Pages

Minggu, 26 Juni 2011

dewi

Nah nah ,, aku mau nulis tentanggg.... Gatau tentang apa sih tapi agak curhat ! Hihihihiihi
curhat tentang apa dew ???? Tentang diriku , Teman *senyum*

dulu sebenarnya aku itu termasuk 'anak nakal'..
Anak nakal khas SMP SMA , lolz
...shalat cuma kalo mau.. Hah huh hah huh pokoknya jauh lah dari yang berbau Islam... *nangis di pojokkan*

sebenernya juga dulu pas kelas 7 SMP pernah dipondokin , disuruh mama sama eyang , aku sih mau-mau aja biar sekolahnya deket.. Tapi pertama ke pesantren itu kesannya bener-bener gak bagus banget.. Ada temen kamar yg gak suka sama aku dari awal , nah dia sama-sama sekolah hanya di MTs aku SMP.. *alhamdulillah gak bareng*
tiap apa yang aku lakuin kayanya salah , dia juga pinter banget mengaruhin temen-temen lain , soalnya dia kan cantik getohhh..
Yang aneh dari pesantren itu , santriwatinya kaya ga pernah liat ikhwan , jadinya kecentilan banget kalo liat ikhwan !
Terus ada juga yang pacaran ! *wotde...*
udah gitu banyak juga yg jelek-jelekin SMP ku !
Adalagi yang bilang "bolos aja sekali-kali!" >> padahal niatku jangan ampe bolos 3 tahun di SMP !
Daaaan lain-lain...

karena itu aku gak betah ! Apalagi ya , pulang sekolah kadang belum sempet makan udah ngaji aja , abis ngaji shalat ashar ngaji lagi , shalat magrib abis magrib ngaji lagi , abis 'isya juga... (namanya juga pesantren) nah waktu buat belajar sekolah bener-bener bener...

Karena itu aku gak dapet 22nya selama 1 tahun.. Sekolah engak , pesantren engak... Gara-gara lingkungan sih sebenernya..
Kelas 8 SMP aku minggat ! Wkkwkwkwkw

IMAN BENER-BENER LABIL..
kembali 'inget' ALLAH lagi itu bulan Nopember-Desember taun 2010 kemaren.. Gara-gara galau ga jelas , eh terus baca eBook judulnya HIKMAH KEMATIAN (aku copy di blog juga tuh tulisan yang bikin aku ketakutan).. abis baca itu rasanya merinding bener-bener.. Kaya mau mati nanti>perasaanku..
Sampe-sampe aku tanya ke kepala perpus tentang ciri-ciri orang yang mau mati .. Hikihik

lingkungan keluarga kurang mendukung , teman apalagi . temanku di rumah adalah sepupu yang masih kecil dan Budhe , ibu si sepupu. Yah.. Ga bisa nyalahin n mbenerin siapa-siapa sih..
Alhamdulillah gak ada teman sebaya , kalau ada yahh paling kaya anak zaman sekarang kebanyakan..

Aku juga gak punya ustadz atau ustzdah 'resmi'.. Aku hanya belajar dan baca dari internet dan buku.. awas dew , sesat !
Hah masabodoh lah ! Daripada aku berdiam terus tanpa baca , ya gak ?????

Alhamdulillah aku dapat Temans di facebook dan twitter yang lumayaaaan laaah *senyum manis*
singkat cerita , aku jadi malas pasang status atau tweet galau semenjak 'inget Allah' .. Aku juga bikin grup dengan susah payah (gara-gara akun penuh) ROHIS FACEBOOK , awalnya Rokhis Facebook.. Tapi aku cuma bikin . Wkwkwkwkwk . Syukron jiddan Bro Naufal dkk..

aku juga dikasih amanah buat jadi admin Muslim Teenagers di fb oleh Akh Ahmad Fajrin Shadiq , aku terima aja hehe . Syukron..

tau kan , kisah Muhammad Alexander Pertz , yang memeluk Islam dari kecil gara-gara baca buku ????? Dia gak sesat.. Karena memang di sana gak ada Muslim.. Ibunya kristian..
Mungkin aku akan sepertinya , walau tak sepertinya.. (hanya orang tertentu yang paham kalimat ini) hihihi

yah inilah sayahh , dewi , bukan teroris.. Walau sering dicap radikalis , tapi mereka yang mengatakan demikian hanyalah orang yang SOK MODERN dan BELUM MENGERTI !! Ya , itulah..

Dewi bukan anak Madrasah bukan anak Rohis sekolah bukan anak Pesantren , butuh bimbingan bukan celaan apalagi penyesatan..
Aku akan memberontak , ya aku akan memberontak jika kamu memberontakku tanpa sebab . Huihihihihii

MY NAME IS DEWI AND IM NOT A TERRORIST , IM NOT A BOMBER . The real terrorist is america and israHELL ! Hahahahahahahhhhhh



ttd Dewi Saladin > Salahuddin Al-Ayyubi > tokoh idolaku selain Rasulullah Shallallahu'alayhiwassallam > pahlawan perang salib . Semoga......

Aamiin

PACARAN ! SALAH SIAPA ???!!!

Pacaran . Gak asing yah kalo denger kata itu.. Pasti langsung mikir ada 2 orang cewek cowok . Hahahah
Tau gak sihhh pacaran itu sebenernya dari Barat sono . Di sono ada fase-fase kayak puppy love(cinta monyet) , dating (kencan) , goin steady... (PACARAN) , dan engagement (tunangan) lalu menikah (kalo mau)

setauku dalam keyakinanku , pacaran itu gak boleh ! Apalagi pacaran anak zaman sekarang... Astaghfirullaah... (emang kamu bukan anak zaman sekarang , dew ??? BUKAN dong ! Aku lahir tahun 94 !! #eh) hehe
pacaran itu banyakan mudharatnya daripada manfaatnya..
Tau kan mudharatnya ??? Kayak ngelamunin si dia , foya-foya , sekolah gak konsen , zina kecil maupun besar #eh , malah ada yang nganggep pacarnya adalah suami/istrinya ! Wotdehell..

Atas dasar khayak gitu para Ulama memandang kalo pacaran adalah kedhaliman.. Mau gak mau orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan keISLAMan di hatinya , bahkan bisa ngakibatin hancurnya moral n akhlaq ! Na'udzubillaah..

Menurut orang kebanyakan , korban pacaran itu adalah wanitanya.. Kalo pacarannya ga bener.. (emang ada pacaran bener ??? ENGGAK !)

PACARAN ITU BOLEH , ASAL.... (nih aku dapet dari temen fb)
-gak berduaan
-gak boncengan
-gak mikirin si dia
-gak kangen
-gak gandengan tangan , apalgi kiss
-gak traktir-traktiran
-gak mesra-mesraan
-gak kirim salam cinta
-WAJIB NUTUP AURAT
dll
hahahah berarti gak bolehhhh !!!

JANGANLAH SALAH SEORANG DIANTARA KAMU BERSEPI-SEPI (BERKHALWAT) DENGAN SEORANG WANITA , KECUALI BERSAMA DENGAN MUHRIMNYA (RIWAYAT MUSLIM)

LIRIKAN MATA MERUPAKAN ANAK PANAH BERRACUN DARI SETAN , BARANG SIAPA YANG MENINGGALKAN KARENA TAKUT KEPADA-KU(ALLAH) MAKA AKU (ALLAH) AKAN MENGGANTIKANNYA DENGAN IMAN SEMPURNA HINGGA IA DAPAT MERASAKAN KEMANISANNYA DALAM HATI (RIWAYAT TABRANI DAN AL-HAKIM)

nih ada juga bukti ilmiah dilarangnya berkhalwat >> www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/abdul-daim-al-kahil-alasan-ilmiah-di-balik-larangan-khalwat-pria-dan-wanita.htm

ada juga yang berdalih , pacaran gue kan Islami ! Pacaran gue sehat !

Halah aku gak percaya sama kata-kata itu ! Bullshit ! Haha LOL
pacaran Islami adalah setelah menikah..
Pacaran sehat ??? Baca tuh link eramuslimnya !

Oh iya , aku mau nginfoin , ada BLOG SESAT : PACARANISLAMI.WORDPRESS.COM

Aku juga heran , ada yang kayaknya agamanya bagus bener , tau banyak tapi kok PACARAN ??????? Jawab donggg !!

PACARAN , SALAH SIAPA SIH ????!!!

Kalau menurut aku , pacaran itu udah menjamur banget ya di indonesia.. Jadi sama orang kebanyakan dianggap hal yang wajar , sah-sah aja..
Liat aja film-film indonesia , SHITnetrons , bacaan , buku dan media lain !
Pasti semuanya , apalagi yang katanya remaja banget , gak jauh-jauh deh dari ini..
Aku juga pernah dengar guru bilang , "pacaran itu hal yang wajar untuk anak seusia kalian (remaja) , tapi ya yang wajar." > wotdehell
ada juga , "anak zaman sekarang pasti sudah punya pacar semua , yang belum berarti ya gak normal." heyyyy itu kata-kata dari guru ku lho !!!!! *shock*

lemes aku denger kata-kata itu... Apalagi ada juga pasti keluarga kita yang tanya , "pacar kamu anak mana ?" , "kenalin dong sama pacarnya.."

karena pacaran itu dianggap hal yang wajar oleh kebanyakan manusia..
Jadi kita harus pintar-pintar saja istiqomah.. Jangan sampe terbawa aktivis Dakwah yang katanya pacaran Islami.. Ihihiihihii sampaikanlah kepada teman kita secara lembut...

BARAK ALLAH FEEK

DEWICONGGG

Salahuddin Al-Ayyubi aka Saladin , Harimau Perang Salib



Shalahuddin Al-Ayyubi sebenarnya hanya nama julukan dari Yusuf bin Najmuddin. Shalahuddin merupakan nama gelarnya, sedangkan al-Ayyubi nisbah keluarganya. Beliau sendiri dilahirkan pada tahun 532 H/ 1138 M di Tikrit, sebuah wilayah Kurdi di utara Iraq.
Sejak kecil Shalahuddin sudah mengenal kerasnya kehidupan. Pada usia 14 tahun, Shalahuddin ikut kaum kerabatnya ke Damaskus, menjadi tentara Sultan Nuruddin, penguasa Suriah waktu itu. Karenan memang pemberani, pangkatnya naik setelah tentara Zangi yang dipimpin oleh pamannya sendiri, Shirkuh, berhasil memukul mundur pasukan Salib (crusaders) dari perbatasan Mesir dalam serangkaian pertempuran.
Pada tahun 1169, Shalahuddin diangkat menjadi panglima dan gubernur (wazir) menggantikan pamannya yang wafat. Setelah berhasil mengadakan pemulihan dan penataan kembali sistem perekonomian dan pertahanan Mesir, Shalahuddin mulai menyusun strateginya untuk membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman tentara Salib.
Shalahuddin terkenal sebagai penguasayang menunaikan kebenaran—bahkan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme. Tepat pada bulan September 1174, Shalahuddin menekan penguasa Dinasti Fatimiyyah supaya tunduk dan patuh pada Khalifah Daulat Abbasiyyah di Baghdad. Belom cukup sampai di situ, tiga tahun kemudian, sesudah kematian Sultan Nuruddin, Shalahuddin melebarkan sayap kekuasaannya ke Suriah dan utara Mesopotamia. Satu persatu wilayah penting berhasil dikuasinya: Damaskus (pada tahun 1174), Aleppo atau Halb (1138) dan Mosul (1186).
Sebagaimana diketahui, berkat perjanjian yang ditandatangani oleh Khalifah Umar bin Khattab dan Uskup Sophronius menyusul jatuhnya Antioch, Damaskus, dan Yerusalem pada tahun 636 M, orang-orang Islam, Yahudi dan Nasrani hidup rukun dan damai di Suriah dan Palestina. Mereka bebas dan aman menjalankan ajaran agama masing-masing di kota suci tersebut.

Perang Salib
Namun kerukunan yang telah berlangsung selama lebih 460 tahun itu kemudian porak-poranda akibat berbagai hasutan dan fitnah yang digembar-gemborkan oleh seorang patriarch bernama Ermite. Provokator ini berhasil mengobarkan semangat Paus Urbanus yang lantas mengirim ratusan ribu orang ke Yerusalem untuk Perang Salib Pertama. Kota suci ini berhasil mereka rebut pada tahun 1099. Ratusan ribu orang Islam dibunuh dengan kejam dan biadab, sebagaimana mereka akui sendiri: “In Solomon’s Porch and in his temple, our men rode in the blood of the Saracens up to the knees of their horses.”
Menyadari betapa pentingnya kedudukan Baitul Maqdis bagi ummat Islam dan mendengar kezaliman orang-orang Kristen di sana, maka pada tahun 1187 Shalahuddin memimpin serangan ke Yerusalem. Orang Kristen mencatatnya sebagai Perang Salib ke-2. Pasukan Shalahuddin berhasil mengalahkan tentara Kristen dalam sebuah pertempuran sengit di Hittin, Galilee pada 4 July 1187. Dua bulan kemudian (Oktober tahun yang sama), Baitul Maqdis berhasil direbut kembali.
Berita jatuhnya Yerusalem menggegerkan seluruh dunia Kristen dan Eropa khususnya. Pada tahun 1189 tentara Kristen melancarkan serangan balik (Perang Salib ke-3), dipimpin langsung oleh Kaisar Jerman Frederick Barbarossa, Raja Prancis Philip Augustus dan Raja Inggris Richard ‘the Lion Heart’.
Perang berlangsung cukup lama. Baitul Maqdis berhasil dipertahankan, dan gencatan senjata akhirnya disepakati oleh kedua-belah pihak. Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Raja Richard menandatangani perjanjian damai yang isinya membagi wilayah Palestina menjadi dua: daerah pesisir Laut Tengah bagi orang Kristen, sedangkan daerah perkotaan untuk orang Islam; namun demikian kedua-belah pihak boleh berkunjung ke daerah lain dengan aman.
Setahun kemudian, tepatnya pada 4 Maret 1193, Shalahuddin menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ketika meninggal dunia di Damaskus, Shalahuddin tidak memiliki harta benda yang berarti. Padahal beliau adalah seorang pemimpin. Tapi hal baik yang ditinggalkan oleh orang baik selalu akan menjadi bagian kehidupan selamanya. Kontribusinya buat Islam sungguh tidak pernah bisa diukur dengan apapun di dunia ini.

Parcel untuk Musuh
Banyak kisah-kisah unik dan menarik seputar Shalahuddin al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap ksatria dan kemuliaan hatinya. Di tengah suasana perang, ia berkali-kali mengirimkan es dan buah-buahan untuk Raja Richard yang saat itu jatuh sakit.
Ketika menaklukkan Kairo, ia tidak serta-merta mengusir keluarga Dinasti Fatimiyyah dari istana-istana mereka. Ia menunggu sampai raja mereka wafat, baru kemudian anggota keluarganya diantar ke tempat pengasingan mereka. Gerbang kota tempat benteng istana dibuka untuk umum. Rakyat dibolehkan tinggal di kawasan yang dahulunya khusus untuk para bangsawan Bani Fatimiyyah. Di Kairo, ia bukan hanya membangun masjid dan benteng, tapi juga sekolah, rumah-sakit dan bahkan gereja.
Shalahuddin juga dikenal sebagai orang yang saleh dan wara‘. Ia tidak pernah meninggalkan salat fardu dan gemar salat berjamaah. Bahkan ketika sakit keras pun ia tetap berpuasa, walaupun dokter menasihatinya supaya berbuka. “Aku tidak tahu bila ajal akan menemuiku,” katanya.
Shalahuddin amat dekat dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Ia menetapkan hari Senin dan Selasa sebagai waktu tatap muka dan menerima siapa saja yang memerlukan bantuannya. Ia tidka nepotis atau pilih kasih. Pernah seorang lelaki mengadukan perihal keponakannya, Taqiyyuddin. Shalahuddin langsung memanggil anak saudaranya itu untuk dimintai keterangan.
Pernah juga suatu kali ada yang membuat tuduhan kepadanya. Walaupun tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar sama sekali, Shalahuddin tidak marah. Ia bahkan menghadiahkan orang yang menuduhnya itu sehelai jubah dan beberapa pemberian lain. Ia memang gemar menyedekahkan apa saja yang dimilikinya dan memberikan hadiah kepada orang lain, khususnya tamu-tamunya.
Ia juga dikenal sangat lembut hati, bahkan kepada pelayannya sekalipun. Pernah ketika ia sangat kehausan dan minta dibawakan segelas air, pembantunya menyuguhkan air yang agak panas. Tanpa menunjukkan kemarahan ia terus meminumnya. Kezuhudan Shalahuddin tertuang dalam ucapannya yang selalu dikenang: “Ada orang yang baginya uang dan debu sama saja.” (sa/ind/berbagaisumber)

Kita Bertanya, Al-Quran Menjawab

Setiap Kesulitan, Ada Kemudahan: Kita Bertanya, Al-Qur'an Menjawabnya


Pertanyaan yang selalu saja ada dibenak fikiran kita kadang membuat kita sering tidak sabar menghadapi hidup ini, diantara pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dalam kehidupan ini adalah;  KENAPA AKU DIUJI?,  KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?, KENAPA UJIAN SEBERAT INI?, KENAPA SELEMAH INI?, BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?, APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?, KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?,  AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!! Dsb..

Lalu apa solusinya? Banyak orang yang menghabiskan wangnya hanya untuk membeli sebuah kebahagiaan, sebuah kebahagian sejatinya tidak akan bisa dibeli kecuali dicari oleh yang menginginkan kebahagiaan. Adapula yang ingin lari dari ujian hidup dengan cara mengakhirinya, seperti yang kita lihat, banyak manusia-manusia yang bunuh diri dengan sia-sia, karena frustasi akibat cinta, kemiskinan, tamak dan gila, nauuzhubillah…dan persoalan-persoalan ini tidak cukup untuk diuraikan oleh lembaran-lembaran kertas dan ukiran pena, Masya Allah…

 Solusinya adalah…
Kembali kepada Al Qur’an, disana ada jawaban dan solusi terbaik dari Sang Pencipta kita, Allah Jalla wa’alaa, Dialah sebaik-baik tempat meminta dan kembali…Subhanallah…
Mari kita mulai untuk mencari jawaban dari persoalan-persoalan kehidupan ini…
Bismillah…..


KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
AL-QUR’AN MENJAWAB:

“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” (“I am full of faith to Allah”) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.” -(QS Al-Ankabut ayat 2-3)


KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
AL-QUR’AN MENJAWAB:

 ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” – (QS Al-Baqarah ayat 216)


KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
 AL-QUR’AN MENJAWAB:

 ”Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”- (QS Al-Baqarah ayat 286)


KITA BERTANYA : KENAPA SELEMAH INI?
AL-QUR’AN MENJAWAB:

 ”Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.” – (QS Al-Imran ayat 139)


KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
AL-QUR’AN MENJAWAB:

  “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam
mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).” – (QS. Al-Imran ayat 200)


KITA BERTANYA LAGI : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
AL-QUR’AN MENJAWAB:

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” – (QS Al-Baqarah ayat 45)


KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
AL-QUR’AN MENJAWAB:

 ”Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka… ? – (QS At-Taubah ayat 111)


KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
 AL-QUR’AN MENJAWAB:

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” – (QS At-Taubah ayat 129)


KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT BERTAHAN!!!
AL-QUR’AN MENJAWAB:

 ”… ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.” – (QS Yusuf ayat 12)
Kita selalu Bertanya………………..dan Al-Quran sudah menjawabnya……………..

 Wallahu a’lam bish showab…


Your Brother,

Muhammad Jibriel Abdul Rahman

(arrahmah.com)

Maimunah binti Harits:Wanita Patriotik dan Totalitas Jihad Tanpa Batas


Nama lengkapnya Maimunah binti Al-Harits bin Hazn bin Bujair bin Al-Huzm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir. Ibunya bernama Hindun binti Auf bin Zuhair bin Al-Harits yang dikatakan kepadanya, “Orang yang mulia menantunya di muka bumi.” Ini mengingat, menantunya adalah Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Hamzah dan Al-Abbas (keduanya putra Abdul Thalib), Ja’far dan Ali (keduanya putra Abu Thalib), dan Syaddad  bin Al-Had.
Maimunah dilahirkan di Makkah Al-Mukarramah, enam tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Wanita yang masuk Islam ketika masih kecil ini berasal dari keturunan yang mulia. Dia memiliki pemikiran dewasa dan berperilaku baik. Dengan garis keturunan yang baik dan kedudukan mulia, maka cukuplah baginya untuk disebut sebagai wanita mulia dan dibanggakan.
Dia menikah dengan Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi sebelum Islam, namun kemudian bercerai. Setelah itu dia menikah dengan Abu Ruham bin Abdul Uzza yang kemudian meninggal dunia. Kemudian dia menikah dengan Nabi Muhammad.
Keberanian dan Sikap Patrioriknya
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Maimunah adalah seorang wanita pemberani dan berjiwa patriotik. Bahkan dia tak segan-segan bersikap tegas serta keras kepada para pelaku kemaksiatan. Diriwayatkan, Ibnu Sa’ad menyebutkan, dari Yazid bin Al-Asham, dia berkata, “Pada suatu hari, seorang laki-laki kerabat Maimunah datang kepadanya. Dari laki-laki tersebut tercium bau minuman keras. Lantas Maimunah berkata dalam keadaan marah, ‘Demi Allah, mengapa engkau tidak keluar ke tengah-tengah kaum muslimin, lantas mereka akan mencambukmu?’” Atau dalam riwayat lain dia berkata, “Engkau jangan datang lagi kepadaku setelah hari ini, selamanya.” Maimunah kemudian menyuruh keluar, dan kerabatnya itu pun keluar.
…Maimunah adalah wanita pemberani dan berjiwa patriotik, dia tak segan-segan bersikap keras kepada para pelaku kemaksiatan…
Sungguh, tindakannya tersebut merupakan sikap patriotik biasa dari seorang wanita mulia lagi pemberani. Kemarahannya kepada seorang pemabuk itu diungkapkan di jalan yang benar, yaitu jalan Allah. Dengan begitu, dia berupaya untuk berpegang teguh kepada perintah Allah dan menerapkan hukum-hukumNya, sekalipun harus menerapkannya kepada kerabatnya sendiri.
Demi tegaknya hukum Allah, dia tidak merasa kasihan kepada siapa pun. Apakah ada orang yang berani melakukan tindakan tegas seperti dilakoni Maimunah? Masih adakah orang yang bersikap demikian ketika melihat seseorang dari keluarga atau kerabatnya melakukan kemaksiatan? Adakah orang pada saat sekarang yang marah karena hukum-hukum Allah diabaikan?
Apa yang dilakukan Maimunah merupakan sikap wala‘ yang benar dan menjadi hiasan baginya di sisi Allah. Seseorang yang memejamkan matanya (tidak peduli) ketika melihat saudara atau kerabatnya melanggar hukum Allah, maka dia bukan muslim yang beriman dengan benar. Sungguh sangat terpuji Umar bin Al-Khathab yang menerapkan hukum had kepada anaknya dan mencambuk dengan tangannya sendiri.
…Demi tegaknya hukum Allah, dia berani melakukan tindakan tegas. Dia berani marah bila hukum-hukum Allah diabaikan…
Kontribusinya dalam Jihad Fi Sabilillah
Keutamaan Maimunah binti Al-Harits tidak terbatas pada kekuatan iman, takwa, wara’, zuhud, dan kejujuran saja. Lebih dari itu, dia adalah seorang sahabat wanita yang memiliki kontribusi banyak dalam ranah jihad fi sabilillah. Maimunah ikut membantu mengobati tentara Islam yang terluka, membawa air dan menuangkannya ke mulut para mujahid yang kehausan di medan tempur. Tak hanya itu, dia juga membawakan untuk mereka perbekalan makanan. Ada yang mengatakan bahwa Maimunah adalah sahabat wanita pertama yang membentuk kelompok perempuan pemberi pertolongan kepada orang-orang terluka, atau orang-orang yang berjihad.
…Dalam jihadnya di jalan Allah, dia pernah terkena panah musuh ketika sedang membawakan air untuk prajurit Islam yang telah lemah…
Dalam jihadnya di jalan Allah, dia pernah terkena panah musuh ketika sedang membawakan air untuk prajurit Islam yang telah lemah. Kalau bukan karena pertolongan Allah, hampir saja panah tersebut membunuhnya. Totalitas tanpa batas Maimunah dalam perjuangan Islam tak usah diragukan lagi. Dia layak menjadi teladan untuk seluruh kaum muslimin, terutama para muslimah, agar bersama-sama memperjuangkan agama Allah; tegaknya syariat Islam di bumi-Nya, baik dengan menyumbangkan harta, tenaga, jiwa, maupun waktu. [ganna pryadha/voa-islam.com]
Referensi: Imarah Muhammad Imarah, Mi‘ah Mauqif Buthuli li An-Nisaa‘.

UMMU HAKIM : Mujahidah Tanggung Yang Menewaskan 7 Tentara Romawi


UMMU HAKIM binti Harits bin Hisyam adalah sosok mujahidah tangguh, setelah ia memeluk Islam. Sebelum keislamannya, ia bersama suaminya Ikrimah bin Abu Jahal termasuk kelompok yang memerangi Rasulullah SAW dalam Perang Uhud. Ummu Hakim merupakan salah seorang dari sepuluh (10) perempuan terkemuka Quraisy yang memeluk Islam saat Fathu Makkah (penaklukan Mekkah).

Ia adalah sosok istri, yang sangat mendorong suami untuk masuk Islam dan berjihad, hingga meraih syahid.  Karena Ummu Hakim terlebih dahulu masuk Islam. Sedangkan suaminya, Ikrimah bin Abu Jahal, sempat melarikan diri dari kota Mekkah, saat penaklukan Mekkah. Disebabkan  takut dibunuh oleh kaum Muslimin.

Mencari Suami

Setelah berbai’at kepada Rasulullah SAW, Ummu Hakim berkata kepada Rasulullah SAW, “ Wahai Rasulullah, Ikrimah pergi melarikan diri ke Yaman. Dia takut engkau akan membunuh dia maka berilah jaminan keamanan untuk dia.” Rasulullah saw bersabda,” Dia dijamin keamanannya.”

Ummu Hakim segera bergegas keluar untuk mencari suaminya. Akhirnya, ia berhasil menjumpai Ikrimah ketika dia sudah berada di Pantai Tihamah. Dia akan segera berlayar mengarungi samudera. Ketika dia hendak menaiki bahtera, nahkodanya berkata kepada dia, “Ucapkanlah kalimat ikhlas!”

Ikrimah bertanya, “ Apakah yang harus aku ucapkan?”
“Ucapkanlah la ilaha illallah .
“Aku tidak lari, kecuali dari kalimat itu.”
Ummu Hakim menjumpainya dan berkata, “ Wahai anak pamanku,  saya datang kepadamu dari hadapan orang yang paling kuat menyambung hubungan keluarga, orang yang paling banyak berbuat baik, dan orang yang paling baik. Engkau jangan membinasakan dirimu sendiri.” Aku sudah memintakan jaminan perlindungan untukmu dan mereka memberinya.”
Ikrimah bertanya,” Benarkah kamu berbuat demikian ?
Istrinya menjawab,” Iya, saya menyampaikan hal itu kepada beliau dan beliau memberikan jaminan keamanan untukmu.”

Ikrimah bin Abu Jahal bersyahadat dan Gugur Syahid

Ummu Hakim dan suaminya Ikrimah bin Abu Jahal segera menemui Rasulullah saw. Dan kehadirannya disambut gembira oleh Rasulullah saw.
Ikrimah berkata, “ Wahai Muhammad, sesungguhnya istriku ini memberitahuku bahwa engkau memberi jaminan keamanan kepadaku.”
Rasulullah saw menjawab, “ Benar, kamu aman.”
“Kepada apa engkau mengajakku, wahai Muhammad ?”
“Aku mengajakmu untuk bersaksi bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah, kamu menegakkan sholat, kau tunaikan zakat, dan kamu kerjakan ini dan itu.” Sampai beliau menyebutkan semua ajaran Islam.
“Demi Allah, tiadalah ajakanmu itu kecuali menuju kepada kebenaran dan perkara yang sangat bagus. Demi Allah, kamu sebelum mengumandangkan da’wah itu sudah dikenal sebagai orang yang paling benar ucapannya dan paling baik perilakunya.”
“Sekarang aku bersaksi bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya sekaligus utusan-Nya.”

Pada suatu pertempuran melawan Romawi, Ikrimah bin Abu Jahal dan istrinya terlibat didalamnya. Ikrimah berjihad dengan sungguh-sungguh dan luar biasa. Alhamdulillah, Allah menghadiahkan syahid untuknya.
Hayatilah wahai muslimah, betapa besar peran Ummu Hakim.  Dimulai sejak ia menjadi perantara antara suaminya dan Rasulullah saw hingga ia peroleh jaminan keamanan. Hingga sang suami bersyahadat, bahkan berakhir syahid di jalan-Nya.
Sungguh, wahai muslimah, kita memiliki peran yang besar dalam mendukung perjuangan tegaknya Islam.

Ummu Hakim menikah

Setelah suaminya syahid, Ummu Hakim menikah dengan shahabat yang mulia, Khalid bin Sa’id bin Ash RA. Saat Khalid menyampaikan niatnya kepada Ummu Hakim. Beliau menjawab, “Apa tidak sebaiknya kita tunda saja, sampai Allah mengalahkan tentara Romawi yang akan menyerang kita nanti?”

Khalid berucap,” Firasatku mengatakan bahwa aku akan terbunuh pada perang besok.”
Akhirnya, keesokkan harinya walimah pernikahan digelar dan penuh barokah. Makanan tidak kunjung habis, hingga tentara Romawi menyerang.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar! Khalid bin Sa’id bin Ash RA meraih syahid di hadapan istri tercinta.

Ummu Hakim, tak ingin tertinggal dengan peluang mulia yang ada. Dengan sigap ia meraih, tiang tenda, yang semalam digunakan untuk tenda walimah pernikahannya.
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar !!! bi-iznilah ia berhasil membunuh 7 (tujuh) tentara Romawi.

Sungguh, dia telah mencapai puncak perjuangan. Semoga Allah meridhainya dan menjadikannya ridha. [ummu izzah/voa-islam.com]

Maroji’: 
  1. Mawar-mawar Padang Pasir (judul asli: Masyahir an-Nisa’ al-Muslimah) karya Ali bin Nayif asy-Syuhud.
  2. Muslimah Berjihad, karya Syaikh Yusuf Al-‘Uyairi.

Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz, Wanita Pemberani yang Gandrung Berjihad


AR-RUBAYYI' binti Mu’awwidz bin Afra Al-Anshariyah ini adalah salah seorang shabiyah (shahabat wanita) dan perawi hadits Rasulullah SAW. Dia berasal dari keluarga yang baik dan terhormat, serta terkenal dengan berbagai kemuliaan sejak hari pertama mengenal Islam. Ayahnya adalah salah seorang yang menyaksikan Baiat Aqabah, Perang Badar, dan bergabung dengan pamannya dalam upaya pembunuhan Abu Jahal.  Keduanya beruntung mendapatkan doa yang indah dari Rasulullah. Sebagaimana beliau telah mendoakan keduanya, “Semoga Allah memberi rahmat kepada kedua anak Afra yang keduanya bergabung untuk membunuh Firaun umat ini (Abu Jahal).”

Kedudukan dan Kehormatannya
Ar-Rubayyi’ masuk Islam di Madinah ketika Rasulullah tiba di sana sebagai seorang muhajir (orang yang berhijrah). Saat itu dia masih berusia sangat muda. Ar-Rubayyi’ merupakan salah seorang shahabiyah yang mendapat perhatian dari Nabi Muhammad, dan cukup dekat dengan beliau. Kedekatan tersebut menorehkan kedudukan dan kehormatan mulia Ar-Rubayyi’ di sisi beliau. Diceritakan bahwa Rasulullah mengunjungi Ar-Rubayyi’ pada pagi hari setelah malam pengantinnya, sebagai wujud silaturrahim kepadanya. Hal itu terjadi setelah Perang Badar. Dan dalam kunjungan itu, beliau juga menyempatkan diri untuk memberikan petunjuk kepada para wanita, demi kebaikan dunia dan akhirat.
Bahkan tidak sedikit teks sejarah yang menyebutkan kemuliaan dan kehormatan kedudukan Ar-Rubayyi’ di sisi Rasulullah. Musa bin Harun Al-Hammal mengatakan, “Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz telah mendampingi Nabi SAW, dan dia memiliki kehormatan yang tinggi.” Kemudian Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Rasulullah mendatangi Ar-Rubayyi’ di hari pernikahannya, lalu duduk di atas kasurnya, ini menunjukkan kesempurnaan kebahagiannya.”
Begitu dekatnya Ar-Rubayyi’ dengan Rasulullah, bahkan beliau biasa makan di rumahnya, menerima hadiahnya, dan menghormatinya. Dalam hal ini, Ar-Rubayyi’ memiliki cerita yang sungguh indah. Diriwayatkan mengenai Ar-Rubayyi’ bahwa suatu ketika dia mendatangi Rasulullah dengan membawa sepiring kurma dan sepinggan anggur. Seketika beliau menggantinya dengan emas atau perhiasan, seraya bersabda kepada Ar-Rubayyi’, “Berhiaslah dengan ini!”
…Ar-Rubayyi’ menjadi shahabiyah satu-satunya yang meriwayatkan secara detil tentang wudhu Rasulullah…
Begitulah Rasulullah menunjukkan kedermawanan yang berpadu dengan kelembutan dan kemurahan kepada Ar-Rubayyi’. Dalam lembaran-lembaran tentang kehidupannya, kita akan mendapatkan riwayat tentang kunjungan Rasulullah lainnya. Tak hanya sekedar berkunjung, kedekatan Ar-Rubayyi’ dengan beliau terlihat dari fragmen ketika Rasulullah berwudhu di rumahnya dan bersabda kepadanya, “Tuangkan air wudhu untukku!” Sehingga Ar-Rubayyi’ menjadi shahabiyah satu-satunya yang meriwayatkan secara detil tentang wudhu Rasulullah. Ibnu Majah mentakhrij hadits darinya bahwa Rasulullah berwudhu dengan membasuh sebanyak tiga kali-tiga kali.
Demikianlah, terkait kedekatan Rasulullah dengan Ar-Rubayyi, tidak ada cinta yang lebih mulia daripada cinta beliau kepada para syahid dan anak-anak mereka. Rasulullah senantiasa menunjukkan kelemahlembutan kepada mereka. Beliau juga menjanjikan kepada mereka untuk selalu menziarahi mereka dan memberikan kepada mereka arahan dari waktu ke waktu.

Saking intensnya berinteraksi dengan Rasulullah, tak heran jika Ar-Rubayyi’ terampil menyebutkan sifat-sifat Rasulullah dengan cara dan diksi yang indah. Diriwayatkan Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir, “Kukatakan kepada Ar-Rubayyi’ binti Mua’wwidz bin Afra, ‘Sebutkan ciri-ciri Rasulullah untukku!’ Ar-Rubayyi’ menjawab, ‘Wahai anakku, engkau melihatnya laksana matahari terbit’.”

Sang Pemberani

Dalam berbagai literatur sejarah, diceritakan bahwa Ar-Rubayyi’ adalah seorang wanita mulia yang memiliki keberanian mumpuni. Sebuah keberanian yang diletakkannya dalam konteks perlawanan terhadap kebatilan dan kemusyrikan. Sepertinya, sifat pemberaninya itu diturunkan dari ayahnya, sang pemberani yang bergabung dalam operasi pembunuhan Abu Jahal. Ar-Rubayyi’ memliki kebanggaan yang besar kepada ayahnya.

Keberanian Ar-Rubayyi’ ditunjukkannya ketika dia menantang ibu Abu Jahal. Diriwayatkan bahwa Ar-Rubayyi’ mengambil minyak wangi dari Asma binti Makhrabah, ibu Abu Jahal. Lalu Asma menanyakan nasab Ar-Rubayyi’. Lantas dia pun menyebutkan silsilah nasabnya. Kemudian Asma berkata, “Engkau adalah anak perempuan dari seorang pembunuh tuannya (Abu Jahal).”
Dengan penuh keberanian, Ar-Rubayyi’ menjawab, “Aku adalah anak perempuan dari seorang pembunuh ‘budak’nya.” Mendengar jawaban tersebut, sontak Asma naik pitam, namun tidak berani meladeni keberanian Ar-Rubayyi’. Asma hanya bisa menimpali, “Demi Allah, aku tidak akan menjual sesuatu kepadamu untuk selama-lamanya.” Ar-Rubayyi’ yang merasa senang membuat Asma murka berkata, “Haram bagiku untuk membeli sedikit saja dari minyak wangimu.” Sungguh, ini merupakan satu bentuk sikap barra` (anti-loyalitas) yang patut ditiru oleh setiap muslim.
Mujahidah Pejuang
Keberanian yang dimiliki Ar-Rubayyi’ menjadikannya sebagai sosok yang gandrung dengan perjalanan jihad Rasulullah dan para shahabat beliau. Pengalamannya dengan amalan puncak dalam Islam ini (baca: jihad) dimulai ketika ayahnya berpartisipasi dalam Perang Badar. Ar-Rubayyi’ berangkat bersama Rasulullah untuk mengikuti berbagai peperangan dengan tujuan agar mendapatkan pahala dan balasan yang telah disediakan Allah SWT untuk para mujahidin. Dia ikut berkontribusi dalam jihad dengan melayani pengobatan para mujahidin, serta menyiapkan perlengkapan logistik mereka.
…Ar-Rubayyi’ adalah wanita mulia yang memiliki keberanian dalam perlawanan terhadap kebatilan dan kemusyrikan…
Ibnu Katsir berkata mengenai Ar-Rubayyi’, “Dia berangkat bersama Rasulullah untuk mengikuti berbagai peperangan guna mengobati para mujahidin yang terluka dan memberi minuman bagi mereka yang kehausan.” Al-Bukhari mentakhrij dari Ar-Rubayyi’ bahwa dia berkata, “Kami ikut peperangan bersama Rasulullah untuk membantu, memberikan minum, dan mengobati mujahidin yang terluka, serta membawa pulang mujahidin yang tewas ke Madinah.”
Meriwayatkan dan Menghapalkan Hadits
Kontribusi Ar-Rubayyi’ tidak hanya diarahkan pada persoalan jihad dan perjuangan saja, dia juga sangat mencintai ilmu. Dia seringkali mengunjungi Aisyah untuk menambah wawasan dan ilmu. Ilmunya terfokus pada meriwayatkan dan menghafal hadits Rasulullah. Ar-Rubayyi’ meriwayatkan hadits dari beliau sebanyak 21 buah hadits.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits darinya. Kedua imam ini bersepakat pada sebuah hadits darinya. Bahkan beberapa shahabat dan tabiin datang kepada Ar-Rubayyi’ untuk mendapatkan hadits. Sejumlah tabiin terkemuka juga meriwayatkan hadits darinya, sebut saja Khalid bin Dzakwan, Sulaiman bin Yasar, Abu Ubaidah bin Ammar bin Yasir, dan lainnya.
Karena wawasan dan keilmuannya, Ar-Rubayyi’ tampil menjadi salah seorang shahabiyah yang menjadi referensi dalam hukum, sirah Nabi, dan berbagai peristiwa dalam Islam di awal masa kemunculannya. Beberapa literatur sejarah menyebutkan bahwa dia wafat pada tahun 37 Hijriyah, setelah mewariskan berbagai pengaruh baik di kalangan wanita beriman yang terus memancarkan kebaikannya. Semoga abadi sesuai kehendak Allah SWT. Amin! [ganna pryadha/voa-islam.com]

Referensi: Ahmad Khalil Jam’ah, Nisaa’ min ‘Ashri an-Nubuwwah.

Ibnul Khatthab: Khalid Bin Walid Abad 20, Singa Tauhid di Bumi Chechnya


By: Yulianna PS
Penulis Kumcer “Cahaya Ilahi dari Gaza untuk Insan Ateis”
Nama lengkapnya adalah Samir Saleh Abdullah Al-Suwailim. Lahir tahun 1969, tumbuh di keluarga mulia dan terhormat dikota Arar, Saudi. Ia mempunyai hati yang tulus, lembut namun tegas. Keluarga mendidiknya menjadi pribadi yang mandiri, untuk itulah keluarganya tidak pernah memberi uang saku lebih padanya. Wajahnya teduh dan memikat, Allah menganugerahi kelebihan padanya berupa kepandaian atau kefasihan berbicara, hal ini membuat lawan yang diajak bicara mudah terpikat.  Lelaki yang mempunyai delapan saudara ini suatu ketika pernah berbicara dengan saudara kandungnya, tanpa sadar membuat saudaranya terpikat lalu dengan sukarela memberinya uang diluar uang saku.
Tidak hanya cerdas, namun Ibnul Khatthab sangat pemberani, berbeda dengan anak-anak seusianya. Suatu hari saat bermain, ia menemui pemandangan yang membuat hatinya terbakar, teman sekolahnya dikeroyok oleh gerombolan anak-anak Syi’ah. Meski Ibnul Khatthab lebih kecil dari anak-anak Syi’ah itu, tapi ia berusaha maju melerai perkelahian yang tidak seimbang tersebut. Sebenarnya ia menyadari tidak mampu mengalahkan anak-anak Syi’ah tersebut, ia nekad maju karena hatinya tidak rela melihat kezaliman. Alhasil, tubuhnya babak belur.
Pernah terjadi dalam hidupnya, kendaraan yang dikendarai menabrak kucing betina. Keringat membasahi tubuh, hatinya didera rasa takut yang sangat, wajahnya pucat pasi, tidak lama kemudian ia pingsan.  Setelah siuman, hal pertama yang ditanyakan adalah keadaan kucing yang ia tabrak. Saudaranya mengatakan bahwa kucing tersebut telah mati.  Mendengar kabar tersebut ia menangis tersedu-sedu.
Suatu ketika saat dia mengendarai mobil di tengah jalan yang sepi, ada seorang berkebangsaan Afrika melambaikan tangan meminta agar berhenti. Kepada Khatthab, lelaki muda Afrika itu meminta bantuan karena mobilnya mogok, sedangkan ia ada keperluan sangat penting di bandara.  Akhirnya Khatthab meminjamkan mobilnya untuk orang tersebut. Setelah lelaki asing itu pergi, ia mencoba membenahi mobil yang ditinggalkan padanya. Namun gagal, ternyata kerusakannya agak fatal. Tanpa ragu, Khathab muda merogoh koceknya untuk membayar orang agar membetulkan mobil rusak itu. Setelah beberapa jam kemudian, laki-laki Afrika itu kembali. Khatthab mengatakan bahwa mobilnya sudah ia benahi, tanpa menyebutkan bahwa ia mengeluarkan uang pribadi untuk membenahinya. Subhanallah!
Tahun 1987, Khatthab mendapat beasiswa untuk belajar di Amerika. Tidak lama setelah berada di Amerika, menggema panggilan jihad dari Syaikh Abdullah Azzam untuk melawan penjajah Rusia di Afghanistan. Khatthab muda bersama pemuda lain, ingin menjadi relawan di Afghanistan. Namun ternyata kunjungannya sebagai relawan tersebut menghadirkan pendar rasa dalam sanubarinya. Ada sesuatu memanggil jiwanya yang fitrah. Semua itu menyebabkan dirinya jatuh. Jatuh dalam rasa.  Rasa tersebut bernama cinta. Ia telah jatuh cinta pada jihad.
Waktu itu, kumis pun belum tumbuh, tetapi Khatthab rajin dan gigih mengikuti serangkaian pelatihan di kamp mujahid, ia merayu komandan-komandannya agar segera diizinkan untuk berperang. Beberapa kali peperangan diikuti oleh Khatthab, namanya selalu ada di setiap operasi, sehingga dalam waktu cepat namanya dikenal di kalangan mujahidin Afghanistan.
Khatthab tidak hanya gigih melawan penjajah kafir, tapi ia sangat giat berlatih, tidak mengenal kata lelah dan letih, begitupun saat peluru musuh mengoyak tubuhnya, ia hanya mengolesinya dengan madu. Terhadap teman-temannya berjuang, Khatthab menyembunyikan rasa sakit yang menderanya.

HIJRAH KEBUMI CHECHNYA

Tahun 1995 adalah awal Ibnul Khathab menginjakkan kaki di bumi Chechnya. Negeri yang telah dicengkeram penjajah komunis Rusia tersebut membuat nuraninya terpanggil. Akhirnya di bumi Chechnya inilah Allah menyatukan dirinya dengan mujahid tangguh yang namanya tersohor, yaitu Syamil Basayef.
Keberadaan Khatthab di Chechnya membuat pemerintah kehilangan kontrol. Dengan bangga pemerintah mengatakan akan dengan mudah mengalahkan para mujahidin yang jumlahnya hanya ratusan, sementara pihak Rusia mengerahkan ratusan ribu tentara lengkap dengan persenjataan canggihnya. Perang gerilya yang dilakukan mujahidin membuat pasukan Rusia kocar-kacir.
Berbagai prestasi gemilang dapat diraih oleh para mujahid, tentunya atas izin Allah. Pada bulan April 1996 Ibnul Khatthab melakukan operasi gerilya yang dinamakan operasi Sha Toi. Dalam operasi Satoi, Khatthab menyergap konvoi tentara Rusia yang berjumlah sekitar 50 kendaraan berat. Sedikitnya 223 pasukan dan 26 perwira tinggi dalam konvoi tersebut terbunuh. Hal ini menjadikan nama Ibnul Khatthab tersohor, dan menjadi target utama Rusia.
Ibnul Khatthab adalah mujahid pertama yang mengabadikan momen-momen jihad, rekaman video operasi dan perjuangan berhasil di dokumentasikan. Ibnul Khatthab mengirimkan rekaman-rekaman video tersebut untuk mengobati rindunya pada keluarga. Sang ibu selalu mengharap ia kembali, namun sebaliknya sang ayah, begitu bangga dengan Khatthab dan sangat mendukungnya jika terus memperjuangkan Islam dari cengkeraman penjajah Rusia.
Ketika bertemu seorang nenek, Khatthab bertanya, apakah ingin Chechnya merdeka? Dengan antusias nenek tersebut menjawab, bahwa ia ingin merdeka, menjalankan syariat islam tanpa intervensi dari komunis.  Lalu Khatthab bertanya lagi, “Lalu apa yang akan nenek berikan untuk mendukung para mujahidin?” Nenek itu pun menjawab, “Aku hanya mempunyai jaket ini, kuserahkan jaket ini untuk keperluan mujahid.” Mendengar jawaban itu, Khatthab meneteskan airmata.
Sejak kedatangan Khatthab, Rusia telah meminjam tangan kaum Sufi untuk memusuhi Khatthab, karena tokoh Sufi sangat membenci perjuangan kelompok Khatthab. Salah satu pasukan Khatthab ingin mendebat arogansi kelompok Sufi, namun Khatthab melarangnya. Khatthab berprinsip, lebih baik menghindari perdebatan yang tidak penting, karena dengan begitu akan banyak waktu untuk memikirkan strategi jihad.

PENGKHIANATAN ITU

Dengan sepak terjang Khatthab, Rusia semakin ganas. Berbagai cara pembunuhan diupayakan, mulai dari peledakan bom dan usaha lain, tapi selalu gagal. Ia pun pernah diberitakan meninggal oleh media Rusia.  Upaya pembunuhan tersebut menghasilkan kegagalan. Hingga dibuatlah rekayasa keji oleh intelijen Rusia bernama FSB (Federal’naya Shulbha Bezopasnoti) untuk bersekongkol dengan pengkhianat.
Sebuah surat yang dibubuhi racun mematikan diserahkan pada Khatthab. Begitu surat dibuka, nyawa Khatthab melayang. Awalnya pengkhianatan itu tidak diketahui, baru setelah dua minggu rekayasa ini terbongkar.
Ibnul Khatthab sang singa tauhid di bumi Chechnya itu telah tiada, tetapi seribu Khatthab akan bangkit untuk membumihanguskan kaum kafirin. Sang komandan gigih dan cerdik berjuluk “Khalid Bin Walid Abad 20” telah mendapatkan apa yang diinginkannya, syahid dalam membela agama Allah. [voa-islam.com]
Maraji’: “Komandan Khatthab” karya Abu Anas At-thabrani dan “Perjalanan Meminang Bidadari” karya Herry Nurdi.

40 Keistimewaan Wanita

”Dengan  nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi  Allah seru sekalian alam. Yang telah memberi kita nikmat Iman dan Islam,  serta nikmat sehat. Salawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi  Muhammad S.A.W., kepada keluarganya serta para sahabatnya.



Istimewanya wanita:

Menurut Islam, do’a wanita lebih makbul daripada do’a pria karena sifat penyayang seorang wanita yang lebih kuat daripada pria.

Ketika  ditanya kepada Rasulullah S.A.W. akan hal tersebut, jawab baginda: ”Ibu  (wanita) lebih penyayang daripada bapak (pria) dan do’a orang yang  penyayang tidak akan sia-sia.”



Berikut adalah 40 (empatpuluh) keistimewaan wanita menurut Islam



1. Wanita yang sholehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang sholeh.

2. Barang  siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang  yang senantiasa menangis karena takutkan Allah S.W.T. dan orang yang  takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

3. Barang  siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu  diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.  Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang  siapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak  Nabi Ismail A.S.

4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam surga.

5. Barang  siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau  dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan  dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa  takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

6. Dari  Aisyah r.a. ”Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak  perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan  menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

7. Surga itu di bawah telapak kaki ibu.

8. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

9. Wanita  yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka  dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia  kehendaki dengan tidak dihisab.

10. Wanita  yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara,  malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya  selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga  sembahyang dan puasanya).

11. Aisyah  r.a. berkata, ”Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang  lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab baginda, ”Suaminya.” ”Siapa  pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, jawab Rasulullah  S.A.W., ”Ibunya.”

12. Perempuan  apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara  kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu surga  mana saja yang dia kehendaki.

13. Tiap  perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T.  memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000  tahun).

14. Apabila  seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka  beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya  setiap hari dengan 1.000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1.000  kejahatan.

15. Apabila  seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T.  mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.

16. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

17. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

18. Apabila  semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka  Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba  dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.

19. Seorang wanita sholehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

20. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1.000 pria yang jahat.

21. 2 rakaat sholat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat sholat wanita yang tidak hamil.

22. Wanita  yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya  (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik  susu yang diberikannya.

23. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

24. Wanita  yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat  istrinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah S.W.T. dengan penuh  rahmat.

25. Wanita  yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah S.W.T. dan  kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk surga 500 tahun lebih  awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70.000 malaikat dan bidadari  dan wanita itu akan dimandikan di dalam surga. Dan menunggu suaminya  dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

26. Wanita  yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit  akan diampuni oleh Allah S.W.T. akan seluruh dosanya dan bila dia  hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.

27. Wanita yang memerah susu binatang dengan ”bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

28. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ”bismillah” Allah S.W.T. akan berkatkan rezekinya.

29. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di baitullah.

30. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

31. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari.

32. Wanita  yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun sholat dan puasa dan setiap  kesakitan pada satu uratnya Allah S.W.T. mengurniakan satu pahala haji.

33. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid.

34. Jika wanita melayani suami tanpa khianat, akan mendapat pahala 12 tahun sholat.

35. Jika  wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2,5 tahun), maka  malaikat-malaikat di langit akan kabarkan berita bahwa surga wajib  baginya.

36. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah S.W.T. akan memberi pahala satu tahun sholat dan puasa.

37. Jika  wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan  jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola  perak.

38. Wanita yang meninggal dunia dengan keridhoan suaminya akan memasuki surga.

39. Jika suami mengajarkan istrinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.

40. Semua  orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah S.W.T. di akhirat,  tetapi Allah S.W.T. akan datang sendiri kepada wanita yang memberati  auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Anggota Freemason Saja Memperingatkan Yahudi Sangat Berbahaya !

Benjamin Franklin merupakan salah seorang penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat(4 Juli 1776).Benjamin Franklin merupakan salah seorang "The Founding Fathers Amerika Serikat, seorang freemason*, jurnalis, penerbit, pengarang, filantrofis, abolisionis, birokrat, negosiator, ilmuwan, diplomat, dan penemu sekaligus ! Benjamin Franklin lahir di Milk Street, Boston, pada tanggal 17 Januari 1706 dari ayahnya yaitu Josiah Franklin. Benjamin adalah anak bungsu dari 17 bersaudara Benjamin sudah tidak bersekolah di usia 10 tahun.

Dua tahun kemudian dia magang di penerbitan milik James, kakaknya sendiri. Suatu hari Ben bertengkar dengan James, akhirnya Benjamin kabur ke New York, lalu ke Philadelphia pada Oktober 1723. Ketika Amerika Serikat masih menjadi daerah jajahan Inggris, Franklin menemui sejumlah pemodal Yahudi berpengaruh di London.

Robert L. Owen, mantan kepala komisi bank dan keuangan kongres AS, mencatat dalam dokumen Senat Amerika halaman 98 butir 33, yang melaporkan pertemuan antara Benjamin Franklin dengan wakil-wakil perusahaan Rothschild di London.


DI dalam pertemuan tersebut, orang-orang Rothschild bertanya kepada Franklin hal-hal apa yang bisa dibantu untuk membuat perekonomian koloni Amerika bisa maju.Franklin menjawab "Masalah itu tidak sulit. Kita akan mencetak mata uang kita sendiri, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh industri yang kita miliki." Jawaban itu membuat

Rothschild lega. Konglongmerat Yahudi itu melihat keuntungan yg sangat besar di koloni Inggris itu.Namun Inggris melarang mencetak uang sendiri di daerah koloninya tsb. hingga beberapa tahun kemudian bari Dollar dicetak.Benjamin Franklin merupakan tokoh Freemasonry London, yg menjalin kontak sangat dekat dgn Rothschild, otak dari pihak konspirasi Yahudi Internasional.

Namun lama kelamaan, setelah melihat dgn mata kepala sendiri berbagai perkembangan yang tidak menguntungkan Amerika Serikat, negara yg dibadaninya, terutama terkait perkembangan kaum Yahudinya serta penguasaan kaum ini atas sendi-sendi perekonomian, maka Franklin sadar bahwa selama ini dia telah berbuat salah.

Kaum Yahudi yg dulu bgt dkt dgnnya ternyata tidak ubahnya LINTAH DARAH yg mampu mengisap dgn amat rakus dan buas, SDA dan manusia Amerika, Franklin pun berlepas dari gerakan Freemasonry dan berusaha dgn gigih, tak kenal takut, untuk memperingatkan rakyat Amerika tentang bahayanya orang-orang Yahudi di Amerika.



Di sana ada bahaya, yang amat menakutkan yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi manapun Yahudi berdiam, mereka selalu merusak tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti apa yang terjadi di Portugal dan Spanyol.

Sejak lebih 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib yang mereka alami, karena mereka telah diusir dari bumi kelahiran nenek moyang mereka. Perlu diketahui wahai saudara sekalian, seandainya dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah Palestina, mereka akan segera mencari alasan untuk tidak kembali kesana. Mengapa ? Mereka tak lain adalah Vampir penghisap darah. Dan seekor vampir tidak akan bisa hidup dengan vampir lainnya. Orang Yahudi tidak bisa hidup sesama mereka sendiri. Mereka harus hidup bersama orang Kristen atau bangsa-bangsa yang bukan golongan mereka.


Jika bangsa Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan kekuatan Undang-Undang, maka dalam masa 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita perjuangkan dengan darah, harta, nyawa, dan kemerdekaan kita. Seandainya bangsa Yahudi itu tidak diusir dari Amerika, maka dalam waktu 200 tahun mendatang anak cucu dan cicit kita nanti akan bekerja di ladang-ladang untuk memberi makan orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, Yahudi akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di berbagai perusahaan keuangan.



Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anakcucu dan cicit kalian akan memanggil-manggil nama kalian dari atas liang kubur kalian kelak. Pikiran yang ada di benak orang Yahudi tidak sama seperti yang pada orang Amerika. Meski pun mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka tidak akan berubah sebagaimana tutul tidak bisa mengubah warna tutul kulitnya. Mereka akan menghapus institusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan dengan kekuata konstitusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan dengan konstitusi”

Surat ini ditulis oleh Benjamin Franklin berkenaan dengan Rencana Undang-Undang tahun 1789 dan dimuat dalam Charles Pinsky Journal, South Carolina. Teks aslinya sampai sekarang masih bisa dilihat di FranklinInstitute Philadelphia, AS. Sumber: Eramuslim Digest Edisi Koleksi 4



“Dulu, orang-orang yahudi masuk ke negeri ini sebagai imigran dekil. Kemudian mereka menguasai potensi-potensi alam kita. Sekarang, mereka begitu sombong kepada kita dengan memonopoli kekayaan alam kita. Mereka adalah iblis-iblis jahannam dan kelelawar penghisap darah rakyat Amerika. Tuan-tuan, usir gembel laknat itu dari negeri ini sebelum terlambat, demi melindungi kepentingan rakyat kita dan generasi medatang.


Kalau tidak Tuan-tuan akan melihat dalam satu abad mendatang mereka akan menjadi tantangan yang lebih besar daripada apa yang sekarang ini tuan pikirkan. Tiba-tiba, tuan akan menyaksikan mereka menguasai negeri dan bangsa ini. Mereka akan menghancurkan segala sesuatu yang telah kita bangun dengan darah kita. Percayalah, mereka tidak akan memiliki belas-kasihan kepada anak cucu kita nanti. Bahkan, tidak mustahil, mereka akan memperbudak kita demi mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. Mereka akan berada dalam kantor-kantor sambil berfoya-foya untuk mentertawakan kebebalan, kebodohan dan kedunguan kita. Tuan-tuan yakinlah, Jika tuan-tuan tidak segera mengambil tindakan, niscaya ketika generasi-generasi mendatang tengah terinjak-injak sepatu mengkilat Yahudi, mereka akan melaknat kebijaksanaan kita sekarang ini.”



peringatan itu di cetuskan oleh Benyamin Franklin. Tapi imbaun Franklin tak mampu beredar luas. Karena Free Masonry Yahudi telah keburu menjegalnya. Dengan menguasai seluruh posisi vital di AS, khususnya media massa, Yahudi bisa berbuat semaunya. Harian Charles Pickney dalam edisi yang mengekspos pidato Franklin, seluru oplahnya di bakar habis kalangan Yahudi AS. Usia kepemimpinan Benyamin Franklin pun tak lama, karena setelah itu media massa Zionis yang ganas memfitnahnya dengan tuduhan yang keji, mengakibatkan karir politiknya ambruk.

Sampai hari ini, makar Zionis berjalan atas Amerika dan seluruh dunia Tak ada satupun Presiden yang naik tanpa restu Yahudi. Yahudi betul-betul mencekik leher Amerika tanpa di sadari bangsa itu, kecuali hanya beberapa gelintir yang tahu. Dalam buku berjudul “Cerita Bangsaku “, Aba Eban, mantan Mentri Luar Negeri Israel, merinci pengaruh Yahudi di Amerika Serikat.


“Sepanjang sejarah Yahudi,belum pernah terjadi kasus dominasi sebesar yang kita lihat sekarang ini di Amerika Serikat. penyebab hal itu adalah, luasnya pengaruh mereka melebihi jumlah seluruh populasi di AS. Hanya 3% jumlah Yahudi dari jumlah seluruh penduduk di sana.”


Titik kulminasi keberhasilan makar Zionis tatkala mereka berhasil mengantarkan Fraklin Roosevelt ke Gedung Putih sebagai Presiden AS. Roosevelt adalah warga Yahudi yang bermarga Roosevelt. Di zaman itulah, dia merekrut warga Yahudi besar-besaran untuk menduduki posisi-posisi vital di AS. Efek dominasi Yahudi sangat menggurita itu juga terlihat, ketika mereka berhasil membentuk komite khusus yang bertanggung jawab melobi Konggres AS tahun 1975. Nama komite itu “Lembaga Amerika-Israel Bidang Kerakyatan” ( Yahudi Dalam Informasi dan Organisasi – oleh Fuad bin Sayyid Abdurrahman Arrifa’i, terbitan Gema Insani Press, Jakarta 1995 ).


Aksi mendukung terorisme Zionis Israel kini pun marak di AS. Mantan PM Israel Benyamin Netanyahu, Menhan AS Paul Wolfowitz, bekas walikota New York Rudolph Giuliani dan sejumlah anggota konggres AS (Selasa, 15/04) dengan semangat larut dalam aksi berjudul “Pawai Solideritas Nasional untuk Israel” (The Nasional Solidarity Rally for Israel). Dalam orasinya di hadapan massa pro-agresor Israel, Paul Wolfowitz mengatakkan, “Presiden George W Bush ingin anda semua mengetahui, bahwa dia berdiri bersama dalam mendukung Israel”.


Dari sini bisa kita pahami, kenapa presiden Bush mendukung mati-matian Zionis Israel. Karena tidak berbeda dengan pendahulunya, Bush hakikatnya juga tak lebih sebagai kacung yang berhasil dicengkeram kuku-kuku najis komplotan Zionis Internasional. Sama halnya pendahulu Bush, Bill Clinton, ia adalah pendukung fanatik Israel. Masih ingat, bagaimana gigihnya Hillary Clinton (istri Bill Clinton) memimpin aksi mendukung Israel? Itulah sebabnya kenapa Ariel Sharon tak gentar menghadapi ancaman dunia yang kini di kuasai oleh AS.


Noam Chomsky seorang Profesor pada Massachusset Institute of Technology, menyoroti keganjilan AS tatkala berhadapan Israel.Chomsky mengkritik AS karena tidak secara terbuka melaporkan fakta-fakta yang sangat jelas tentang bagaimana Washington menyuplai Israel dengan helikopter-helikopter dan senjata-senjata canggih untuk menghancurkan rakyat Palestina yang tidak bersenjata. Mereka (warga Palestina itu), tambah sang Profesor, hanya menggunakan batu untuk melakukan perlawanan yang sah terhadap penjajah Israel .


Tragis! Itulah kata yang bisa mewakili nasib Dunia Islam, khususnya bangsa Palestina Bagaimana tidak? Ketika negara paling berkuasa saat ini, yang mengaku sebagai kampiun demokrasi dan HAM, terlibat dalam persengkongkolan biadab dengan bangsa jahannam Israel? Ketika logika HAM dan demokrasi mengacu pada logika Talmud yang berlandaskan pada nilai-nilai penghalalan terhadap segala penghancuran moral, pembinatangan sifat-sifat manusia, penghapusan eksistensi manusia yang tidak berasal dari ras Yahudi serta menafikan eksistensi Tuhan?


Jika Agresor Israel bisa menggelar parade kebiadabannya di Palestina setiap hari, lantaran mereka sadar betul bahwa tindakan biadab mereka pasti akan di back up dan dilegatimasi AS. Segala negosiasi damai yang di prakarsai oleh AS, ancaman sanksi PBB, hatta ancaman embargo minyak dunia Arab, hanyalah sandiwara gombal dunia yang kini di bawah tekanan AS. Sebab AS telah menetapkan paradigma “Siapa yang memusuhi Yahudi mereka adalah teroris yang wajib di perangi dunia”. Karena itu semua negara harus bergabung bersama AS untuk memerangi “terorisme” menurut Zionis-Israel.



Yahudi adalah kaum yang dilaknat Allah, karena mereka meninggalkan amal setelah mengetahui hukum wajibnya, tidak ber-amar ma’ruf nahi mungkar, melecehkan dan memalsukan kitab Allah, mengingkari janji, mengkufuri ayat-ayat Allah, mengatas namakan asma’ Allah dengan bodoh, mengubah perintah Allah, mengimani thogut dan para tiran, makar terhadap Allah dan Rasul-Nya, mengklaim dirinya sebagai pembunuh Isa a.s, menyembah lembu, mengingkari kebenaran, membunuh para Nabi, menyembunyikan kesaksian Allah, mengikuti hawa nafsu, mengkufuri nikmat Allah, lebih mencintai harta daripada Allah, menolak hukum Allah, mendustakan ajaran Isa a.s, selalu berkata dusta, memakan harta haram dan mengangkat Uzair sebagai anak Allah.

http://nur-muslim.blogspot.com/2011/05/mantan-anggota-freemason-pun.html

KEJADIAN AJAIB DI PALESTINA !



Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.







Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.



Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.



Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.



Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.



Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.



Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.



Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.



Seorang jurnalis internasional, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber. Let's check it out...>>>>





Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza



Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.



Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.



Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.



Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.



Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”



Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”



Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.




SuaraTak Bersumber



Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).



Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.



“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.



Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.



Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.



“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.



Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.



Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”



Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.



Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.



“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya



Saksi Serdadu Israel



Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.



Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.



“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.



Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.



Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”



Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***



Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh



Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.



Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.



Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.



Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.



Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.



Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”



Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.



Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.



Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.



Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”



Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.


Merpati dan Anjing



Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.



Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.



Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.



Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.



Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”



Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.



Kabut pun Ikut Membantu



Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).



Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.



Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.



Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.



Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.



Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.



Selamat dengan al-Qur’an



Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.



Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.



Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.



Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).





Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.



Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.



“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).***


Harum Jasad Para Syuhada



Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.



Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.



Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.



Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.



Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.



Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.



Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.



Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”



Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir



Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.



Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.



Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.



Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.



Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.



Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.



Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)



Terbunuh 1.000, Lahir 3.000



Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.



Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.



Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net (2/2/ 2009).



Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.



“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya

Justin Bieber , Berhala Baru Remaja Kurang Iman

Justin Bieber, Berhala Baru Remaja Kurang Iman

Bulan April, Justin Bieber katanya mau konser di Indonesia. Gimana reaksi kamu sebagai remaja mendengar berita ini? Heboh, jingkrak-jingkrak kegirangan kayak orang kesurupan, nangis terharu, bersikap lebay atau malah biasa aja alias gak terpengaruh?
Beragam reaksi remaja mendengar kabar si Justin mau datang. Reaksi ini terjadi adalah efek dari pemahaman remaja akan sesuatu dalam hal ini adalah memahami siapa si Justin ini sebenarnya. Bila yang ada di benaknya sosok cowok ganteng yang lincah dan bersuara seksi, maka secara otomatis kamu sebagai remaja cewek akan berteriak histeris kegirangan. Beda lagi bila yang ada dalam pemahaman kamu tentang cowok yang satu ini adalah sosok remaja belasan tahun yang menjadi korban industry music di era kapitalis, maka yang muncul adalah sikap kasihan. Ya…anak seusia itu sudah dieksploitasi demi gemuknya kantong para pemodal dan menjadi berhala baru di era yang katanya modern ini.
Fenomena Justin Beiber bisa menjadi berhala di dunia ini. Berhala? Bukankah si Justin tidak disembah? Berhala bukan untuk disembah saja tapi juga termasuk ke dalam kategori untuk diikuti, diidolakan hingga ditangisi secara histeris sebagaimana para fans itu ke idolanya. Padahal, si Justin kenal juga enggak dengan kamu dan para remaja lain. Trus ngapain juga pake acara teriak-teriak histeris bahkan sampai ada yang menangis dan pingsan? Biasanya ini adalah reaksi yang muncul bila para remaja merasa ‘excited’ yang berlebihan. Bahkan banyak juga remaja cewek yang kepingin banget bisa dapat kesempatan untuk mencium atau dicium oleh si Beiber ini. Yucks!
....Sobat muda muslim, nyadar donk! Untuk apa kamu melakukan kehisterisan semacam itu hanya untuk cowok non muslim bernama Justin Bieber?...
Sobat muda muslim, nyadar donk! Setiap perbuatan itu selalu ada pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Apa jawaban yang bakal kamu sodorkan bila ada pertanyaan, untuk apa kamu melakukan kehisterisan semacam itu hanya untuk cowok non muslim bernama Justin Bieber? Nggak usah nunggu ditanya di akhirat, sekarang aja coba kamu jawab dan renungkan pertanyaan tersebut di atas. Kenal juga enggak, dapat kemanfaatan darinya apalagi. Yang ada malah kamu sering lalai melaksanakan kewajiban karena keasyikan mendengarkan si Beiber nyanyi plus jejingkrakkan.
Rencana konser si Beiber di Indonesia membuat banyak remaja seusia kamu pada berebut membeli tiket yang harganya tak bisa dibilang murah. Buat sodaqoh pelit tapi tak sayang menghamburkan uang untuk beli tiket si Beiber. Aneh! 10 ribu tiket seharga 500 ribu hingga satu juta terjual langsung ludes dalam beberapa hari saja. Calon penonton yang ngantri pun berjubel jauh hari demi mendapatkan selembar tiket untuk nonton si Justin.
Coba bandingkan dengan acara lain semisal bedah buku, seminar, atau training keislaman, para remaja pada ogah datang. Boro-boro mau bayar mahal, udah gratis saja masih tetap jarang yang mau datang. Memang sih, yang namanya surge itu lapang. Sebaliknya, yang namanya neraka itu berjubel penuh penghuninya. Hampir mirip dengan fenomena acara keislaman versus maksiat. Tergantung kamu sendiri wahai remaja, untuk pintar-pintar memilih tujuan mana yang akan kamu tuju.
Remaja cerdas so pasti pilih acara yang berkualitas demi meningkatkan iman dan takwa, bukan sebaliknya. Jadi, udah deh gak usah ikut-ikutan demam si Beiber. Dia gak bisa menyelamatkan kamu dari panasnya siksa neraka kok. Rugi berat deh! [ria fariana/voa-islam.com]

baca juga ya , tulisanku yang Cintailah Orang Shalih Krena ALLAH . dan, aku juga pernah baca kalo biber itu bikinan yahudi hihi
syukron

Mujahid Muda Bertameng Al-Quran

aku baca tulisan ini di eramuslim.com beberapa hari yang lalu ,,, sungguh kisah ini begitu....... ah baca sendiri aja ya... inshaAllah nangis deh.. uhuk

Entah mengapa, aku benci mereka, mungkin karena kedua adik perempuanku mereka siksa dan bunuh secara keji di desa kami. Atau mungkin karena ayahku mereka siksa dan tangkap bertahun-tahun lalu di desa kami. Atau yang paling memungkinkan, karena mereka membantai seluruh ibu-ibu di desa kami, termasuk ibuku! Intinya aku membenci mereka dengan sejuta alasanku.

Merekalah yang selama ini senang akan segala penderitaan kami, merekalah yang selalu mencari-cari alasan untuk menyiksa, membunuh, memperkosa, atau merampas barang-barang kami. Mereka itulah Kaum yang telah Allah kutuk dan murkai. Mereka Yahudi! Dan dengan segala sifat dan keburukan yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Kini aku akan membalas, aku dan dua kawanku akan membalas perbuatan mereka.

Kami berencana melakukan suatu hal yang pasti akan membuat setidaknya kesal salah seorang tentara laknat itu, kami tahu, mungkin tidak akan berpengaruh banyak bagi perlawanan ini, tapi kami tahu, itulah yang mereka sangat benci dari negri kami, "Anak-anak yang sangat nakal dan kurang ajar!" itu kata mereka.

Kami tidak sembarang memilih target, kami telah memantau, menilai dan mengerjai mereka puluhan kali. Maka kami tahu sekarang, kami harus mengincar tentara berpangkat tinggi agar mendapak efek yang luar biasa besar. Tidak sulit bagi kami yang bertubuh kecil untuk bergerak tanpa terlihat. Kami bertiga telah terbiasa puasa sehingga badan kami kurus dan gesit.

Rencana kami adalah mempermalukan salah seorang perwira tentara itu dengan membakar celananya tepat di bawah tempat duduk santainya. Ia adalah Komandan resimen yang berkemah di dalam kota. Setiap pagi kerjanya hanya mengamati para perajuritnya berbaris dan berteriak menyuruh mereka membersihkan kota dari puing-puing bekas pemboman kota tersebut. Kami tahu jadwal ia duduk di kursi malasnya itu, dan kesempatan datang hari ini, bahan-bahan untuk melancarkan misi pun telah terkumpul.

Pagi ini, sebelum Sang Komandan dan pasukannya bangun, seusai sholat Subuh, kami mengendap-endap ke perkemahan kemudian meletakkan bahan-bahan di bawah kursi Sang Komandan. Lalu kami pun pergi bersembunyi. Tugaskulah untuk memastikan misi ini berjalan dengan lancar. Maka kedua kawanku, Abdullah dan Amar, segera pergi untuk sembunyi. Sementara aku sembunyi tak jauh dari kursi Komandan untuk menyulut api pada kain panjang yang kami setengah kubur di pasir yang berhubungan dengan kursi Komandan.

Setelah setengah jam menunggu, salah satu pasukan pun bangun dan mulai membangunkan seluruh tentara kecuali Komandan. Tak lama kemudian sambil berteriak dalam bahasa Ibrani Sang Komandan berteriak-teriak. Pasukan pun segera berkumpul di depan tenda Komandan dalam keadaan berbaris. Sekitar 30 jumlah mereka. Maka dengan bismillah aku memulai aksi. Menyaksikan apiku merambat dengan cepat melalui kain, jantungku berdegup keras.


Tak lama aku mendengar seseorang berteriak, tak salah lagi itu Sang Komandan pasukan. Tanpa sadar aku pun tertawa, yang sebenarnya dapat membahayakan diriku, namun aku tidak tertawa sendiri. Para pasukan resimen itu pun tertawa melihat Komandan mereka tersulut api dan melompat-lompat memegangi celananya yang hangus terbakar. Setelah api di celananya padam dalam beberapa detik. Sontak Sang Komandan berteriak dan seluruh pasukan berhenti tertawa, karena aku yang tidak mengerti bahasanya, aku tetap tertawa, sehingga seluruh pasukan dan Sang Komandan melihatku di tempat persembunyian. Sang Komandan berteriak lagi dan seluruh pasukan terlihat akan mengejarku, dengan panik aku pun segera berlari ke arah dua temanku bersembunyi. Aku berteriak, "Abdullah, Amar, Lari!"

Mereka pun segera bangkit dan berlari, tiba-tiba aku mendengar serentetan tembakan yang memekakkan telinga kecilku, lalu kulihat di depanku, kedua kakak beradik temanku itu jatuh terjerembab dengan tak kurang selusin luka tembak di punggung mereka masing-masing. Aku terpana dan berhenti berlari.

Sekali lagi aku mendengar teriakan Komandan dan suara tembakan terdengar, kali ini hanya satu tembakan. Segera kurasakan kakiku seperti terbakar, aku tertembak. Kakiku seperti patah dan lumpuh. Sakitnya tak pernah kurasakan. Aku pun terjatuh, tak lama kemudian muncul di atasku tiga bayang-bayang tentara. Salah satunya adalah Komandan yang kami sulut tadi. Mukanya merah bukan main. Ia memaksaku berdiri. Kemudian meninju perutku dengan keras. Berkali-kali. Aku sudah tak bisa berteriak, aku ingin menangis, lagi, dua temanku tewas di tangan mereka. Kali ini di depan mataku. Aku terus menerus dipukul sehingga aku pingsan.



Ketika terbangun aku berada di ruangan ini. Bersama seorang tua yang sudah lumpuh. Aku bertanya padanya, "Di mana ini?"
Ia menjawab dengan senyum tulus, "Ini di rumah, karena kau tak mungkin meninggalkannya lagi, sekolah kalau kau mau belajar, dan penjara jika kau ingin menganggapnya begitu."

Aku tak mengerti kata-kata bapak tua itu, tapi aku tahu ia benar soal penjara, karena aku melihat besi-besi penghalang yang menghalangiku keluar ruangan itu. Berhari-hari aku hanya tidur dan melamun. Aku makan berdua dengan bapak tua itu, kami diberi jatah setengah potong roti basi yang harus kami bagi berdua.

Aku sudah beberapa hari tidak sholat, karena aku tidak tahu bagaimana aku harus berwudhu dengan air kami yang hanya segelas itu? Namun kulihat bapak tua itu selalu melakukan gerakan-gerakan seperti sholat dengan duduk setiap waktu sholat.

Akhirnya hari itu, setelah waktu Dzuhur yang aku tahu sudah lewat beberapa jam yang lalu, aku bertanya padanya, "Kek, bagaimana caranya sholat tanpa air?"
Ia menjawab, "bertayamumlah Nak."
"Bagaimana caranya?" aku bertanya.
Maka ia mengajariku cara-cara bertayamum dengan debu pada dinding penjara. Mulai hari itu aku pun sholat dengan bertayamum dan berjama'ah dengan kakek itu setiap waktu sholat tiba.

Setelah aku rasa sebulan aku di sel itu, seorang tentara datang dan membuka pintu sel kami. Ia menyuruhku untuk mengikutinya dengan bahasa yang aku kenal. Aku pun pergi mengikutinya. Kami pergi melalui sebuah lorong panjang yang di kanan kirinya terdapat pintu-pintu seiring aku lewat, aku mendengar teriakan dan rintihan dari balik pintu-pintu tersebut, aku merinding dan takut.
Sampailah aku pada suatu pintu di mana tentara yang membawaku itu pun berhenti. Ia memerintahkanku untuk masuk kedalam ruangan. Kemudian aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kosong tersebut. Sang tentara berbalik keluar dan mengunci pintu tersebut. Sepuluh menit kemudian datanglah seorang tentara berwajah muram dengan tas besar dan terlihat berat membuka pintu dan duduk di kursi di depan meja di tengah-tengah ruangan itu.
Ia bertanya padaku pertanyaan dalam bahasa ibuku, "Siapa namamu Nak?"
Aku menjawab, "Umar!"
Kemudian ia bertanya lagi, "Di mana rumahmu?"
"Kalian menghancurkan rumah dan seluruh desaku dan desa tetanggaku 2 tahun yang lalu!" jawabku marah.
"Lalu kau berniat membalas itu dengan membentuk kelompok-kelompok pemuda yang menggangu tentara kami di lapangan?"

Aku berkata sambil setengah tertawa, "Huh, kalian pikir kami sebanyak itu eh? Satu-satunya kelompok yang kubentuk hanya beranggotakan tiga orang dan kalian telah membunuh dua di antaranya sebelum aku tertangkap, dan kini satu-satunya anggota yang tersisa hanyalah seorang anak muda pincang yang ada di depanmu ini."

Tentara itu marah dan menamparku dengan keras sambil berteriak, "Jangan Bohong! Katakan! Di mana teman-teman kecilmu yang brengsek itu?"
Aku hanya terdiam sambil meringis dan berzikir. Dia marah dan menendangku berkali-kali setiap tendangan aku bertakbir keras. Ia semakin marah dan melakukan itu terus menerus hingga ia lelah.
Kemudian berkata, "Mungkin besok kau mau jujur, tapi hari ini aku ambil oleh-oleh darimu agar kau ingat untuk jujur esok."
Ia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuh penjepit besar dari dalamnya, ia mendekatiku dan menarik kakiku yang lumpuh. Kemudian ia menjepit kuku ibu jari kakiku dan mulai menariknya. Karena rasa sakitnya akupun berteriak dan hampir lupa menyebut nama Allah. Aku berteriak sekeras-kerasnya karena sakitnya bukan main. Ia mencabut kuku jari kakiku dengan penjepit tersebut. Aku pun menangis.

Ia berkata, "Itulah akibatnya jika bermain-main dengan kami anak kecil!"
Kemudian ia pun pergi dan masuklah tentara yang mengantarkanku tadi dan menyuruhku untuk segera berdiri dan mengikutinya lagi. Sambil meringis menahan sakit pada ibu jari kakiku akupun berdiri dan mengikutinya pergi. Keluar ruangan dan menyusuri koridor tadi yang masih dipenuhi teriakan dan rintihan dari balik pintu-pintu di kanan kirinya.

Tentara yang membawaku ini membawaku ke sebuah sel yang lebih besar dari selku yang pertama, di dalamnya ada empat orang sedang duduk. Sang tentara menyuruhku masuk setelah membuka sel tersebut, dan segera menguncinya begitu aku masuk.

Seorang pria dan tiga orang pemuda yang kukira umurnya hanya berbeda dua tahun dari umurku sekarang. Itulah penghuni sel baruku ini. Pria yang paling tua mendekatiku dan merobek bagian lengan bajunya dan mengikatnya di ibu jari kakiku yang kukunya sudah tidak ada dan masih mengucurkan darah itu.
Ia bertanya, "Apa yang mereka tuduhkan atasmu?"
"Mereka menuduhku membuat kelompok-kelompok anak kecil yang mengganggu pasukan mereka di lapangan," jawabku lemah.
"Apakah kau melakukan itu semua?" tanyanya lagi.
Aku menjawab, "Yang kulakukan adalah bersama kedua temanku mengerjai Komandan mereka, hingga mereka membunuh kedua temanku itu".
Ia berkata, "Mereka memang selalu menuduh kita berlebihan, mereka hanya ingin menyiksa kita, lebih baik kalau kau tutup mulut dan berzikir untuk menghindari siksaan. Bacalah Al-Qur'an dalam hati agar menenangkan."

"Aku belum bisa membaca Al-Qur'an dan belum hafal banyak surat-surat pendek, ayahku ditangkap ketika aku kecil dan ibuku meninggal saat pembantaian di desa kami, aku selamat karena saat itu sedang menginap di rumah tanteku di kota," jawabku.
"Kalau begitu, belajarlah denganku dan ketiga anakku, Faiz, Zaid dan Yahya. Dan aku Musthofa," katanya.
"Kami berhasil menyelundupkan Al-Qur'an ke sini," lanjutnya lagi.
"Baiklah, aku akan belajar darimu, namaku Umar!" kataku.

Sejak itu aku sholat, makan, dan belajar Qur'an dengan ustadz Musthofa dan ketiga anaknya. Ustadz Musthofa ternyata memang seorang guru mengaji dan sudah hafal 30 juz Al-Quran di luar kepalanya. Ia pun membaca dengan lembut dan tartil. Selama beberapa bulan aku belajar bersamanya.
Hingga suatu hari setelah belajar Al-Qur'an aku bercerita tentang hari kedatanganku ke penjara ini. Dan aku bertanya pada ustadz Musthofa tentang pria tua yang satu sel denganku pertama kali, dia menjawab dengan berseri-seri, "Dia adalah guru kami semua di penjara ini, ia adalah inspirasi anak-anak muda kita, ia adalah Sheikh Ahmad Yassien, ia akhirnya dibebaskan belum lama ini, alhamdulillah."

Aku hanya menganguk-angguk tidak mengerti pengaruh pria tua itu terhadap orang-orang di penjara ini. Setahun sudah aku belajar Qur'an dengan ustadz Musthofa. Dan dari hasil didikannya akupun kini tidak terlalu banyak mengeluh dalam ruang interogasi, bahkan aku tidak menjawab apapun pertanyaan-pertanyaan palsu mereka. Biarpun mereka mencabut beberapa lagi kuku-kuku kakiku, aku pun tidak terlalu merasa sakit, karena aku tahu aku memiliki obatnya, yaitu Al-Qur'an, yang semakin ku baca semakin berkurang rasa sakitku. Hingga pada suatu ketika, di ruang interogasi. Pria yang biasa menyiksaku kini menampilkan wajah senang yang luar biasa.



Aku tidak takut lagi terhadapnya, karena sudah hampir habis kuku-kuku di jari tangan maupun kakiku. Namun dia berwajah senang dan aku agak mengkhawatirkan hal itu, karena apa pun yang membuatnya senang adalah berkaitan dengan kesakitanku. Dia berkata, "Aku membawa bukti sekarang anak kecil."
"Tiga orang bukti dan saksi yang kami tangkap melakukan keusilan yang serupa dengan yang kau lakukan pada pasukan kami di lapangan."
"Mereka anak kecil, dan mereka mengaku berasal dari desa yang sama tempat kau tinggal dulu," katanya.
"Aku akan menyiksa mereka di depanmu sampai kau mengaku bahwa kaulah pemimpin mereka, atau mereka mengaku di bawah kepemimpinanmu."

Aku hanya diam. Lalu masuklah tiga anak kecil yang umurnya lebih muda sdariku sekitar 3 tahun. Mereka semua berwajah ketakutan. Sang penyiksa mengeluarkan belati dari dalam tasnya dan mendekati ketiga anak kecil tersebut. Aku hanya melihat dari kursiku dalam keadaan terikat erat.
Ia mengitari mereka satu kali dan bertanya kepada yang paling kanan, "Siapa namamu?"
Anak kecil itu dengan gemetar menjawab, "H...Hasan."
"Apakah kau mengenali kakak ini eh, Hasan?" tanya Sang penyiksa.
Hasan menjawab, "A...Aku tidak mengenalnya."
Lalu Sang penyiksa dengan marah mencengkeram rambut Hasan dan menempelkan belati pada pipinya, dan mulai mengiris pipi tersebut sambil berkata, "Berani berbohong eh?"
Hasan berteriak kesakitan. Aku miris mendengarnya namun tetap diam sambil berdoa untuk kekuatan Hasan.

Kemudian Sang penyiksa melepas Hasan setelah kedua pipinya tergores luka dalam dan mengucurkan darah. Hasan tetap menangis.
Sang penyiksa berdiri di tengah kedua anak kecil lainnya sambil mengamati mereka bergantian.
Kemudian menatapku dan berkata, "Belum mau mengaku kalau mereka anak buahmu eh? Bocah kurang ajar!"

Aku diam dan berharap ia tidak menyiksa kedua anak lainnya.
Namun harapanku pupus, ia malah semakin memperparah siksaan terhadap kedua anak lainnya, hingga hatiku miris dan tanpa sadar aku berteriak, "Berhenti!"
"Aku memang pemimpin mereka, aku yang memerintahkan mereka mengganggu pasukanmu," kataku berbohong.
Ia tertawa. "Ha ha ha, kini kau mengaku setelah melihat anak buahmu disiksa, padahal aku baru saja mulai bersenang-senang," katanya bengis.
"Tapi tidak apa, aku masih banyak waktu untuk menyiksa mereka, tapi kau, kau akan kami hukum mati besok, karena pengakuanmu ini," Sang penyiksa berkata lagi.

Lalu ia keluar dan menyuruh sorang tentara membawa kami berempat menuju sel kami dan bertemu dengan ustadz Musthofa.

Aku menceritakan segala kejadian yang berlangsung di dalam ruang interogasi dan ia berkata, "Subhanallah, kau telah ditetapkan untuk syahid demi menolong anak-anak terlantar ini Nak. Insya Allah Jannah Firdaus akan menantimu," aku hanya mengangguk dan mencari posisi untuk tidur malam itu. Sebelum tidur aku menulis memo. Lalu aku mengulang-ulang hafalanku sambil berbaring.

Pagi itu Umar bangun dan terlihat tenang sekali, seusai sholat shubuh berjama'ah, ia dan kedelapan penghuni sel yang sempit itu mengaji bergantian. Dengan hanya satu mushaf dan dengan penerangan yang sangat minim.
Sebelum matahari terbit, datang tiga orang tentara Yahudi membuka sel dan menarik Umar. Mereka membawa Umar pagi itu. Hingga siang hari, tidak ada tanda-tanda kembalinya Umar.
Salah seorang penghuni sel itu, ustadz Musthofa, bertanya kepada tukang bersih-bersih yang selalu lewat sel mereka, "Ke mana anak muda itu mereka bawa pergi?" tanyanya.

Ia menjawab, "Mereka membawanya ke tengah lapangan dan menelanjanginya dan mengikatnya di belakang kuda, sambil memacu kudanya dan yang lain menembaki kaki pemuda itu dan ia diseret dengan cara seperti itu hingga ia tewas."

;((((((((((((((((((((

Ustadz Musthofa kaget dan kemudian berkata, "Innalillahi wainnailaihi raajiuun, sungguh kejam mereka," ia memberi tahu kabar ini kepada ketiga anaknya dan kepada ketiga anak kecil di sel mereka, dan mereka pun mendoakan Umar.

Siang itu, setelah mereka sholat dan makan, ketika hendak mengaji, mereka mencium aroma yang luar biasa wangi dan semerbak di seluruh ruangan, dan terutama wangi yang keluar dari mushaf yang mereka pegang, sungguh harum baunya, sampai ustadz Musthofa berkata, "Mungkin ini adalah aroma parfum saudara kita Umar, ia telah dijemput dan dimandikan bidadari hari ini, dan aromanya tercium hingga ke mari."
Hari itu, bumi kehilangan satu lagi mujahid tangguh, mujahid bertamengkan Al-Qur'an, mujahid muda yang berani, dan seorang Hafidz.

(Senin, 22 Desember 2003, Asy-Syahid Al-Hafidz Umar al-Faroouq, 14 tahun, Penjara Nablus, Israel)

Imam Syahid

bolehjadikiamatsudahdekat.com
(Kisah ini adalah sebuah karya fiksi)