Pages

Sabtu, 03 Februari 2018

Protes akan Penggunaan Bahasa "Lo-Gue"



Sejak bermain sosial media, aku memerhatikan bahasa. Bahasa penulisan, bahasa chat, juga perasaan yang terkandung dalam tulisan yang dibuat. Kyaaa

Dari sosial media, aku biasa menggunakan bahasa gaul agar terkesan renyah. Misalnya mengganti aku-kamu dengan gue-elu. Dan ternyata hal tersebut terbawa ke dunia nyata

Banyak yang protes dengan bahasa yang ku gunakan
"Halah orang X aja pakenya gue-elu", "gak cinta sama bahasa daerah !" Etc etc

Kalem dulu yah, funs. Sini baca sambil melek deh

Seperti prolog di atas, salah satu alasan kenapa memakai bahasa gaul adalah agar renyah > lebih mudah diterima. Juga, ada kesan-kesan dalam kata pengganti darinya. Seperti
1. Saya-Anda. Menurutku ini terlalu formal untuk dipakai sehari-hari. Karena aku tidak sekaku itu. Bahasa ini biasa dipakai untuk berbicara dengan dosen atau acara formal atau bicara dengan orang yang baru dikenal

2. Aku-Kamu. Menurutku ini terlalu berkesan manis. Kadang jadi sok imut .-. Aku pakai ini ke perempuan. Atau ke orang yang tidak terlalu akrab tapi tidak bisa pake gue-elu. Mungkin juga ke orang spesial, uhuk. Pret

3. Ane-Ente. Sepertinya ini bahasa yang dari dulu ane pake sih Gan.. bahasa agan-agan kaskuser. Dan ternyata organisasi tempat ane pernah nangkring pake bahasa ini juga. Organisasi Agan Kaskus, OAK lol

4. Gue-Elu. Yaaa kadang emang terkesan galak, sih. Tapi ya gimana.. kadang dengan kata ini, kita jadi susah diakrabin. Tali dengan bahasa ini, kita jadi bisa akrab. Rumit ya ? Cuma bahasa ini sih yang banyak dapet protes

Intinya, memakai bahasa itu tergantung kepada siapa lawan bicara, juga kondisi. Semakin ke sini aku semakin belajar. Kalau aku berbicara dengan lelaki yang mudah baper, aku gak pake bahasa nomor 2. Kalau aku bertemu dosen, aku menggunakan bahasa nomor 1. Dan seterusnya

Juga, penggunaan kata 'kamu' dan 'elu' menurutku kurang sopan jika ditujukan kepada orang yang lebih tua atau senpai dalam beberapa situasi, kalau hubungannya tidak begitu akrab. Jadi sekarang aku pakai kata ganti "Mba X", "Om Y" dsj daripada 'kamu' atau 'elu'. Imho saja

Tentang tidak cinta dengan bahasa daerah, sesungguhnya itu tuduhan yang sangat keji. Aku mencintai dan mendukung pelestarian bahasa daerah. Aku pernah menuliskan tentang kecintaanku padanya tahunan silam di blog (http://dewisaladin.blogspot.co.id/2012/06/ngapak-itu-keren.html?m=1). Aku pun memakainya saat bisa. Fyi gue ngomong pake bahasa krama (walo ngga inggil) ke Ortu

Btw, jadi teringat. Kenapa keterusan pakai gue-elo, juga ada andil besar dari betapa gemarnya aku mengikuti blog dan twitter @Poconggg yang menggunakan gue-elo. Tulisannya tidak hanya menghibur, tapi juga berisi pesan baik. Dulu aku belajar menulis terinspirasi dari betapa renyahnya bahasa @Poconggg. Jadi, keterusan

Sudah ya, intinya itu. Saling menghargai dan saling memahami itu koentji. Jangan hanya bisa protes dan nyinyir atas sedikitnya hal yang kamu ketahui ya, funs-funs aquuh

Dariku, yang sering dikira bukan penduduk Ngapak
Waktu itu ketemu sama temennya Kholid, dia nanya aku orang mana. Setelah tahu jawabnya, dia berucap, "kok ngga kaya orang sini logatnya ?" Pun dengan beberapa orang yang baru kenal

Note : bahasa memang tidak bisa disepelekan. Karena bahasa menunjukkan bangsa, katanya. Aku sangat respek dengan orang-orang yang kaya bahasa. Apalagi dapat merangkainya secara indah, atau secara ringan tapi bermakna sangat dalam. Dan sebaliknya, penggunaan kata-kata kotor sebaiknya dihindari. Gue-elu bukanlah kata kotor

Sudah ya, sudah

posted from Bloggeroid

Senin, 22 Januari 2018

[REVIEW KULINER] Pertama di Purwokerto! Mie Ayam Geprek

BismiLlaahirrahmaanirrahiym..

Kemarin aku melihat sayup-sayup tulisan "Pertama di Purwokerto. Mie Ayam Geprek, soft opening buy 2 get 1 free" ketika pulang-pergi kampus melewati Dukuhwaluh. Tapi karena jelalatannya gak bisa lama-lama, ya cuma sayup-sayup. Jujur saja, siapa sih yang gak suka promo ? Karena ada tulisan promonya itu, maka ku beritahu Ayas ada mie ayam baru. Dan kita pun cabs ke sana

Ternyata promo soft openingnya telah berlalu beberapa hari yang lalu. Tapi kesalnya, spanduknya nggak dicopot. Agak gemas sih. Soalnya jadi keinget beli kartu kuota kemarin di pajangan tulisan harganya 45k, eh pas beli jadi 55k. Napa gak dicoret ato dicopot aja gitu, pikirku. Jadi kan semacam gak menipu calon konsumen. Berkah deh

Mari kita bedah satu per satu, Gaes. Dari apanya dulu eaaaa

1. Tempat
Lokasi cukup strategis. Deket sama kampus UMP dan STIKes Harapan Bangsa, seberang Alfamidi persis di Jalan Raden Patah. Kalau dari Unsoed, perempatan Dukuhwaluh belok kanan dan lokasinya di kiri jalan.

Parkiran cukup, tidak luas tapi tidak sempit juga. Cuma kalau mobil akan susah. Soalnya deket perempatan banget, yang mana jalannya gak begitu lebar dan perempatannya sering ramai.

Pas masuk, tempatnya cukup luas. Khas tempat bakso gitu. Tertata rapi. Tidak berAC, adanya kipas angin. Cukup nyaman menurutku. Karena ada titik tertentu yang tidak kena kipas angin. Aku sendiri kalo kena kipas angin ato AC beberapa menit, akan meriang atau migrain beberapa saat setelahnya.

2. Rasa
Setelah sekian lama kalo makan mie auam kuahnya terpisah. Kali ini makan mie ayam dengan kuah menyatu. Disatuin dalam satu mangkuk.


Aku sama Ayas pesen mie ayam geprek. Aku ori, Ayas pake sambel kacang. Rasa kuahnya khas mie ayam yang mangkal atau gerobak. Cenderung asin. Agak kaya kari. Dan kalo dirasa-rasa kuahnya mirip rasa kuah soto. Apalagi yang ada bumbu kacangnya. Walau sudah ditambah krcap, rasa asin tetap mendominasi.

Mienya cukup besar. Awalnya kita udah pesimis rasanya enak melihat mie yang bentuknya biasa aja. Tapi pas dimakan ternyata enak, lembut.

Kemudian toppingnya ada ayam geprek (ayam goreng tepung digeprek), bawang daun, bawang goreng dan tempe. Iya, tempe. Baru pertana kali makan mie ayam ada tempe sebagai topping bawaan. Wkwk
Tempenya digeprek juga kaya ayamnya. Rasa ayamnya enak, dagingnya ikutan gurih. Tempenya pun terbilang enak. Apalagi pas dipaduin sama bawang goreng dan kuah. Enak aja apa enak banget ?




Selain 'menu bawaan', ada juga pangsit dan kulit krispi di masing-masing meja. Tersedia juga kerupuk putih. Kemarin aku nyobain pangsitnya dan enak.

Secara keseluruhan, enak.

3. Fasilitas
Bukan cuma tempatnya doang yang luas. Fasilitas juga cukup lengkap. Ada washtafel yang jelas (yakali tempat makan ga ada), ada toilet dan mushola juga. Dan yang paling bikin hepi anak muda, ada wifi kenceng. Wkwk




4. Harga
Harganya standard. Mie ayam geprek 12k dan porsinya cukup banyak. Aku yang lagi kelaperan aja ngga abis. Ada banyak menu lain yang harganya masih sekitar situ.

KESIMPULAN
Menawarkan inovasi baru, mie ayam tapi ayamnya digeprek, menjadi salah satu daya tarik. Dengan harga 12k/porsi, ya wajar lah menurutku. Rasanya juga terbilang enak. Tempatnya nyaman, walau kadang ada orang yang mpas-mpus ngerokok. Kemarin gak ada tukang parkir, jadi parkir gratis.
Tempat makan ini layak dikunjungi, Gaes.

Penilaian
4/5

posted from Bloggeroid

[REVIEW KULINER] Menu Nasi Hot Plate Kekinian di Warunq Deweq

BismiLlaahirrahmaanirrahiym

Ada tempat makan baru dan lagi hitz di Purwokerto. Namanya Warunq Deweq dan lagi ada promo grand opening sampai tanggal 31 Januari. Menunya ada nasi hot plate, indomie, nasi ayam, roti bakar dan lain-lain. Aku udah dua kali makan di sana. Dan beginilah kisahku. #preketek

1. Tempat

Berlokasi di Dukuhwaluh, tepatnya sebelum lampu merah perempatan Dukuhwaluh dari arah barat dan di kiri (utara) jalan. Tempat parkir cukup. Tidak luas, tidak sempit. Tapi kalau yang dateng mobil banyak ya sempit. Dua mobil saja sudah bikin sumpeg. Sedangkan kalo parkir di bahu jalan akan sangat mengganggu karena perempatan Dukuhwaluh adalah perempatan yang ramai.

Pas masuk, kita langsung disuguhi deretan bangku. Gak begitu bagus tapi tetap nyaman. Walo ada meja yang oleng, semacam tatakannya gak imbang gitu. Cukup luas. Sayangnya kipas angin ada dimana-mana. Semua tenpat duduk kena. Untuk sebagian orang akan suka, sih. Tapi untukku kipas angin itu engga banget.

2. Menu dan Rasa

Pertama ke sini diaja Cacan, siang-siang. Rame banget si engga, walo banyak bangku yang terisi. Tapi makanan datengnya lama banget. Aku waktu itu pesen yang hot plate yang rendang. Sebelumnya makan micin karena udah laper banget dan nunggunya lama. Dan pas makanan dateng, rasanya b aja.


Jadi dalam satu plate itu berisi nasi yang disiram kuah rendang/gulai/kari, ayam/beef, jamur krispi, kentang goreng kecil-kecil, bawang bombay, telor, dan di atas nasi ada jagung, bawang daun dan margarin. Aku dulu pesen yang rendang dan gurihnya gak berasa. Jamur krispinya hambar. Kentang gorengnya hambar. Telornya hambar. Ayamnya manis, ku suka. Tapi ada bubuk boncabe yang super pedes membuatku gak bisa makan. Pokoknya rasa hari itu failed. Nasi dan lauk masih sisa banyak banget.


Kemudian kemarin aku dateng lagi nyobain menu lain, yang kari beef. Rasanya enak. Aku sampe habis. Bahkan setelahnya masih makan roti bakar. Wkwk. Jadi kemarin aku pesennya bukan rendang dan gak pake bon cabe. Hanya saja telornya gak mateng sampe makan selese. Yang mana akhirnya gak kemakan karena we ga bisa makan telor mentah. Sayang..


Hari pertama aku pesen es leci. Itu lecinya asli. Bukan marimas ato nutrisari. Rasanya enak, kaga ada rasa pemanisnya. Semalem pesen es teh, sama enak juga. Manisnya pas. Nyeruput susu pesenan Ayas juga, dan susunya juga enak.



Roti bakarnya juga enak. Kejunya banyak. Kalo buatku sih mesesnya ditambah dikit akan lebih enak. Soaalnya aku suka manis. Aku suka kamu..


Secara keseluruhan, kalo kita mau makan di sana, kudu pake trik. Wkwk
Kalo ga suka pedes, bilang ga pake bon cabe. Soalnya di gambar ada saos dan bubuk cabe terpisah gitu. Padahal engga. Semuanya dibaurin ke satu plating.
Biar telor mateng, pas makanan dateng langsung dibalik. Itu trik dari Qonita. Soalnya punyaku ga langsung dibalik dan akhirnya ga mateng.
Walo sebenernya kita bisa peswn telornya dimatengin aja. Tapi aku semalem pen nambahin bawang ke telornya. Berujung gagal sih.

3. Harga
Lagi promo 50% jadi bayarnya setengah harga. Lumayan banget buat para pengangguran kaya uweee

4. Fasilitas

Asyiknya di sini selain makan kita bisa main congklak, catur, uno, ludo dll. Ada wifi yang kadang konek kadang engga. Daaan ada layar gede buat nobar. Kemarin aku nonton El Classiconya Indonesia :v


Kesimpulan
Sepertinya baru sedikit yang memboomingkan makanan dicampur di hot plate. Biasanya kan stik gitu kan. Nah ini nasi. Rasanya pun terbilang enak. Mumpung lagi promo bisa dicoba banget, Gaes.

Penilaian
4/5

posted from Bloggeroid

Sabtu, 13 Januari 2018

[REVIEW KULINER] Tempat Makan yang Asik dan Menarik : Mister Jamoer Purwokerto

BismiLlahirrahmaanirrahiym

Mau review tempat kuliner di Purwokerto lagi. Konon, rumah makan ini pernah masuk ke salah satu liputan stasiun televisi swasta. Tempatnya sangat nyaman, pelayanan baik dan ramah, menu variatif dan harga bermasyarakat. Penasaran ?

Mister Jamoer namanya. Sebenarnya saya sudah mengetahui adanya tempat makan tersebut sejak lama, karena mie ayam favorit saya ada di sebelahnya. Hanya, saya tidak terlalu menyukai jamur. Dan dilihat dari tempatnya, kelihatannya harga makanan dan minumannya mahal. Karena tempatnya bagus. Perkiraan yang salah. Wk


Awalnya dapat rekomendasi dari Senpai, bahwa makanan di sana enak dan harganya standard. Apalagi tempatnya sangat nyaman, wifi kencang, TV kabel, waktu itu sedang ada promo juga. Selain itu, sembari menunggu makanan datang, kita diberi camilan. Iya, camilan gratis.


Saya pun ke sana mengajak Ayas dan Inas. Benar saja. Mari kita telisik lebih dalam.

1. Tempat.
Mister Jamoer berlokasi di Jl. HR. Boenyamin, seberang Unsoed pusat, sejajar dengan Hotel Wisata Niaga. Strategis, parkiran cukup luas dan nyaman (asal parkirnya tidak sembarang). Dua kali ke sini, tidak ada tukang parkir. Nyaman, sih.


Interior didominasi warna kuning dan kecoklatan. Membuat suasana ceria tapi kalem (?). Itu hanya kesan saya saja. Ada dua pilihan, duduk lesehan dan duduk di kursi biasa. Saya tentu memilih yang lesehan dan di pojok. Saya suka mojok :D


Sepenglihatan saya, tidak begitu banyak colokan. Hanya di pojok lesehan, itu pun di atas. Pun begitu, tempat lesehannya sangat nyaman. Tersedia bantal empuk nan gemas untuk menemani bersandar di tembok. Pun, sangat instagramable buat yang alay-alay.


2. Fasilitas.
Benar kata Senpai Luvi, wifi di sini kencang sekali. Selain itu ada full musik (yang kadang menurut saya itu terlalu keras). Ada juga TV kabel, yang sayangnya dari pojok nampak kecil dan suaranya kalah dengan musik. Jadi, saya gak begitu ngerti untuk apa TV tersebut. Nonton bola kah ?


Selain itu, tersedia juga mainan di meja kasir yang dapat kita pinjam. Dan, setelah memesan makanan, akan disediakan camilan bersama minuman pesanan sembari menunggu makanan siap. Biasanya kita gabut kalau menunggu makanan, bukan ?

3. Pelayanan.
Kadang ada suatu tempat makan yang menyediakan tempat nyaman, harga affordable, rasa lumayan, sayang pelayanannya buruk. Untungnya di Mister Jamoer tidak begitu. Mbak-mbaknya sangat ramah dan informatif dalam melayani tamu.

4. Rasa.
Salah satu yang terpenting dari makanan tentunya rasa. Hampir semua menu di Mister Jamoer menggunakan bahan jamur. Ada beberapa yang saya coba, diantaranya Egg Roll Jamur, Nasi Burger Jamur Rendang, Jamur Teriyaki, dan Mie Rebus Jamur Spicy.

a. Egg Roll Jamur

Ini adalah rekomendasi dari Luvi-senpai. Katanya enak, maka saya coba. Terbuat dari telur yang digulung bersama jagung, wortel, kacang-kacangan, bawang daun dan diisi jamur yang telah diolah.

Rasanya cukup enak menurut saya. Hanya, semacam kurang asin. Saya tambah saus, tapi kepedasan. Karena sejatinya lidah saya memang tidak kuat makan pedas. Tapi kalau tidak ditambah saus, semacam ada yang kurang. Sedangkan di meja hanya disediakan saus tomat dan saus pedas. Tidak tersedia kecap.

b. Nasi Burger Jamur Rendang


Saya penasaran karena lihat akun instagram Mister Jamoer, ada yang makan nasi burger ini. Saya pun mencobanya. Dan sama seperti egg roll, seperti ada rasa yang kurang. Tapi kalau ditambah saus menjadi terlalu pedas.

Nasinya memang dua, tapi termasuk sedikit nampaknya. Karena saya habis. Biasanya porsi makan saya sedikit. Kalau banyak, lebih sering akan bersisa.

c. Jamur Teriyaki

Ditempatkan di mangkuk, seperti ricebowl. Rasanya lumayan. Dominan manis, yang mana rasa dominan favorit saya :D
Jamurnya telah diolah sedemikian rupa, sehingga teksturnya begitu. Lembut, kaya saya. Nasinya terbilang banyak dalam satu porsi ini.

d. Mie Rebus Jamur Spicy

Mie pesanan Inas ini saya cicipi, rasanya pedas dan kurang asin. Tapi menurut Inas kurang pedas. Lidah memang tak bertulang, #eh beda-beda maksudnya.

Secara keseluruhan untuk makanan yang saya pernah makan di sini, cukup. Tidak bisa dibilang enak banget.


KESIMPULAN.
Begitulah. Mungkin rerata yang yang dikeluarkan untuk makan di sini berkisar 10-15ribu. Rasa masing-masing lidah. Tapi kalau butuh wifi kencang dan senderan nyaman, bisa banget dicoba.

Walau menu-menu sebelumnya rasanya terbilang cukup, tapi saya ingin mencoba semua menunya. Apalagi menu-menu manis 😍











posted from Bloggeroid

Rabu, 03 Januari 2018

KAMU HARUS LIHAT INDAHNYA PANTAI MENGANTI

BismiLlaahirrahmaanirrahiym

Pantai adalah salah satu tujuan untuk tamasya alam. Dibandingkan gunung, mungkin lebih banyak orang yang memilih pantai. Karena tidak perlu capek dan tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk peralatannya. Termasuk aku, (bukan) anak pantai.

Awal 2018 ini aku awali dengan (mencoba) menyegarkan diri ke pantai Menganti. Pantai yang terkenal akan keindahan alamnya. Yang sayangnya, pertama kali ke sini aku mendapat kesan buruk dengan jatuh duduk. Sudah begitu, tidak mendapat pemandangan yang indah juga. Tapi berbeda setelah kunjungan kedua ini. Aku 7 melihat indah birunya laut dan langit, ditambah hehijauan yang menyegarkan nan menenteramkan.

Aku bersama tiga temanku (Revi, Mega dan Alin) berangkat dari Purwokerto sekitar pukul 12.30 siang, melewati Gunung Tugel dan jalan terobosan Purwokerto-Banjarnegara dengan dua motor. Sampai sana pukul 3 kurang. Karena lewat jalan terobosan, makanya bisa (terhitung) cepat walau sedang hari libur yang mana kendaraan memenuhi jalan.


Aku bahas pakai sub bab, ya..

1. Jalan
Kondisi jalan yang kami lalui terbilang cukup bagus. Minim sekali jalan yang bolong atau bergelombang. Hanya saja, jalan ketika sudah mendekati pantai lebih sempit dan tanjakan-turunannya cukup tajam. Tidak hanya itu, jalanan juga berkelok-kelok. Belum lagi kalau ada pengendara yang semaunya sendiri. Waktu ke sana aku menemukan satu pengendara motor yang teramat menyebalkan.

Jalanan ketika mendekati pantai (kurang lebih 2km) akan ada turunan dan belokan yang tajam. Sebaiknya hati-hati dan jaga jarak. Untungnya ada tanah datar di beberapa titik turunan curam. Jadi kalau sekiranya macet dan tidak bisa menahan rem, bisa menepi dulu mengistirahatkan tangan dan motor. Apalagi pengguna motor matic yang remnya hanya di tangan. Kemarin aku menepikan motor dua kali demi menghindari macet di turunan.

Jalanan di sekitar pantai ada dua macam yang aku lihat. Pantai yang berada di bawah atau halte angkut jalannya tidak halus. Kemudian ada jalan ke perbukitan, menanjak dan sepertinya baru sehingga masih bagus.












2. Tiket Masuk

Dengar dari Revi dan Alin sebelumnya biaya masuk Rp10.000 per orang. Kini naik menjadi Rp12.500 per orang. Entah memang naik, atau karena hari libur. Harga tersebut terbilang wajar, karena kita tidak dikenai lagi biaya parkir. Pengalamanku ke pantai lain di Kebumen, harga tiket masuk belum dengan parkir. Padahal harganya sama seperti ke Menganti.
Selain parkir gratis, wisatawan juga mendapat layanan free suttle. Semacam angkutan dunia atas ke dunia bawah dan sebaliknya. Seperti mobil bak tapi berkursi.



3. Fasilitas yang Tersedia

Layaknya tempat wisata yang sudah terkenal, Menganti juga memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjang wisatawan. Seperti toilet, mushola, banyak warung makan tersedia, plang penunjuk lokasi, penginapan, bangunan-bangunan penunjang untuk duduk maupun fotografi, dan juga gubuk-gubuk kecil di sekitar laut. Iya, di sekitar laut.



Fasilitas-fasilitasnya terbilang baik. Nampak benar-benar dijaga. Sampah memang banyak berserakan, tapi katanya itu karena efek liburan. Hari biasa tak sebanyak itu.

Harga makanan di warung-warung dekat pantai sepertinya terhitung standard tempat wisata. Mungkin kalau di kota lain bisa lebih mahal. Kebumen bukanlah kota besar yang makanannya mahal-mahal.




4. Pemandangan di Lokasi
Pertama kali ke Menganti, aku sampai lokasi sekitar pukul 5 sore. Dulu modal nekat dan penasaran dengan Menganti maka rela berangkat siang terik. Kami tidak tahu spot mana yang bagus untuk dikunjungi, jadi kami ke tempat yang paling mrncolok mata, yaitu tempat yang banyak kapalnya. Yang ternyata itu bukanlah spot wisata. Kemudian aku terpeleset, jatuh duduk dan semacam cedera sampai sekitar dua bulan. Tapi hari itu aku harus kuat melajukan motor ke Purwokerto lagi. Itulah mengapa kesan pertamaku tidak baik akan Menganti.






Kesan buruk itu hilang kemarin setelah aku melihat spot-spot yang bagus nan indah. Jadi, di Menganti memang ada beberapa titik wisata. Ada yang pantai dengan pasir, pantai yang harus melewati perbukitan dan bukit-bukit itu sendiri. Aku hanya ke dua titik, karena terbatasnya waktu. Ingin menyambangi semua, tapi takut gumoh melihat lautan manusia. Pantai yang melewati bukit bukanlah pantai pasir, tapi bebatuan dan tidak begitu luas.





Kemarin aku terpisah dengan motor satunya. Karena terlalu macet, turunan curam, perut lapar karena belum makan dari sore, boncengin anak orang, akhirnya aku memilih menepikan motor beberapa lama sampai dirasa cukup sepi. Dan motor satunya, semua personel tidak memiliki sinyal. Mereka ke pantai pasir, dan kami ke perbukitan. Baru bertemu setelah hampir maghrib. Kocak emang. Saling menunggu dan berharap bertemu, tapi tidak berusaha mencari.





Jika ingin kecebuk-kecebuk di air, bisa menuju halte angkut. Karena di sana berpasir dan lebih luas. Tapi kalau ingin pemandangan dengan perbukitan, bisa naik ke lokasi dekat penginapan. Pemandangannya ma sya ALlah menenteramkan banget. Walau sebenarnya kalau berjalan di pinggiran takut ndelosor kemudian jatuh ke laut. Wkwk.


Pemandangan indahnya alam juga bisa didapat ketika kita belum mencapai titik wisata. Di jalan berkelok, di tanah datar yang disediakan, kita bisa melihat luasnya laut dari ketinggian.



Sepertinya harus ke sana lagi untuk menjamah semua tempat. Coba kita atur waktu begini, berangkat pagi dari Purwokerto pukul 7 pagi, sampai pukul 9. Langsung main di pantai sampai zuhur atau sebelumnya, beberes dan mandi, kemudian lanjut menelusur spot-spot indah di atas. Sore bisa pulang dan sampai Purwokerto tidak terlalu malam.

5. Biaya Transportasi dan Cem-ceman
Purwokerto-Kebumen dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dalam waktu 2 jam kurang lebih. Tergantung berapa kecepatan kita melaju, kepadatan lalu lintas. Aku menggunakan motor matic Yamaha Xeon, untuk pulang-pergi habis bensin sekitar Rp30.000. Untuk motor gigi atau motor merk lain bisa jadi lebih hemat, karena motorku terhitung cukup boros. Sudah cukup banyak Pertamini di sepanjang jalan.

Aku kemarin makan mie instan di sana dengan harga Rp5.000, es teh Rp3.000 juga kopi Rp4.000. Menu seperti baso, mie ayam, kupat tahu sekitar Rp8.000-10.000. Menu seafood yang Revi beli kemarin sekitar Rp35.000, nasi Rp5.000 per piring. Mendoan Rp4.000/pcs, es kelapa muda Rp8.000/pcs.

6. Lain-lain
Pertama ke Menganti jatuh duduk, kedua kali ternyata motornya ngajak bercanda. Lampu utama motor mati. Padahal kami pulang ke Purwokerto sekitar pukul 7 malam. Sebenarnya agak panik, apalagi waktu di jalanan tanpa lampu penerangan dan motor Revi tidak kuat nanjak beberapa saat. Mungkin Mega (yang bonceng) panik juga. Apalagi aku bawa motornya begitu, iya begitu. Makanya sepanjang jalan aku bersenandung, biar ngga spaneng.

Bener-bener 'bergantung' dari lampu motor Revi sama lampu penerangan jalan. Tapi alhamduliLlah nyampe Purwokerto juga ngga malem-malem amat. Pukul 9 kurang, setengah 9 lebih berapa menit gitu. Soalnya yang bawa motor pada ngebut semua. Ditambah, hanya dua motor. Kalo rombongan lebih rame mungkin akan lebih lama. Apalagi kalo bawa cewe. Wkwkwk

Pelajaran bagi gue, kemana-mana harus prepare. Karena lampu motor mati selain membahayakan diri, juga orang lain. Perut kosong juga ngga baik jalan jauh sok kuat. Tapi demi jalan sama trio alay itu (wkwkwk), ALlah menguatkanku.

Ohiya. Kalau mau makan hati-hati ya. Soalnya kemarin ada sedotan yang sepertinya kotor, tapi tetap disajikan untuk pelanggan. Dan waktu gue endus, baunya aneh.



Kesimpulan
Menganti ini rekomendid banget. Di jalan saja kita sudah disuguhi pemandangan indah. Kemudian jika sudah sampai, kita juga akan disuguhi dengan keindahan-keindahan. Tiket cukup terjangkau dan affordable. Sesekali memanjakan otak dan mata tak apa..

















Jadi, kapan kita kemana ? :3



posted from Bloggeroid