Pages

Kamis, 11 Desember 2014

Hal Kecil yang Sebenarnya Besar

BismiLlaahirrahmaanirrahiym

AsSalaamu'alaykum wa rahmatuLlaahi wa baarakaatuh

Kita sedang hidup di fase keempat Ummat Islam, yaitu zaman dimana fitnah dan kedzaliman melanda Ummat Muhammad ini. Serangan bertubi-tubi muncul, baik oleh kaum kuffar maupun orrang yang mengaku Muslim itu sendiri. Akhiruzzamaan, batas antara hitam dan putih semakin samar.

Serangan fisik maupun pemikiran dengan lancarnya menghujam. Terutamanya pemikiran, atau keduanya. Terutama kepada generasi penerus Ummat ini. Banyaknya hal-hal yang berbau 'fun', melenakan para pemuda Muslim. Mereka lebih banyak mengenal artis daripada Shohabah radiyaLlaahu'anhum. Film, makanan, musik dan sejenisnya lebih mudah masuk daripada 'ilmu syar'iy.

'Aidh al Qarni dalam bukunya, Selagi Masih Muda, mengatakan bahwa kaum kuffar tidak akan bisa melawan Ummat Islam selagi Ummat Islam dekat dengan Al Quran. Maka, kaum kuffar beserta kroni-kroninya mengedarkan bebas minuman keras dan majalah amoral. Dengan itu, Ummat Islam bisa dikalahkan.

Bisa kita lihat dewasa ini. Lebih banyak Pemuda Muslim yang tidak tahu akan Islam. Lebih banyak berguru kepada tontonan, karena tontonan lama-lama menjadi tuntunan. Agama adalah urusan pribadi, tak perlu diumbar, katanya.

Perang pemikiran memang sangat bahaya, baik bagi yang sadar maupun tidak. Akibat dari perang ini dapat menimbulkan pertikaian, perang fisik, yang paling parah adalah menjauh dari ALlah bahkan kafir. Pemuda, kalangan pelajar dan mahasiswa adalah sasaran yang sangat empuk. Apalagi dengan adanya lembaga bernama Jaringan Islam Liberal (JIL).

Usia pelajar dan mahasiswa adalah usia dimana sedang mencari jati diri. Banyak yang mengatakan masih labil. Sedangkan kampus adalah miniatur negara. Negara ini seperti apa bisa dilihat di kampus. Tentu saja musuh Islam mengetahui bahwa pemuda-pemuda itulah yang akan memegang tongkat estafet, penerus bagi yang sudah tua. Perang pemikiran adalah halus. Apalagi sering bertameng kepada kemanusiaan dengan mengesampingkan Al Quran. Al Quran sudah tidak relevan, katanya. Kata orang-orang liberal, termasuk JIL. Mereka memainkan pola pikir dengan licinnya.

Melihat kondisi aktivis da'wah di kampus, ada yang homogen dan heterogen. Homogen, didominasi oleh satu harokah. Heterogen, beberapa atau banyak harokah bergabung untuk mensyiarkan da'wah. Walau terkadang ada perbedaan yang membuat pengkotak-kotakan. Fanatisme golongan.

Ada juga yang dulunya bergabung dengan aktivis da'wah kampus (ADK), kemudian lepas. Hanya karena para ADK terlalu saklek. Terlalu saklek akan apa yang diyakini. Kemudian tidak mengerti kondisi sesungguhnya diluar kehomogenan mereka. Padahal, tak sedikit pula ADK adalah orang yang baru memasuki kehidupan da'wah. Sebagai ADK yang 'saklek' pun terkadang tak melaksanakan apa yang Islam katakan.

Misalnya, ketika teman dianggap berbuat kesalahan kemudian hanya mendiamkan, menyindir dan menjauhi. Hal seperti itu hanya akan menambah keras. Batu dan batu jika dibenturkan akan pecah. Kenapa tidak melakukan tabayyun? Kenapa teman yang dianggap melakukan kesalahan itu tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan duduk perkaranya? Tabayyun tidak hanya untuk qiyadah, kan?

Begitukah Aktivis Da'wah Kampus kepada sesamanya, kepada saudaranya? Lalu bagaimana dalam menyebarkan da'wah Islam kepada para newbie? Didiamkan juga? Disindir juga? Membiarkan mereka terus dalam dunianya tanpa mengenalkan keindahan Islam? Bagaimana pula mau menjaring yang diluar, kalau yang didalam berantakan? Memperhatikan adab itu penting.

Padahal seringkali kita mendengar kajian tentang kebagusan akhlaq RasuluLlah ShollaLlaahu'alayhiwassallam dan para Shohabah RadiyaLlaahu'nhum. Kenapa kita tidak menirunya?

Seperti kita tahu sendiri, zaman telah berubah. Syaithon dan pengikutnya kian pintar dalam menggoda. Kita jangan mengalah.

Menurut Pak Ryan Martian, Da'wah adalah komunikasi. Inti dari da'wah, dari komunikasi adalah menyeru. Tujuan akhir dari adanya komunikasi adalah feedback, umpan balik. Begitu juga dengan da'wah.
Kalau feedback tidak seperti yang kita harapkan, mungkin ada yang salah dengan cara kita. Kita harus kreatif, jangan mau kalah sama syaithon. Kalau feedbacknya salah, mungkin cara berkomunikasi kita keliru. Maka perbaiki.

Mungkin semua Ummat Islam merindukan kehidupan Islami seperti zaman kekhilafahan dulu. Tak terkecuali di kampus, sehingga sering didengungkan kampus Islami atau kampus madani. Namun jika cara yang kita pakai kurang fun, mungkin akan sulit diterima. Jika cara kita masih mendiamkan seolah memusuhi, selain sulit diterima, mungkin akan membuat citra buruk juga kepada Jamaah atau ADK. Maka untuk menuju cita-cita yang mulia, kampus madani, mulailah dari hal kecil. Mulailah dari hal terkecil yang kita bisa.  Perlakukanlah objek da'wah sebagaimana seharusnya dan sebagaimana semestinya. Karena jika kita memperlakukan sebagaimana seharusnya, ia akan menjadi ia yang seharusnya namun tidak semestinya. Mulailah dari hal kecil, dan tetap perhatikan adab syar'iy. Bisa jadi senyum tulus kita untuk saudara kita, bisa menolong saudara kita yang akan terjun ke jurang.

(Dewi, 20 tahun, pemberontak :v)

Selasa, 07 Oktober 2014

Karena Cinta ?

BismiLlaahirrahmaanirrahiym..

Entahlah..
Seperti di curhatans sebelumnya, http://dewisaladin.tumblr.com, manusia memang rentan berubah. Perubahannya pun seringkali mengejutkan, tak terduga. Entah itu berubah ke arah kebaikan maupun kejahatan..

Bahagia sekali rasanya jika melihat seseorang, walau tak kenal dekat tapi mau berubah ke arah kebaikan. Misalnya, ada akhwat yang mau berjilbab syar'iy. Melihatnya saja rasanya bahagia..
Pikiran-pikiran positif pun menyeruak. Pasti akhwat itu berjilbab syar'iy karena ALlah..  AlhamduliLlah 'alaa kulli haal..

Nyesek pake banget adalah ketika melihat kemaksiyatan yang dilakukan oleh seseorang, entah itu kenal baik atau pun tidak. Apalagi yang dulunya 'alim, polos, mempunyai ghiroh yang tinggi untuk Islam, tiba-tiba menjadi pelaku maksiyat. InnaliLlaahi..
Perasaan-perasaan negatif pun muncul. Kekhawatiran pun muncul. Jika aku suudzon, bisa jadi aku akan mengalaminya. Lebih baik aku pergi. Seolah tak terjadi apa-apa, sembari melaporkan kepadaNya. ALlah..

Teringat status facebook anak alay 2013, bahwasanya banyak yang dulunya "Aktivis", sekarang perlahan meninggalkan agamanya. Perlahan mengendorkan agamanya. Perlahan menjauhi teman-temannya. Karena masalah cinta. Cinta kepada manusia.  Cinta yang tak tepat pengaplikasiannya.

Idealismenya kemana ?
Idealisme sebagai seorang Muslim.

AstaghfiruLlaah.. hati ini rasanya teriris. Diiris pake silet yang tajem.

Virus yang banyak menjangkiti adalah Virus Merah Jambu (VMJ). Demi gadis pujaannya, dia rela menanggalkan keshalihannya. Demi lelaki pujaannya, dia rela menanggalkan keshalihahannya.

Mungkin, kata VMJ bagi yang belum terjangkit adalah lucu, patut ditertawakan. Kalau sudah mengalaminya ?

Tetapi, yang aku tahu adalah..
Jika hati sudah dijatuhkan, untuk mengambilnya susah. Sangat teramat susah sekali.

Maka sebelum kejadian, alangkah lebih baiknya kita pupuk kembali cinta kita agar lebih mencintai ALlah dibandingkan apa pun.
Karena tak sedikit yang sudah terlanjur.. terlanjur kena VMJ. Susah untuk melepaskan.
Lingkungan, tontonan, bacaan, seolah telah menjadi tuntunan. Kita sendiri tahu bagaimana kebanyakan anak sekarang..

Semoga ALlah selalu merajai hati kita :)

Doakan aku ya. Semoga aku yang lemah ini, kuat untuk menghadapi badai. Karena aku tak tahu..

Aku ini lemah. ALlah yang menguatkan.

Absurd. Maaf. Sekadar curhat..

Oiya, doakan aku ya. Agar aku tidak diganggu lagi oleh orang phsyco. Aku bosan, aku benci, aku marah. Aku hanya ingin dia pergi dari hidupku. Tolong bantu, doakan aku.
:'(

Rabu, 24 September 2014

Duhai Akhwat Berjilbab..

Sampai sekarang aku tak mengerti
Dulu..
Ketika bertemu dengan lain jenis
Ku lihat kau tertunduk malu, menjaga pandanganmu
Memang seharusnya begitu

Sampai sekarang aku tak mengerti
Dulu..
Ketika ada lain jenis, kau pelankan suaramu
Memang seharusnya begitu

Sampai sekarang aku tak mengerti
Dulu..
Ketika ada lain jenis
Kau rela menunggu agar 'aman'
Memang seharusnya begitu

Sampai sekarang aku tak mengerti
Tentang zaman yang terus berubah
Sebegitu dinamisnya
Seakan lebih cepat dari putaran di otakku

Sekarang,
Bisa saja kau jaga pandanganmu
Tapi foto cantikmu terbang di tiap akunmu
Tapi foto cantikmu selalu berubah tiap hari, jam, menit dan waktu
Sebegitu dinamisnya
Ada yang aneh ?

Sekarang,
Ketika kau tau ada lain jenis
Kau seolah tak peduli
Kau keraskan suaramu, sengaja kadang
Ada yang aneh ?

Sekarang,
Ketika ada lain jenis
Tak ada kaki yang berat untuk melangkah
Pun muka seolah sangat ringan untuk tidak tunduk
Menundukkan muka, menjaga pandangan
Masih relevankah ?
Ada yang aneh ?

Sampai sekarang aku sungguh tak mengerti
Putaran roda bumi ini terlalu cepat untuk ku serap
Aku merasa terlalu gagap
Untuk benar-benar paham tentangnya

Aneh, bingung, kecewa
Apakah aku juga begitu ?
Apakah aku juga harus begitu ?
Untuk menjaga yang sedemikian
Seolah menelan pil pahit
Pahit, tapi hanya sesaat
Semoga

Seharusnya aku
Tak usahlah mengutuk waktu
Tak usahlah mengutuk keadaan
Tak usahlah mengutuk
Karena ALlah tak akan salah memilihkan tempat
Karena ALlah tak akan membiarkanmu salah selamanya
Jika kau mau

Lihatlah lebih luas, duhai
Bocah polos naif

(Dewi @saladln, 20 tahun, hanyalah angin..)

Rabu, 03 September 2014

Mengingat Kembali tentang Tengku Bantaqiah

BismiLlaahirrahmaanirrahiym
Assalaamu 'alaykum wa rahmatuLlaahi wa baarakatuh

Ketika saya menduduki bangku sekolah dasar, Bapak-Ibu guru seringkali mengatakan bahwa Indonesia adalah negeri agraris-maritim. Berarti Indonesia sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan. Tak ayal, karena didukung dengan alam Indonesia yang luar biasa kaya. Ada rasa bangga pastinya, karena pikiran saya dulu berarti untuk masalah pangan Indonesia bisa mandiri, dengan begitu masyarakat bisa makmur.

Namun, semakin hari semakin santer kabar kalau para petani mulai tergusur . Tergusur karena lahan pertanian yang menyempit, hasil panen tak sebanding dengan modal, kebijakan  pemerintah yang merugikan petani, dijualnya lahan pertanian kepada asing, dan lain-lain. Pun begitu dengan para nelayan. Sehingga membuat sebagian besar masyarakat hidup dalam ketidakpastian. Kelaparan sering diderita sebagian masyarakat di negeri kaya ini.

Salah satu kebijakan pemerintah yang dirasa merugikan petani dan nelayan adalah kebijakan impor. Hasil sayur dari luar negeri dengan mudahnya masuk ke pasar Indonesia dengan harga lebih murah daripada harga yang dipatok petani lokal demi mendapat laba. Hal itu membuat leher petani tercekik.

Kata Kakak kelas saya saat PKL di perusahaan teh, teh kualitas nomor satu hanya untuk pasar luar negeri. Sedangkan pasar lokal hanya 'kebagian' yang kelas rendah. Misalnya lagi, ikan dan sejenisnya yang ditangkap oleh para nelayan dijual ke luar negeri dengan harga yang murah. Kemudian diolah dan masuk Indonesia kembali dengan harga selangit.

Entah di bagian mananya yang salah.

Zaman saya kecil dulu, hampir semua tangga saya bekerja sebagai petani ataupun buruh tani. Sejak anaknya kecil sudah dilatih untuk sekadar tahu ataupun langsung praktik di sawah. Taman main kami juga dulu di sawah. Berbeda dengan sekarang. Permainan anak-anak mulai modern, semakin jarang Orangtua yang mengajak anaknya ke sawah (mungkin karena tidak mau atau bertani dianggap kuno), tidak ada penyuluhan dan semakin bertambahnya pabrik-pabrik membuat masyarakat di desa saya seperti menjauhi pertanian. Hanya sedikit saja yang masih tersisa, itu pun golongan sepuh.

Sejak sekitar tahun 2006, pabrik pembuatan rambut palsu mulai mengakar di kabupaten saya, Purbalingga. Semakin tahun semakin subur. Berarti pekerjanya semakin banyak dalam satu kabupaten itu. Kebanyakan pekerja berusia kuliah, berusia produktif dan tidak hanya wanita. Banyak laki-laki yang juga bekerja disana walau mayoritas memang wanita. Mungkin karena upah yang dirasa menjanjikan. Di satu sisi, dengan adanya pabrik pembuatan rambut palsu itu meminimalisasi pengangguran. Tapi di sisi lain, banyak petani yang menjual lahannya untuk difungsikan menjadi pabrik bulu mata, semakin sedikit yang bertani, masalah sosial timbul karena gaji wanita lebih banyak dari gaji laki-laki yang seringkali megakibatkan perceraian, dan untuk kaum Muslim sendiri mengubah ciptaan ALlah adalah haram. Memakai bulu mata berarti merubah ciptaan ALlah agar (katanya) terlihat cantik. Lalu bagaimana jika membuatnya ?

Banyak anak baru lulus SD-SMA memilih tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi demi bekerja di perusahaan pembuat bulu mata pasu, orang sini mnyebutnya idep. Bahkan, di suatu sekolah terdapat ekstrakuikuler ngidep, membuat idep. Hal itu membuat eksistensi pabrik pembuatan rambut palsu semakin meningkat. Semakin banyak Ibu yang kerja dari pagi sampai malam, Ayahnya ngurus anak dan masak di rumah. Semakin banyak godaan bagi para petani untuk menjual lahannya untuk dialih fungsikan menjadi pabrik pembuatan rambut palsu. Semakin banyak orang hedon. Padahal sebenarnya ada yang masih membutuhkan pekerjaan sebagai buruh tani..

Di daerah sekitar, daerah tempat dosen saya tinggal dulu, sudah tidak ada pekerja untuk menggarap sawah. Tidak ada yang mrnggarap sawah dan tidak ada pekerja untuk memanen hasil sawah, yang mengakibatkan telat panen sampai lima hari. Lebih cepat dari perkiraan. Perkiraannya hal tersebut akan terjadi untuk beberapa tahun ke depan. Mungkin karena semakin berkembangnya kemajuan zaman dan banyak yang belum mengetahui pentingnya sektor pertanian.

Dulu juga saya tak terpikir untuk kuliah di Fakultas Pertanian. Tapi setelah banyak terlibat diskusi dan bacaan, saya memilih Pertanian. Karena hari ini sudah memasuki akhir zaman. Bisa jadi negara adidaya mengalami kolaps ekonomi yang akan berdampak ke seluruh negeri. Ketika ekonomi dunia kolaps, harga-harga kebutuhan pokok akan naik tak terkendali, apalagi pangan. Karena harga yang selangit akan banyak masyarakat yang kesulitan membeli bahan pokok. Termasuk yang banyak uang, karena uang sejatinya hanyalah kertas bertuliskan nomor.

Mengingatkan kembali tentang Tengku Bantaqiah yang dulu menjadi pemimpin di sebuah desa di Aceh. Desa yang mandiri karena bertani dan beternak sendiri. Tidak terika, tidak bergantung dengan pemerintah. Sayangnya, al itu membuat pemimpin kala itu membantai mereka. Itu berarti pihak ngbberkuasa kala itu, yang dipengaruhi asing, tidak suka kalau kita mandiri.

Nah hatapan saya ke depan, semoga kita sadar bahwa kita adalah negeri yang kaya, sumber daya yang tak kalah dengan negara lain. Bukan dimana kita kuliah, entah di perguruan tinggi terbaok atau dimanapun, kita Muslimin harusnyabbersatu membangun pertanian Indonesia agar lebih Islami

Essay waktu Munas IMMPERTI dulu :D baru bikin pas di Bogor :v
dan baru disempatkan ngeblog :v

Munas IV IMMPERTI (Jalan-jalan ke IPB !!!)

BismiLlaahirrahmaanirrahiym..

AsSalaamu'alaykum wa rahmatuLlaahi wa baarakaatuh

Haaaayyyy Mantemaaankuh yang kece balau :3
Mau berbagi nih tentang perjalananku ke IPB. Kata Qiput beberapa hari yang lalu,

"Sepulang dari Bogor dewi jadi tambah berseri-seri"

Iwwwuwwws :3
Nah, biar yang berseri-seri bukan cuma gua, makanya gua maw bagi keserian itu.. #apasih

Agak jauh-jauh hari, para senior di grup waslap sesekali membicarakan tentang Munas IMMPERTI ( Ikatan Mahasiswa Muslim Pertanian Indonesia) yang akan dilaksanakan di Institut Pertanian Bogor. Ih, IPB ! Bathin gua. Tapi masih abu-abu apakah gua bakal ikut ato kagak. Gua pikir juga masih lama, jadi ngga gua pikirin amat. Golongan darah O, haha. Dan gua juga belum tau apa dan gimana IMMPERTI itu

Etapik, pas mendekati hari H, ada tawaran. Disms-in sama Om Kadep juga. Aduh, rasanya gua terpanggil banget ni. Terpanggil buat jalan-jalan :v
waktu itu perkuliahan juga baru di minggu itu. Aku kudu piye jal..

Okedeh gapapa. Lagian tujuan gue kukiah dulu kan bukan sekadar ngejar akademik :P
Gua ada tabungan sekitar 200ribu dan 200ribu yang lain semoga ALlah kirimkan. Ngga sabar iwww :3
Kira gua berangkatnya pas hari Kamis sore, jadi bolos sehari doank. Ternyata berangkatnya pas hari Rabu. Mana gak dapet jarkom. Pfftt. Sampe akhirnya kan gua sms ke Om Kadep, beliau bales abis ketemu ama Om Alay, katanya berangkatnya tuh besok (Rabu). Gua kaget kan..

Pada hari Rabu paginya, gua baru dikirim syarat-syarat Munas IMMPERTI via fb dari Om Ketum. Pas baca rasanya gua pengin banget nyamperin  rel..
Sedemikiannya..

Jadi tuh kita pas Munas ada pakean yang harus dipake hari pertama ampe hari terakhir. Batik, rok model A, baju putih dan bersepatu. Padahal gue ngga punya batik, ngga punya kemeja putih, ngga punya rok model A dan gue niatin jauh hari kalo gue mau pake sendal wiro sableng E*ger :D

Terjadilah geger di pagi itu..

Keliling sana-sini..
Sms sana-sini..
Pinjem sana-sini..
Berasa apa banget gue :(

AlhamduliLlaah.. Persiapan yang mendadak itu bisa juga disiapin. Banyak yang bantuin :')
jazaakumuLlaahu khayr katsiir :')

Tetot
Berangkatlah sebelum jam 7 ke terminal.. nunggu busnya rada lama jadi kita baru berangkat sekira pukul 7.45 pm. Gue baru pertama kali naik bus yang kaya gitu.. antar kota-antar provinsi.. heheh

Pas baru ajaa sebentar jalan, ada orang aneh nyamperin penumpang satu per satu. Orang itu ngga bisa ngomong tapi mukanya horor.. Gue tanyain ke Om Alay yang ada di depan gue, apa itu minta tiket apa gimana.. dijawab kasih aja. Nah pas orang itu mendekat, kaya dia maksa banget minta sesuatu. Gue rempong sendiri dan gue kasihin deh tiket gue -_-
Abis itu ada Bapak-bapak di seberang yang bilang, "itu minta uang, Mba"

Owalaahhh

Gue pun heran dan tanya balik ke Bapaknya,
"Emang itu gimana Pak ?? Ada yang nyuruh apa gimana ?" Kebetulan tanya pas turunnya orang itu di suatu tempat,

"Ya mungkin Mba. Hampir tiap saya make bus ada dia. Mungkin sih ada bosnya. Ya kaya gitulah Mba"

Pffftch

Ternyata pake bus antarkota-antarprovinsi tuh turun malem-malem Gan :D tengah malem. Barudeh jalan lagi haha :v

#jengjengjeng

Sampedeh kita di Bogor. Terminal Bogor. Kaget pas pertama menapakkan kaki di tanah, kaget pas pertama kali membukakan mata melihat semua yang ada di sekeliling..
"Kok kumuh ??"
Bayangan gue tuh kalo di kota ya lebih wah daripada di Puerto Rico #eh Purwokerto :D
Betapa kudetnya gue ya :')

Kita melanjutkan perjalanan ke IPB pake angkot. Dua kali naik angkot buat ke Berlin. Kaget lagi dah.. banyaaakkk banget angkot di Bogor >„<
Udah gitu semrawut.. tapi adaaa aja penumpangnya. Lama ngga naik angkot tiba-tiba beginih :D

Pas nyampe IPB juga kaget lagi :D Masih #edisikaget
Soalnya kaya samaa gitu dibandingkan Purwokerto.. gue kira di Bogor tuh ya kaya yang di tipi-tipi, ngga kumuh kaya disini. Ternyata bisa lebih parah :v
Mungkin karena gue dapetnya yang di kampus belakang.

Pas gue nyampe di Berlin, gue dan rombongan dijemput ama panitia. Ikhwan sendiri, akhwat kece sendiri. Kita dibawa ke penginapan. AlhamduliLlah bisa rehat. Pas mau rehat gue disms sama Om Alay, katanya mau jalan-jalan dulu. Ternyata PHP. #cukuptau

Oiya, di penginapan juga ngga ada sinyal. Parahh banget :'|

Karena temen gue laper, jadi gue ikut beli makan. Hampir sama kaya di Pwt. Tapi kalo di Pwt orangnya lebih ramah, harga lebih murah :|

Di Bogor tuh, entah karena gue ketemunya yang pas gitu ato gimana entahlah. Itu mukanya judes.. kalo di Purwokerto ada yang kaya gitu, gue ngga mau beli ah :|

#jengjengjeng

Karena terlalu lama mendiamkan tulisan ini (sejak Mei 2014), gue lupa urut-urutan acaranya. Yang jelas acaranya ngga jauh-jauh dari seminar, diskusi, taarufan, dan munas itu sendiri. Ada dari berbagai kampus datang kesitu, termasuk dari luar pulau. Terjauh adalah Unsyiah. Gue tau Unsyiah soalnya dulu gue difollow ama dimensyen ama Miminnya :P
Rekan sekamar gue juga dari luar pulau semua. Dari Unand sama dari Unhas, semuanya akhwat. Karena gue itu akhwat.

Gue suka sama seminar-seminarnya, apalagi tentang dunia pertanian. Kecehh ! Panitia juga ngadain kajian keputrian karena yang ikhwan kan SolJum, dan pengisinya itu Ibu Yudiwanti. Dosen yang menghargai banget bagi sesiapa mahasiswa yang mengerjakan ujian dengan jujur. Oh, andai di Unsoed ada yang kaya gitu.. #ngarep

Di hari yang panas terik, gue dan yang lain digiring ke Masjid Al Hurriyah. Maa shaa ALlah masjidnya gede dan indah, rame pula.. di Purwokerrto ngga ada tuh yang kaya gitu..
Di samping Al Hurr ini kita munas, sekalian ngasihtau sejarah berdirinya IMMPERTI. Unsoed, kakak-kakak kelas gue yang udah pada lulus ternyata menjadi salah satunya

*gue ngedengerin aja sambil ngantuk dan terheran-heran dengan IPB, maklum*

Langsung aja deh ke hari terakhir. Ini karena gue lupa dulu mau nulisin apa.. (kebiasaan buruk jangan dibiasain ya Gaess)
Kita, peserta munas diajak jalan-jalan ke Gapoktan 'didikannya' IPB. Yang paling ditonjolkan adalah jambu kristal sama ubi jalar. Walau ada juga yang lain. Kita dapet nasihat dari salah satu bapaknya, biar jangan ninggalin dunia pertanian. Jamgan kalo lulus malah pengen kerja kantoran, kerja di bank. Gunainn ilmunya sesuai bidang sebagai sarjana pertanian. Karena bertani itu kan bukan hanya untuk kepentingan materi kita. Tapi untuk yang lain. Kenapa ? Karena manusia masih makan nasi !

Apalagi untuk wanita, kece banget tuh kalo kerja di rumah aja, sambil ngurus anak sambil nanem bahan pangan. Itu mimpi gue banget :P

Mandiri pangan ? Swasembada pangan ? Indonesia negeri agraris-maritim ?
Entahlah..

Btw, dulu gue mantep milih masuk Fakultas Pertanian setelah sebelumnya gue baca-baca dan diskusi. Bahwasanya, pangan, nanti akan menjadi hal yang langka. Ada, tapi harga melambung. Ada pihak yang menginginkan seperti itu, chaos besar-besaran. Mungkin nanti, ada kalanya harga beras lebih mahal dari harga mobil :P

Oh iya, tau tentang Tengku Bantaqiah ? Kalo belum, buruan gugling, baca !

JazaakumuLlaahu khayr buat Kakaks dan Oms yang udah share sama aku, juga buat Om @herueko rahimahuLlaah. Salah satu yang getol, meyakinkan walo niatnya ngga nyuruh aku masuk Pertanian :D

Pas hari terakhir itu, usai kita ngobrol-ngobrol ama Gapoktan, kita nunggu angkot buat pulang. Ditanya..

"Ukht, aku mau nanya sesuatu."

"Apa ?" Antusias was-was

"Anti, kalo disuruh ***** udah siap apa belum ?"

*nyengir*
*berasa disamber apaan*
*gue kira mau nanya apa..*

#ahsudahlah

Saatnya pulang..
Sedih rasanya. Harus balik kandang lagi, hidup abnormal lagi :P
Ekita pulangnya pake kereta lhoo
Gue, Zahra, Om Ketum sama Om Alay. Aku sama Zahra doang ke Stasiun Bogor. Kaget lagi coba.. udah macet, ternyata kotor pula. Banget. Udah gitu kaya ada anak punk, horor.

Tapi gue nunggu seseorang juga buat kopdar. Alfi :v
AlhamduliLlah bisa ketemu dan foto walow cuma beberapa menit TvT
Pankapan kita ketemu lagi ya Fi TvT

Dari stasiun Bogor kita ke Jekardah, soalnya ngga ada Bogor-Purwokerto. Kalian tau ? Gue baru pernah menginjakkan kaki di stasiun yang banyak relnya pas di Bogor !!! Serius baru pernah !! Walo di dumay gue sering *tiduran di rel* tapi gue baru pernah liat rel !! Gue foto loh relnya.. pengen gegulingan sebenernya, tapi dikejar waktu..

Kita ke Jeketi pake KRL. Baru pernah.. emasa pas mau berangkat, Om Alay mau masuk gerbong wanita. Dan dengan muka tanpa dosanya dia ditarik tasnya sama Zahra dan pergi :>

Huahhh

Nyampe di Stasiun Kota, buat Salat.. tapi kita juga kelaperan sih.. dan itu baruuu gue bener-bener baru pernah naok kereta !! Norak. Bodo amat yang penting gue udah naik kereta :3
Kata Om Nungky, tiketnya suruh dilaminating :v tapi tiketnya dipegang Zahra. Soalnya dia lebih berpengalaman :v

Pagi, sampailah di Purwokerto
AlhamduliLlah stasiunnya lebih bagus, lebih bersih dan ngga bikin pusing O:)

kata Zahra,
"Udah, paling nyaman emang di Purwokerto :P"

Gue pengen menjelajah ke tempat lain.. karena ini adalah awal.. permulaan..

Oke. Sekian curhatan dari gue yang kece balau inihh :P

Sabtu, 19 April 2014

Ketagihan Royal Sandwich. Sandwich Online >„<

BismiLlaahirrahmaanirrahiym
AsSalaamu'alaykum wa rahmatuLlaahi wa baarakaatuh.

Haaiyyyy Mantemaaaannnnnnnn \:D/

Sandwich. Apa yang terlintas di benakmu kalo denger ato liat kata itu ??
Kalo aku sih, jadi inget roti tawar isi macem-macem yang cenderung asin dan berat.. dan terkesan makanan orang Barat :D

Kalo menurut wikipedia, sandwich ituuu

Sandwich atau roti lapis adalah makanan berupa dua potong roti yang menjepit daging , sayuran , keju atau berbagai teman makan roti dan biasanya diberi bumbu atau saus sehingga rasanya menjadi lebih enak. Berbagai jenis roti bisa digunakan untuk sandwich dan bergantung pada isi, permukaan roti biasanya dioles sedikit mayones, mentega , margarin atau minyak zaitun yang berfungsi sebagai perekat dan penambah aroma.

Roti itu beda ya sama cake, cookie, biskuit gitu. Soalnya disini sering salah kaprah bilang biskuit sebagai roti, cake sebagai roti, apa-apa menjadi roti :P
Jadi roti itu adalah olahan dari tepung terigu protein tinggi dengan tambahan telur dan gula, yang diberi pengembang berupa ragi, membutuhkan waktu untuk mengembang sebelum dibakar. Intinya itu kan ??
Nah kalo cake itu ngga perlu waktu ngembangin adonan dan makenya tepung terigu protein sedang.
Kalo biskuit terbuat dari tepung terigu berprotein rendah, jadi kres-kres gitu.

Kalo di Indonesia sendiri roti yang dijual-belikan mayoritas adalah berasa manis, walau sekarang-sekarang ini mulai ramai roti asin. Seperti roti isi ayam, roti pizza dan lain-lain.

Okeee, kembali lagi ke sandwich ya
Beberapa hari yang lalu aku melihat ada suatu produk makanan bernama Royal Sandwich. Dikasi tau ama Mbah Andrie, temen lama :P
Yang buat penasaran adalah itu dijual secara online, dan namanya Royal. Kalo ada kata Royal itu ada kesan tersendiri. Dalam bahasa Indonesia aja artinya raja, kerajaan, megah begitu hehe :D
Roti itu kan paling bertahan cuma seminggu kalo udah jadi.
Nahhh, jadi itu gimana ??? Apa rasanya enak ??? Apa banyakin pengawetnya biar bisa bertahan lama ???

Nah pas Royal Sandwich itu dateng ke rumah, ternyata tanggal kadaluarsanya bentar lagi, cuma beberapa hari doank. Maksimum di luar mesin pendingin juga cuma 48 jam. Berarti ngga pake pengawet donk,, masih dambang normal sebagai seseoti maksudnya ;D

Tampilannya untuk sandwich yang manis itu persegi panjang berisi, sekilas mirip risol tapi lebih kotak lebar dan aga slimmy gitu. Tiap kemasan isinya 6 biji. Kalo sandwich asinnya bentuk segitiga. Per kemasannya 10 biji. Sandwich asin lebih kecil ukurannya dibanding yang manis, kan isinya lebih banyak :D

Untuk sandwich manisnya ada 4 rasa ;
- White house apple sandwich
- Strawberry bread jammin
- Choco bread jammin
- Sweet cheese jammin

Untuk sandwich asinnya ada 5 rasa ;
- Rendang sandwich
- Chicken hot spicy sandwich
- Sausage beef sandwich
- Beef burger sandwich
- Chicken black papper sandwich

Mungkin tampakan fisik Royal Sandwich ngga begitu spesial kalo diliat dari pembungkusnya aja. Tapi pas digoreng, dikunyah dimulut.. sensasinya itu beda.. ummmm :9
Tekstur si sandwich ini bikin pengen ngunyah lagi, ngunyah lagi dan ngunyah teruss :9
Garing, krispi banget di luarnya, ke dalem eh lembuuuuutttt banget.. Ngga keras tapi krispi. Luarnya emang roti. Tapi beda ama roti-roti yang pernah aku makan. Biasanya kalo aku makan kan lembutnya kebangetan, agak kaku, kaku bin alot.. Kalo  rotinya Royal Sandwich bedaa.. :') Ini tuh lembut-lembut kenyal..

Sekali lagi, teksturnya bikin sensasi yabg luaaaarr biasa di mulut. Kalo aku sih lebih suka sandwich manisnya. Bener-bener bikin kangen :3
Sepotong ngga cukup deh :P

Udaah, udaah. Daripada ngiler mending langsung ambil hape terus sms ato telpon. Pesen deh. Kalo gue dipesenin juga gapapa. Makasih :P
Nih CPnya
No. HP 08569859405
Pin BB 25749A9D
Twitter @Royal_Sandwich
Web http://royalsandwich.co.id/