Pages

Minggu, 23 Oktober 2011

Kebenaran Tentang SAYYID QUTHB

kebenaran tentang senior saya , Sayyid Quthb

Ustadz Sayyid Quthb rahimahullah itu adalah manusia biasa yang juga tak terlepas dari cela. memang benar didalam tulisannya ada beberapa kesalahan2, tapi dari beberapa komentar para ulama, Ust. Sayyid Quthb
tidaklah separah yang dituduhkan oleh salafy...

ada banyak kebaikan2 pada diri beliau. adapun yang menjadi hujatan terhadap dirinya oleh kalangan salafiyyun adalah karena kesalahan2 dalam memahami tulisan Ust Sayyid yang menggunakan bahasa sastra yang tinggi. hanya orang2 yang memilik naluri sastra tinggi yang dapat memahami tulisan2 beliau dengan baik. bahkan terkadang hujatan2 itu adalah fitnah...

misalnya, Sayyid dituduhkan menulis begini begono didalam bukunya, padahal ketika di check di buku asli,
Sayyid tidak menulis sbagaimana yg dituduhkan... itulah sebabnya salah satu anggota Hai'ah Kibar Al
'Ulama Saudi Arabiya, Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid, pernah memprotes dengan mengirim surat kepada Syaikh Rabi', karena Syaikh Rabi' mencela dan menuduh Sayyid Qutb dengan tuduhan bahwa Sayyid berpaham wahdatul wujud. Setelah di check oleh Syaikh Bakr, ternyata tidak ada dalam kitab2 Sayyid Qutb yang menunjukkan bahwa beliau berpaham wihdatul wujud. dan sebenarnya yang terjadi adalah Syaikh Rabi' tidak memahami tulisan2 Sayyid Qutb dengan baik.

Berikut adalah teks surat Syaikh Bakr Abu Zaid untuk Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly,


Bismillaahirrahmaanirrahiym

Kepada yang terhormat Saudara Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly

As-salamu'alaykum warahmatullah wabarakaatuh

Saya akan ketengahkan sesuai keinginan Anda tentang bacaan terhadap buku “Al-Adhwa”. Apakah ada catatan-catatan (dari Syaikh Bakr) terhadapnya?
Kemudian, apakah catatan-catatan tersebut memenuhi proyek itu? Apakah catatan tersebut dapat memperbaiki dan meluruskannya sehingga buku itu layak dicetak dan disebarkan menjadi tabungan akhirat Anda sekaligus sebagai bukti bagi siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya?

Ketika saya hendak mencari kesesuaian antara kandungan isi dan tema, ternyata saya menemukan adanya berita yang mendustakan berita lainnya yang berakhir dengan kesimpulan yang mengejutkan dan dapat memalingkan dan menarik pembaca dari kenyataan sesungguhnya tentang Sayyid. Adapun bagi pembaca yang memiliki kemampuan dan ketajaman mata hati, jika ia membaca isi di dalam buku itu, niscaya ia akan mampu memberi sanggahan yang kuat terhadap tulisan Anda dan dapat mengembalikan rasa
rindu terhadap buku-buku Sayyid Quthb.

Pertama, saya telah membaca halaman pertama—
daftar isi dan penamaan tema. Saya menemukan adanya indikasi dalam diri Sayyid Quthb rahimahullah telah terhimpun pokok-pokok kekafiran, ilhad (atheis), dan zindiq. Misalnya, Sayyid Quthb disebut berpaham wihdatul wujud, menganggap Al-Qur’an sebagai makhluk, membolehkan selain Allah SWT sebagai
pembuat syariat, berlebihan dalam mengingkari sifat-sifat Allah SWT, menolak hadits mutawwatir, ragu
terhadap masalah akidah yang wajib diyakini, mengkafirkan masyarakat Islam, dan tuduhan lainnya yang dapat mendirikan bulu kuduk dan membuat merinding kulit orang-orang beriman!

Anda merasa kasihan dan menyesal atas kondisi ulama Islam di penjuru bumi, lantaran mereka belum
diperingatkan dari ancaman bahaya ini! Namun, bagaimana mungkin bertemu antara tuduhan-tuduhan
itu dan kenyataan bahwa buku-buku Sayyid Quthb telah tersebar seperti tersebarnya sinar matahari dan manusia mengambil manfaat dari buku-buku tersebut hingga Anda datang dengan sebagian buku yang Anda tulis tentangnya?

Sesungguhnya, aku membenci untuk diriku sendiri, untuk diri Anda, dan seluruh kaum muslimin yang biasa berbuat dosa dan durhaka. Sesungguhnya di antara perbuatan keji dan menipu itu adalah mengajak manusia baik-baik untuk ikut memiliki rasa benci dan permusuhan.

Kedua. Setelah saya lihat, ternyata saya menemukan buku itu telah kehilangan prinsip-prinsip pokok kajian ilmiah, seperti obyektivitas, metode kritik, amanah dalam menukil ilmu, dan tidak boleh ada pengurangan terhadap hak orang lain!

Adapun etika berdialog harus memiliki susunan kata yang elok dan cara yang terpuji. Hal itu tidak terdapat
dalam buku Al-Madkhaly yang penuh dengan kebimbangan! Kepada Andalah hal itu seharusnya
diarahkan.

Pertama, menurut yang Anda ketahui, buku-buku Sayyid Quthb rahimahullah yang Anda jadian rujukan itu
telah direvisi penulisnya setelah saya melihat sendiri buku yang dimaksud dalam cetakan lama, seperti “Azh-ZHilal” dan “Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyah”.

Ternyata, anggapan Anda bahwa buku tersebut telah direvisi adalah tidak benar! (Maksudnya, Rabi’ bin
Hadi mengira buku-buku Sayyid yang beliau rujuksudah diperbaiki/direvisi penulisnya sehingga mewakili
pemikiran terakhir dan resmi dari Sayyid. Ternyata, setelah Syaikh Bakr Abu Zaid memeriksanya, buku
tersebut sama sekali belum direvisi. Itu menunjukkan pengkhianatan terhadap amanah ilmu dan penukilan,
peny.). Jadi, wajib mencukupkan diri kepada prinsip- prinsip kritik dan amanah ilmiah yang baik terhadap teks-teks cetakan lama pada setiap buku sebab segala yang terdapat dalam buku yang telah direvisi telah menghapus segala yang tercetak sebelumnya!

Hal itu tidak tertutup, InsyaAllah, atas segala yang telah Anda ta’limatkan tentang Sayyid. Namun, semoga saja hal itu hanya sekedar khilaf dan sungguh Anda telah diberikan ta’limat sebelumnya. Mengapa Anda tidak memahaminya?

Lihat juga dalam hal ini, pandangan-pandangan Ahli Ilmu! Sebagai contoh, buku Ar-Ruh karya Imam Ibnul
Qayyim rahimahullah. Sebagian mereka (Ahli Ilmu) mengatakan, “Semoga buku ini (Ar-Ruh) disusun pada
awal-awal hidupnya!” Demikian pula buku “Al-‘Adalah Al-Ijtima’iyah” ternyata adalah buku pertama Sayyid Quthb yang bertemakan keislaman pada masa hidupnya. Wallahu Musta’an!

Kedua, kulit dan bulu kuduk saya merinding ketika membaca daftar isi buku itu. Anda menulis, Sayyid
Quthb membolehkan kepada selain Allah SWT sebagai pembuat undang-undang! Saya segera melakukan
pencarian. Saya kumpulkan perkataan-perkataan Sayyid Quthb yang tertulis di dalam bukunya “Al- Adalah Al-Ijtima’iyah”. Ternyata, perkataan Sayyid tidak membenarkan tuduhan yang mengejutkan itu!

Ketahuilah, seharusnya kita memahami betul di dalam buku Sayyid terdapat keterangan yang wahm
(meragukan) atau umum. Bagaimana kita memalingkan keterangan itu serta meruntuhkan segala yang telah
dibangun Sayyid selama hidupnya? Hendaknya kita menetapkan bagi Sayyid bahwa buah penanya adalah bagian dari dakwah kepada tauhidullah dalam hukum dan perundang-undangan dan meninggalkan undang-
undang buatan manusia. Ia berdiri pada jalan yang demikian! Sesungguhnya, Allah SWT mencintai sikap adil dan seimbang atas segala sesuatu dan tidak berpendapat kecuali kembali kepada keadilan dan keseimbangan!

Ketiga, tuduhan lain yang mengejutkan adalah perkataan Anda bahwa Sayyid Quthb berpaham
wihdatul wujud. Sesungguhnya, perkataan Sayyid Quthb rahimahullah masih samar-samar (mutasyabih).
Di dalamnya banyak tersebar susunan kalimat indah seperti tafsir surat Al-Hadid dan Al-Ikhlash. Lantaran tafsirnya itu Sayyid dituduh berpaham wihdatul wujud.
Anda benar ketika mengutip ucapannya dalam surat Al- Baqarah berupa sanggahan yang jelas dan tegas
terhadap paham wihdatul wujud, yaitu ucapan, “Dari sini, pemikiran Islam yang benar mengingkari
pemikiran wihdatul wujud.”

Sesungguhnya Sayyid Quthb telah membantah pemikiran wihdatul wujud dalam bukunya “Al- Muqawwamat At-Tashawur Al-Islamy”. Oleh karena itu, saya katakan, ‘semoga Allah SWT memaafkan
Sayyid lantaran ucapannya yang mutasyabih (samar), cenderung kepada keindahan bahasa, dan memberi keluasan bagi banyaknya ibarat! Kalimat mutasyabih tidaklah menghalangi kejelasan substansi yang tertera
dalam nash yang terdapat dalam sebagian tulisannya!
Untuk itu, saya berharap, segeralah menghapus nuansa takfir (pengkafiran) terhadap Sayyid rahimahullah.
Sesungguhnya, saya merasa kasihan terhadap Anda (Al-Madkhaly, pent.)!

Keempat. Sesungguhnya, di bawah tanggung jawab Anda (Al-Madkhaly, peny.) tuduhan bahwa Sayyid
Quthb menyalahi ulama dan ahli bahasa dalam tafsir La Ilaha Illallah dan bahwa Sayyid tidak memiliki
pemahaman yang jelas terhadap tauhid rububiyah dan uluhiyah. Wahai yang mencintai sang kekasih, tanpa investigasi, Anda (Al-Madkhaly, peny.) telah meruntuhkan sejumlah ketetapan yang Sayyid utarakan seputar masalah tauhid, tuntutannya, dan kelazimannya yang Sayyid paparkan selama masa hidupnya yang demikian panjang!

Terhadap segala yang telah Anda (Al-Madkhaly, peny.) tuduhkan itu, sesungguhnya tauhidullah dalam
pembuatan hukum dan UU adalah konsekuensi penerapan kalimat tauhid juga. Sayyid rahimahullah
telah memaparkan semua itu.

Kelima tentang tuduhan lain yang tertera dalam daftar isi bahwa Sayyid berpendapat Al-Qur’an adalah
makhluk dan firman Allah SWT adalah penjelasan dari iradah-Nya! Ketika saya rujuk ke halaman yang Anda
(Al-Madkhaly, peny.) maksud, ternyata saya tidak menemukan satu huruf pun yang menjelaskan Sayyid berpendapat demikian! Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Demikian mudahnya Anda men-takfir-kan Sayyid?

Sesungguhnya, saya justru membaca tulisan Sayyid, “Akan tetapi, mereka tidak memiliki kekuasaan
menghubungkan hal itu walau satu huruf semisal Al-Qur’an karena ia dibuat Allah SWT, bukan manusia!”
Itu adalah penjelasan yang tidak ragu lagi kekeliruannya. Namun, mengapa kita menghukumi bahwa dengan itu Sayyid telah berpaham Al-Qur’an sebagai makhluk? Ya Allah! Sesungguhnya, saya tidak
kuasa bersikap seperti itu. Tulisan Sayyid itu telah mengingatkan saya pada tulisan Syaikh Muhammad
Abdul Khaliq ‘Adhimah rahimahullah dalam muqaddimah bukunya, Dirasat fi Uslubil Qur’anil Karim, dan dicetak Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud!

Layakkah kita melempar tuduhan terhadap ucapan tersebut bahwa Al-Qur’an adalah makhluk? Ya Allah, tentu tidak! Cukup sampai di sini bagian-bagian yang amat penting ini”.

Sumber : Al-Ikhwan Al-Muslimun Anugerah Allah yang Terzalimi, Farid Nu’man, Pustaka Nauka,

WALLAAHU A'LAM BIS SHAWWAB

1 komentar:

  1. Assalamu alaikum wr wb,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang Pengusaha Butik, kini saya gulung tikar akibat di tipu teman sendiri, ditengah tagihan utang yg menumpuk, Suami pun meninggalkan saya, dan ditengah himpitan ekonomi seperti ini, saya coba buka internet untuk cari lowongan kerja, dan secara tdk sengaja sy liat situs pesugihan AKI SYEH MAULANA, awalnya saya ragu dan tidak percaya, tapi setelah saya lihat pembuktian video AKI ZYEH MAULANA Di Website/situnya Saya pun langsug hubungi beliau dan Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Ternyata benar benar terbukti dan 2Miliar yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kata kata beliau yang selalu sy ingat setiap manusia bisa menjadi kaya, hanya saja terkadang mereka tidak tahu atau salah jalan. Banyak orang menganggap bahwa miskin dan kaya merupakan bagian dari takdir Tuhan. Takdir macam apa? Tuhan tidak akan memberikan takdir yang buruk terhadap kita, semua cobaan yang Tuhan berikan merupakan pembuktian seberapa kuat Anda bertahan di dalamnya. Tuhan tidak akan merubah nasib Anda jika Anda tidak berusaha untuk merubahnya. Dan satu hal yang perlu Anda ingat, “Jika Anda terlahir miskin itu bukan salah siapapun, namun jika Anda mati miskin itu merupakan salah Anda.” sy sangat berterimakasih banyak kepada AKI ZYEH MAULANA dan jika anda ingin seperti saya silahkan Telefon di 085298275599 Atau Lihat Di internet ««KLIK DISINI»» saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI ZYEH MAULANA saya Bisa sukses. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, AKI ZYEH MAULANA Banyak Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia.


    PESUGIHAN MENGUNAKAN MINYAK GHAIB

    PENARIKAN UANG MENGGUNAKAN MUSTIKA

    BUAYER ANTIQUE/MUSTIKA

    RITUAL TOGEL/LOTREY

    BalasHapus