!! :D

*setel lagu balonku ada lima, biar dramatis*
*eh baca BasmaLlah dulu ya*

bulan November 2010, adalah saat-saat aku kemasukan rasa aneh, bukan arwah jahat. Aku yang dulunya gak suka baca, jadi suka baca walo cuma di hp butut. Tapi dari sana, aku banyak mengetahui apa yang teman-teman di sekolah tidak tau. Karena teman-teman lebih suka baca status facebook alay yang bermekaran juga pelajaran demi nilai tinggi daripada membaca hal penting untuk dunia akhiratnya..

Gara-gara adanya virus aneh itu, aku semakin memanfaatkan hp bututku untuk membaca, membaca dan membaca !
Sampai-sampai aku menemukan tulisan berjudul Hikmah Kematian di bulan Desember. "hah, judulnya lucu banget.. Hikmah.. Kematian.. Mungkin biar gak takut mati.." pikirku. Aku pun membuka dan mambacanya.

Satu per satu kalimat aku lahap. Tak ada yang terlewat sehuruf pun.. Walau sebenarnya ingin sekali aku membuangnya, tapi hatiku menolak..
Rasanya, seperti ada seseorang yang telah memberiku nasihat.. Memukul sekali.. Rasanya, sampe sini..
Ternyata isinya bukan seperti yang aku bayangkan.. Isinya menyeramkan.. Dan mengajak untuk kebaikan.
Aaaaaaaaaaa
aku seperti dikepung oleh entah siapa. Seperti ada mata yang selalu mengawasiku. Bukan mata Sauron, aku yakin. Bayang-bayang kematian.. Bayang-bayang kubur.. Bayang-bayang orang yang menangisiku.. Menakutkan..

Dulu, sebelum aku membaca artikel tersebut, aku adalah seorang yang lalai. Shalat kalo mau doang.. Ilmu agama minim.. Sekolah gak terlalu bener..dan semacamnya. Astaghfirullah.. Aku benar-benar tersadar dan menyesal kala itu. Kenapa ada anak sebodoh dan selalai aku.. Aku merasa tak berguna..

*nangis di jembatan*

Hari-hari setelah membaca artikel itu, tetap sama, seperti setelah aku baru membacanya. Seperti ada mata yang selalu mengawasiku.. Mata siapa.. Galau tiada terkira.. Duh, apa mata itu akan 'menjemputku'..ah
Aku ingin sekali melunasi hutang-hutang shalatku yang dulu aku tinggalkan.. Apakah harus dilunasi dengan mengqadhanya, atau cukup dengan bertaubat untuk tidak mengulangi lagi.. Aku googling, tak ku temukan jawabannya..
Karena ketakutanku, aku memperbanyak shalat sunnah.. Tapi aku belum percaya pada diriku..

Ada tulisan yang menuliskan, jika memang bertaubat dengan sungguh-sungguh, misal dosa segunung maka ampunan Allah sebesar gunung juga. Asal sungguh-sungguh.
Juga, ketika aku berjalan mendekat kepadaNya, maka Ia berlari menyambutku. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Aku percaya itu.. Dan tulisan itu telah menambah semangatku untuk lebih baik ke depannya.
Tapi aku tetap saja bingung dengan masalah shalat itu. Kalau aku tidak mengqadhanya, apakah aku sudah bersungguh-sungguh ?

Bingung. Karena pemahaman agama yang teramat sangat minim, juga lingkungan keluarga maupun sekolah yang kurang mendukung.. Juga tidak adanya 'guru'.. Tak ada orang yang cocok untuk aku tanyai.. Membuatku semakin kalut.

 Aku malu pada diriku sendiri.. Pengen menjerit banget. Merasa sendiri di dunia ini.

Aku tidak mau kalau aku mati, aku akan bersama setan.
Aku tidak mau di kuburan aku menjadi santapan cacing dan belatung.
Aku tidak mau menyia-nyiakan hidupku yang harusnya berharga ini!

Bagaimana ? Tentu tidak bisa kalau Allah tidak meridloiku, bukan ?

Karena kekalutan itu, aku bertanya kepada seseorang, yang sama sepertiku mungkin, dulunya anak nakal, tapi telah bertaubat. Dan mungkin beliau lebih nakal ya, soalnya baru belajar baca Al Quran sejak kelas 2 SMA, gaulnya sama para pemabok juga. Jadi, ada harapan aku masih bisa terselamatkan..
Dan beliau, wah..deh pokoknya

Aku bertanya kepadanya, "apakah aku harus mengqadha shalat yang aku tinggalkan ? Jika iya, berapa ? Aku tidak tau berapa banyak yang aku tinggalkan.. Tapi aku takut kepadaNya.." , "apa ciri orang yang akan mati ? Apakah seringnya mendengar suara 'ngiiing' di telinga?" (dulu perasaanku was-was banget, sering denger suara nging juga. Dan biasanya kalo denger itu ada sesuatu yang berhubung duka)

beliau menjawab tidak perlu.. Perbanyak saja shalat sunnah dan benar-benar bertaubat.
Lakukan apa yang Allah suka. Allah Maha Pengampun, Dia tidak akan membebani hambaNya untuk bertawbat.
Aku terenyuh.. Ada perasaan lega saat itu

Kemudian beliau menjelaskan ciri orang yang akan meninggal.
Ada sedikit rasa lega rasanya, tapi juga was-was.
Was-was jika aku meninggal.. Bekal apa.. Bagaimana perasaan Ibu.. Aku belum melakukan banyak hal untuknya.. Apalagi untuk agama ini..
Ya Allah.. Aku tidak mau aku sia-sia..

Dan hari-hari setelah itu, aku diperkenalkan media Islam yang ke depannya selalu kubaca tiap hari.

Perlahan, perasaan kalut itu menipis, bukan menghilang. Dan karena itu, aku menjadi rajin ke perpus. Aku pinjam buku bacaan disana. Karena aku belum mampu membelinya sendiri. Selain toko buku juga jauh.

Dan Alhamdulillah, ternyata ada kajian khusus akhwat tiap hari Jumat di sekolah. Aku selalu mengikutinya, walau di kedua pertemuan awal aku belum ikut.

MashaAllah, sungguh banyak yang bisa ku ambil dari kajian-kajian itu. Tapi, sekali per pekan tidaklah cukup untukku yang sangat faqir ini..

Kemudian aku berinisiatif membuat sebuah group di facebook, untuk menampung dan menyebarkan apa yang telah aku dapat dari kajian itu kepada teman-temanku. Juga membuat notes di facebook.

Angin segar datang..
Aku dan teman-teman yang mengikuti kajian keakhwatan, ada jadwal juga untuk belajar membaca Al Quran ! Alhamdulillah..
Ternyata masih ada diantara kami yang belum lancar membacanya, bahkan panjang-pendeknya pun belum bisa.. Sungguh ironis. AstaghfiruLlaah..

 Sayangnya kajian itu tak diadakan lagi. Aku tidak pernah melingkar lagi..walau rindu. Rindu ini begitu menggebu..

Aku hanya mengandalkan belajar dari internet, dari hapeku, membaca tulisan di media Islam.. Juga dari buku di perpustakaan sekolah. Aku kira tak apa. Seperti Muhammad Alexander Pertz, bocah Amerika yang menjadi Muslim karena membaca buku. Padahal dia dari kelurga non Islam.

Dari membaca dan menjadi bocah dunia maya, menurut orang-orang aku berpaham Jihadi. Ada teman sekolah yang mengatakan aku ekstrem.

Untuk berpaham Jihadi, mungkin iya mungkin tidak. Mereka mencap aku seperti itu, karena melihat postingan-postingan juga komentarku. Banyak tentang Palestina, dan lainnya. Aku hanya ingin menjadi Syuhadaa' dan aku juga tidak mau hanya berpangku tangan melihat saudara-saudaraku di seberang sana didzalimi terus-menerus. Aku juga teringat selalu kesalahanku yang dulu. Mungkin jika aku bisa 'kesana', aku akan bisa 'memaafkan' diriku. Apakah karena itu aku dianggap ekstrem ? Ekstreman mana sama yang suka ngegossip sampe ngga tau kabar Palestina ?

Isy kariimun au mut syahiidan !

Selain itu, aku juga aktif di social network untuk menambah jam belajarku tentang Islam. Group yang aku buat, Alhamdulillah ada orang yang menawarkan akan 'menghidupkan' grup itu. Bahagia sekali rasanya..
Grupnya kian hari kian ramai saja. Makin banyak yang share. Dan dari situ, ada yang mengangkatku menjadi admin sebuah fanpage, juga mengirimkan "sms Dakwah" kepada membernya. Rasanya tuh..

Ternyata di dunia maya pun aku sering dianggap seperti di atas. "Masih kecil kok udah fanatik" chat dari teman yang membuatku kaget. Oke, aku ngga peduli apa anggapan orang. Aku hanya ingin terus membaiki diri dan menjadikan diri berarti.

Karena berbagi memang membahagiakan, aku pun berinisiatif membuat blog pribadi di bulan Juni. Walau isinya banyak yang copas..

Bocah yang pernah lalai sepertiku mengadmini grup dan fan page ?? Ohh..
Rasa itu kadang datang melunturkan semangat.
Tapi, aku telah diberikan nikmat sadar olehNya, kenapa tidak aku bagikan saja sebagai rasa syukur ?

Semangat belajarku saat itu benar-benar tinggi. Tidak ada seseorang yang bisa menghentikannya.

Beberapa bulan..
Mulai datang perbedaan yang tak ku sangka sebelumnya. Aku adalah pengagum Hasan al Banna, Sayyid Quthb dan Jihadis lainnya (hasil dari belajarku di dumay). Tetapi ada seseorang datang dan mengatakan mereka adalah khawwarij ! Datang di pertengahan bulan Juli..

Aku terpukul. Informasi seliweran gak jelas. Aku gak punya Murrobiyah. Dan, aku sendiri.. Semangatku luntur perlahan. Menghilang.. Menghilang dan hilang.

Aku ingin marah karenanya. Tapi marah pada siapa? Dia adalah saudaraku. Saudara seimanku, harusnya saling menyayangi, bukan saling tebar benci. Andai saja dia tidak membenci Hasan al Banna dan Sayyid Quthb..
Masa sih, memurnikan sunnah tapi menebar benci..

Iya, Hasan al Banna dan Sayyid Quthb memang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.. Tapi kalian yang mengatakan mereka khawwarij belum tentu lebih baik dari mereka !!

Hari-hari itu, di tengah kekalutanku, terus saja aku dipojokin. Semangatku kian ciut..
Ini salahku. Aku belajar tidak dari 0. Tapi, ini mengalir begitu saja. Mungkin saja tidak akan seperti ini andai aku mudah bergaul di dunia nyata. Aku sendiri..sendirian.

Aku tidak aktif lagi di grup..
Aku tidak lagi bersemangat mengirimkan sms..
Aku tidak berminat pada fanpage itu..

Karena aku merasa, aku sangat teramat bodoh, aku tak pantas berada disana.. Aku merasa sakit, masih tentang Hasan al Banna dan Sayyid Quthb.

Sekian lama dalam kesendirian, membuatku juga enggan membuka situs Islam. Juga buku. Karena aku takut salah.. Aku takut salah, itu yang membuat semangatku menghilang ! Dan membuatku seperti kembali ke bayang-bayang gelap.

Aku pun sulit mempercayai orang. Termasuk diriku. Aku pun seperti alergi jika membaca atau mendengar nama 'Jamaah' pembenci Hasan al Banna dan Sayyid Quthb. Aku tidak mau membenci. Tapi aku sendiri..

Postinganku di social media pun mirip postingan abg labil kebanyakan. Sebenernya risih sendiri sih..

Tapi Alhamdulillah, selalu saja ya, ada orang yang Allah kirim untukku, untuk membuatku mau mengais semangatku yang berserakan, menyusunnya kembali. Walaupun orang itu datang dan pergi gantian kaya bus..
Walaupun orang itu ada di dunia maya..
Terima kasih.

Bulan-bulan akhir 2011 aku benar-benar mulai mengais-ais semangat. Susah. Tidak seperti dulu ketika aku baru menemukan Islam (kembali). Alhamdulillah, Allah tahu apa yang aku butuhkan. Aku membutuhkan orang lain untuk membantuku mengaisnya. Walau hanya dengan kata, juga doa. Aku sudah melupakan mereka yang membuatku sakit, kupaksa.

Perlahan aku menemukan kembali semangat itu. Berusaha mengumpulkannya. Walau pasti, ada juga yang membuatnya kadang menghilang. Inilah hidup, pasti seperti itu. Move up ! Move up !
Innallaaha ma'ana !

------------------------------------------------------------------------------

Yapp, itulah kisah sahabat baikku. Aku merasa apa yang ia rasa. Aku tau apa yang ia ingin.
Aku mohon, jangan remehkan para bocah labil seperti di atas. Bimbinglah ia, jangan cela ia. Karena ia butuh bimbingan, bukan celaan. Karena ia adalah generasi masa depan. Jangan lunturkan, jangan hancurkan semangatnya. Bimbing ia, bimbing ia.
Aku yakin, bocah seperti di atas tidak hanya satu. Maka, jagalah kami. Jangan egois merasa benar sendiri. Karena dalam kegalauan yang teramat, kadang kami merasa ingin lepas dan menjadi abg kebanyakan. Abg kebanyakan? Big no !

1 komentar:

  1. Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja, dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA, awalnya saya ragu dan tidak percaya, tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Ternyata benar benar terbukti dan 2Miliar yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda.” sy sangat berterimakasih banyak kepada AKI ZYEH MAULANA dan jika anda ingin seperti saya silahkan Telefon di 085298275599 Atau Lihat Di internet ««KLIK DISINI»» saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia.


    PESUGIHAN MENGUNAKAN MINYAK GHAIB

    PENARIKAN UANG MENGGUNAKAN MUSTIKA

    BUAYER ANTIQUE/MUSTIKA

    RITUAL TOGEL/LOTREY

    BalasHapus